Penyaluran Kredit Lesu, Bank Parkir Dana di Surat Berharga Negara

Kamis, 18 Juni 2020 | 06:48 WIB
Penyaluran Kredit Lesu, Bank Parkir Dana di Surat Berharga Negara
[ILUSTRASI. Nasabah menggunakan anjungan tunai mandiri (ATM) BTN di kantor pusat Bank BTN Jakarta, Senin (13/4)./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/13/04/2020.]
Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan di Tanah Air belum mengoptimalkan pencarian likuiditas via pasar uang baik antar bank maupun dengan Bank Indonesia (BI) lewat repo. Sebaliknya, koleksi surat berharga negara (SBN) bank justru semakin tinggi.

Merujuk catatan Kementerian Keuangan (Kemkeu) per 15 Juni 2020, kepemilikan SBN oleh perbankan telah mencapai nilai Rp 1.000,25 triliun dengan komposisi 32,60%. Nilai tersebut meningkat hingga 61,57% dibandingkan awal tahun 2020 senilai Rp 622,2 triliun dengan porsi 22,63% terhadap total SBN beredar.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Parlemen Mulai Kebut Pembahasan Regulasi
| Jumat, 28 Agustus 2026 | 05:10 WIB

Parlemen Mulai Kebut Pembahasan Regulasi

Parlemen menargetkan Rancangan Undang Undang (RUU) Perampasan Aset sudah bisa disahkan pada bulan Desember tahun ini.

Tekanan Ekonomi  Memicu Demonstrasi
| Jumat, 28 Agustus 2026 | 05:00 WIB

Tekanan Ekonomi Memicu Demonstrasi

Sebanyak 9,48 juta masyarakat selama lima tahun terakhir ini turun kelas dan menjadi alarm bagi pemerintah.

Sentuh 6.521, Intip Prediksi IHSG Jelang Akhir Pekan, Jumat (28/8)
| Jumat, 28 Agustus 2026 | 04:50 WIB

Sentuh 6.521, Intip Prediksi IHSG Jelang Akhir Pekan, Jumat (28/8)

IHSG mengakumulasi kenaikan 2% dalam lima hari perdagangan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG masih minus 24,58%.

Kenaikan TKD Belum Menjadi Katalis Kinerja Penjaminan Tahun Depan
| Jumat, 28 Agustus 2026 | 04:50 WIB

Kenaikan TKD Belum Menjadi Katalis Kinerja Penjaminan Tahun Depan

Industri penjaminan di daerah menilai kenaikan anggaran TKD tak serta merta bisa mendorong kinerja secara signifikan pada tahun depan.

Mengintip Peluang Ekspor di Pasar Benua Biru
| Jumat, 28 Agustus 2026 | 04:35 WIB

Mengintip Peluang Ekspor di Pasar Benua Biru

IEU-CEPA ditargetkan ditandatangani pada Oktober 2026 dan akan mulai berlaku pada bulan Januari 2027. 

Cisarua Mountain Dairy (CMRY) Optimistis Bisa Tumbuh Dobel Digit
| Jumat, 28 Agustus 2026 | 04:20 WIB

Cisarua Mountain Dairy (CMRY) Optimistis Bisa Tumbuh Dobel Digit

Seperti tahun sebelumnya, Cisarua Mountain Dairy menargetkan pertumbuhan penjualan dua digit pada tahun ini.

Prospek CPIN Ditopang Pemulihan Harga Unggas
| Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Prospek CPIN Ditopang Pemulihan Harga Unggas

Harga produk unggas mulai pulih, setelah tertekan pada kuartal II-2026 dan menjadi angin segar bagi PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

Bitcoin Rally 24% Sepekan, Waspadai Koreksi di Akhir Agustus
| Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Bitcoin Rally 24% Sepekan, Waspadai Koreksi di Akhir Agustus

Pergerakan harga bitcoin diperkirakan masih harus diperhatikan sebab akan rawan adanya aksi profit taking hingga akhir Agustus ini.

Prospek MYOR Masih Positif, Ditopang Perbaikan Margin dan Ekspansi Pasar Ekspor
| Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Prospek MYOR Masih Positif, Ditopang Perbaikan Margin dan Ekspansi Pasar Ekspor

Saham MYOR memiliki prospek yang cukup positif ditopang oleh besarnya pendapatan dari ekspor di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.

Batasan Pertalite Tunggu Evaluasi DTSEN
| Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:53 WIB

Batasan Pertalite Tunggu Evaluasi DTSEN

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kecewa dengan kualitas DTSEN yang morat-marit tak akurat

INDEKS BERITA