Penyaluran KPR FLPP masih di bawah target

Rabu, 03 Oktober 2018 | 10:07 WIB
 Penyaluran KPR FLPP masih di bawah target
[ILUSTRASI. ]
Reporter: Sumber: Harian KONTAN | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID -  Penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dalam bentuk kredit pemilikan rumah masih di bawah target. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang mengelola subsidi untuk perumahan itu, mencatat, KPR yang memanfaatkan dana FLPP baru terpakai untuk pembelian 17.000 unit rumah. Angka itu jauh di bawah target jumlah rumah yang memanfaatkan KPR FLPP untuk tahun ini, yaitu 60.000 unit.

Itu sebabnya, Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat menggelar evaluasi penyaluran KPR FLPP bersama seluruh bank daerah di Surabaya. Dari pertemuan itu, terungkap ada tiga kendala yang dihadapi bank daerah dalam menyalurkan KPR berbasis FLPP.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Pasokan Ketat, Harga Minyak Melonjak
| Senin, 19 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Pasokan Ketat, Harga Minyak Melonjak

Harga West Texas Intermediate (WTI) ditutup di level US$ 101,41 per barel pada Jumat (16/10), naik 3,51% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Prospek Emiten Logam Lebih Selektif di Tahun Ini
| Senin, 19 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Prospek Emiten Logam Lebih Selektif di Tahun Ini

Harga komoditas bervariasi dan beban biaya menanjak, simak prospek kinerja saham sejumlah emiten logam

Ketentuan Wajib Produk UMKM di Ritel Modern Dihapus
| Senin, 19 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Ketentuan Wajib Produk UMKM di Ritel Modern Dihapus

Menurut Mendag, penghapusan kewajiban tersebut tidak lantas membuat produk UMKM kehilangan kesempatan masuk ke jaringan minimarket.

Uang Bukan Bawahan
| Senin, 19 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Uang Bukan Bawahan

Pemilik uang lebih suka menghindari risiko ketimbang hanyut bergunjing sembari menyangkal kenyataan di depan mata yang tengah berlangsung.

Rupiah Masih Akan Tertekan MSCI pada Senin (19/10)
| Senin, 19 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Rupiah Masih Akan Tertekan MSCI pada Senin (19/10)

Pada penutupan perdagangan Jumat (16/10), rupiah di pasar spot melemah 0,5%  secara harian menjadi Rp 18.027 per dolar AS

Harga Emas Dunia Kembali Menguat, Disarankan Beli Bertahap
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:54 WIB

Harga Emas Dunia Kembali Menguat, Disarankan Beli Bertahap

Prospek emas dalam jangka panjang masih cukup kuat, terutama karena adanya dukungan pembelian oleh bank sentral.

BPD Mulai Memperluas Sumber Dana Murah
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:50 WIB

BPD Mulai Memperluas Sumber Dana Murah

Terancam kehilangan dana murah dari payroll ASN, BPD mulai memperluas sumber pendanaan ke segmen UMKM dan nasabah non-ASN untuk menjaga likuiditas

Saat Krisis, Strategi Menyusun Portofolio Tetap Merujuk pada Karakteristik Investor
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:42 WIB

Saat Krisis, Strategi Menyusun Portofolio Tetap Merujuk pada Karakteristik Investor

Saat krisis 1998 ketika IHSG juga jatuh 11%, emas menjadi instrumen yang diburu namun saat itu sulit sekali dalam membeli emas.

Sinar Eka Selaras (ERAL) Intip Peluang dari Penjualan Produk Baru
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Sinar Eka Selaras (ERAL) Intip Peluang dari Penjualan Produk Baru

Andre meyakini momentum peluncuran produk baru dapat membantu mendongkrak penjualan hingga akhir tahun ini.

Penyaluran Kredit Bank Besar ke Sektor Batubara Kian Membara
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Penyaluran Kredit Bank Besar ke Sektor Batubara Kian Membara

Kredit bank besar ke sektor batubara terus meningkat, ditopang kebutuhan energi dan imbal hasil menarik di tengah transisi energi

INDEKS BERITA

Terpopuler