Pentingnya Mitigasi

Selasa, 07 Desember 2021 | 09:00 WIB
Pentingnya Mitigasi
[]
Reporter: Harian Kontan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Panik dan kaget. Inilah yang dirasakan masyarakat di kaki Gunung Semeru. Secara tiba-tiba, Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur mengalami erupsi.

Dari sejumlah video yang beredar di media sosial, tampak masyarakat yang terkena dampak masih beraktivitas seperti biasa. Saat tiba-tiba Gunung Semeru meletus, barulah masyarakat berlarian panik tanpa persiapan apa-apa.

Korban jiwa akibat erupsi Gunung Semeru per Senin (6/12/2021) pukul 11.10 WIB menjadi 15 orang. Selain itu, 27 orang hilang. Hingga saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan pengecekan untuk memastikan   korban. Selain itu, 1.707 warga mengungsi di 19 titik pengungsian.

Musibah meletusnya Gunung Semeru menjadi sorotan masyarakat luas. Banyak yang menduga, otoritas di wilayah terdampak tidak memberikan peringatan dini terkait erupsi Gunung Semeru. Ini menandakan buruknya mitigasi yang ada.

Tapi dugaan ini dibantah oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM. Melansir dari akun resmi @PVMBG_ pada 5 Desember, PVMBG menulis bahwa Gunung Semeru berada di level II (Waspada) sejak Mei 2012, karena hampir setiap hari ada letusan/erupsi dengan jumlah rata-rata 25 kejadian.

Selain itu, aktivitas Gunung Semeru selalu diinfokan melalui WhatsApp Group yang terdiri dari unsur masyarakat, Pemda, BPBD, relawan, dan instansi terkait lainnya, termasuk kejadian guguran lava pada 1 Desember. Ini menandakan, peringatan dini akan bahaya guguran awan panas telah disampaikan jauh-jauh hari.

Namun, melihat ketidaksiapan masyarakat  sekitar wilayah Gunung Semeru, memang mitigasi bencana warga sekitar tidak diperhatikan dengan serius oleh Pemerintah Daerah. Di sisi lain, warga  juga abai atas peringatan yang dikeluarkan.

Indonesia bukan sekali ini mengalami erupsi gunung berapi. Terkait kebijakan penanggulangan bencana, sudah saatnya pemerintah memikirkan langkah tegas terkait mitigasi yang mengutamakan keselamatan masyarakat.

Pemerintah Daerah yang rawan bencana jangan hanya sekadar memberikan imbauan dan edukasi semata, namun harus ada pelatihan simulasi menghadapi bencana.

Harus ada jalur evakuasi jika hendak berlindung saat terjadi bencana. Peralatan dan fasilitas bencana pun harus siap. Memang ini memakan biaya, namun langkah ini bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa.                                             

Bagikan

Berita Terbaru

Kompetisi Ketat Menjepit! JP Morgan Pangkas Rating MIKA Meski Laba Bersih Meroket
| Minggu, 05 April 2026 | 10:05 WIB

Kompetisi Ketat Menjepit! JP Morgan Pangkas Rating MIKA Meski Laba Bersih Meroket

Kompetisi dengan rumah sakit di Malaysia dan Singapura turut menjadi batu sandungan bagi RS Mitra Keluarga, utamanya di layanan spesialis.

Saham BRMS Terjerembap 33%! Sekuritas Malah Tebar Target Harga Tinggi, Ini Katalisnya
| Minggu, 05 April 2026 | 09:05 WIB

Saham BRMS Terjerembap 33%! Sekuritas Malah Tebar Target Harga Tinggi, Ini Katalisnya

Pergerakan saham BRMS masih tertahan di bawah garis rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) pada level Rp 800.

Investasi Perhiasan: Simbol Cinta atau Diversifikasi Portofolio Ideal?
| Minggu, 05 April 2026 | 07:00 WIB

Investasi Perhiasan: Simbol Cinta atau Diversifikasi Portofolio Ideal?

Perhiasan berlian disebut 'beauty investment' yang bisa diwariskan. Simak bagaimana perhiasan bisaberi keuntungan dan jadi aset berharga.

Menyimpan Cuan dari Bisnis Gudang Mini Pribadi
| Minggu, 05 April 2026 | 06:00 WIB

Menyimpan Cuan dari Bisnis Gudang Mini Pribadi

Di tengah keterbatasan ruang hunian perkotaan, kebutuhan gudang pribadi meningkat dan membuka peluang bisnis baru yang m

Mereka yang Kewalahan Melayani Permintaan Keping Emas
| Minggu, 05 April 2026 | 05:50 WIB

Mereka yang Kewalahan Melayani Permintaan Keping Emas

Lonjakan permintaan emas terjadi usai Lebaran dan membuat stok emas menipis di pasar. Kilau logam mulia itu masih diminati oleh investor.

 
Mendulang Cuan dari Ride-Hailing Khusus Perempuan
| Minggu, 05 April 2026 | 05:45 WIB

Mendulang Cuan dari Ride-Hailing Khusus Perempuan

Perempuan butuh rasa aman dan nyaman saat berkendara. Aplikasi transportasi online khusus perempuan hadir menjemput pasar. Bagaimana peluangnya?

 
Ladang Basah Bernilai Triliunan
| Minggu, 05 April 2026 | 05:40 WIB

Ladang Basah Bernilai Triliunan

​Bisnis parkir bukan sekadar urusan tempat mobil dan waktu semata, bisnisnya berkembang sehingga bisa menjadi ladang ekonomi bercuan besar.

Dari Lahan Parkir Berkembang Menjadi Charging Station
| Minggu, 05 April 2026 | 05:30 WIB

Dari Lahan Parkir Berkembang Menjadi Charging Station

Parkir tak lagi sekadar menepikan kendaraan, ia bertransformasi menjadi simpul mobilitas modern dengan beragam layanan.

Ruwetnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
| Minggu, 05 April 2026 | 05:05 WIB

Ruwetnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Pelimpahan operasional dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kepada Agrinas Pangan, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Strategi Petronella Soan: Perhiasan Bukan Sekadar Investasi, Tapi Penanda Hidup
| Sabtu, 04 April 2026 | 11:38 WIB

Strategi Petronella Soan: Perhiasan Bukan Sekadar Investasi, Tapi Penanda Hidup

Perhiasan itu beauty investment, bisa bisa dijual kembali dan bisa mendapat keuntungan. Perhiasan itu bisa jadi legacy, bisa diturunkan ke anak.

INDEKS BERITA

Terpopuler