Penurunan Biaya Kredit Dorong Laba BNI Tumbuh di Kuartal I

Selasa, 30 April 2024 | 06:20 WIB
 Penurunan Biaya Kredit Dorong Laba BNI Tumbuh di Kuartal I
[ILUSTRASI. Direktur Utama BNI Royke Tumilaar (tengah) menyampaikan keterangan disaksikan Direktur Risk Management David Pirzada (kiri) dan Direktur Finance Novita Widya Anggraini (kanan) saat paparan kinerja BNI kuartal I tahun 2024 di Jakarta, Senin (29/4/2024). BNI berhasil mencatatkan laba sebesar Rp5,33 triliun dengan segmen kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta konsumer sebagai mesin pertumbuhan bisnis baru di tengah dinamika global. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/nym.]
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berhasil melanjutkan perbaikan kualitas aset sepanjang kuartal pertama 2024. Perbaikan itu membuat bank pelat merah ini bisa mencetak pertumbuhan laba bersih, di tengah tantangan tingginya biaya dana. 

Di tiga bulan pertama tahun ini, BNI hanya meraup pendapatan operasional Rp 14,82 triliun, turun 2,14% secara tahunan jadi Rp 14,82 triliun. Pendapatan bunga bersihnya melorot 9,8% jadi Rp 9,39 triliun, karena biaya bunga melonjak 47,5% jadi Rp 6,48 triliun. Sedang pendapatan non bunga masih tumbuh 14,6% jadi Rp 5,44 triliun. 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Ada Tanda Permintaan Kredit Mulai Bergerak
| Rabu, 04 Februari 2026 | 06:35 WIB

Ada Tanda Permintaan Kredit Mulai Bergerak

​Suku bunga INDONIA kembali naik pada awal Februari 2026, menandakan aktivitas PUAB kian menguat seiring meningkatnya kebutuhan likuiditas bank

Pertamina EP Jadwalkan Pengeboran Sumur Baru
| Rabu, 04 Februari 2026 | 06:34 WIB

Pertamina EP Jadwalkan Pengeboran Sumur Baru

Pertamina EP Pangkalan Susu Field aktif melakukan well intervention pada beberapa sumur.untuk genjot produksi

Layanan Kereta Premium KAI Semakin Diminati
| Rabu, 04 Februari 2026 | 06:31 WIB

Layanan Kereta Premium KAI Semakin Diminati

Sepanjang Januari 2026, jumlah pelanggan layanan premium ini mencapai 4.273 orang, tumbuh 74,1% dibandingkan Januari 2025

Empat Perusahaan Keberatan Izin Dicabut
| Rabu, 04 Februari 2026 | 06:27 WIB

Empat Perusahaan Keberatan Izin Dicabut

Hashim mengungkapkan, keempat perusahaan  menyatakan tidak memiliki keterkaitan dengan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatra.

 Pemangkasan Produksi Batubara Perlu Ditinjau
| Rabu, 04 Februari 2026 | 06:24 WIB

Pemangkasan Produksi Batubara Perlu Ditinjau

Kementerian ESDM masih mengevaluasi persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya 2026 untuk para penambang batubara

Nasib Reksadana Saham: Minus Awal Tahun, Bakal Untung 10%?
| Rabu, 04 Februari 2026 | 06:15 WIB

Nasib Reksadana Saham: Minus Awal Tahun, Bakal Untung 10%?

Reksadana saham minus 0,50% di Januari, namun lebih baik dari IHSG. Cari tahu kenapa ini jadi peluang investasi menarik.

Pertumbuhan vs Inflasi
| Rabu, 04 Februari 2026 | 06:14 WIB

Pertumbuhan vs Inflasi

Tanpa kendali harga yang nyata dan konkret, setiap kabar baik sektor manufaktur berisiko berubah menjadi ironi.

Bursa Kripto CFX Pangkas Biaya! Apa Dampaknya Bagi Investor?
| Rabu, 04 Februari 2026 | 06:10 WIB

Bursa Kripto CFX Pangkas Biaya! Apa Dampaknya Bagi Investor?

Bursa Kripto CFX pangkas biaya transaksi hingga 0,01% pada Oktober 2026. Ini bisa jadi kesempatan emas bagi investor kripto lokal.

Saham MIKA Layak Koleksi? Ini Alasan Analis Beri Rekomendasi Beli
| Rabu, 04 Februari 2026 | 06:00 WIB

Saham MIKA Layak Koleksi? Ini Alasan Analis Beri Rekomendasi Beli

Pendapatan MIKA diproyeksi mencapai Rp 5,91 triliun pada 2026. Simak strategi kunci di balik pertumbuhan kinerja emiten rumah sakit ini.

Sentimen Huru-Hara Geopolitik Mereda, Harga Minyak Mentah Merosot ke Harga Terendah
| Rabu, 04 Februari 2026 | 05:56 WIB

Sentimen Huru-Hara Geopolitik Mereda, Harga Minyak Mentah Merosot ke Harga Terendah

Kesepakatan dagang Uni Eropa–India dipandang sebagai penyeimbang geopolitik dan diversifikasi rantai pasok global.

INDEKS BERITA

Terpopuler