Penyaluran Kredit Perbankan ke BUMN Hampir Mendekati Batas Maksimal

Senin, 24 Juni 2019 | 07:51 WIB
Penyaluran Kredit Perbankan ke BUMN Hampir Mendekati Batas Maksimal
[]
Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ruang gerak penyaluran kredit perbankan semakin sempit, terutama pembiayaan kepada badan usaha milik negara (BUMN). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki aturan, Batas Maksimal Pemberian Kredit (BMPK) sebesar 30% dari modal bank BUMN untuk disalurkan ke perusahaan BUMN.

Sejumlah bankir mengakui bahwa penyaluran kredit ke BUMN, terutama terkait infrastruktur, menuju batasan ketentuan BMPK. Namun sejauh ini mereka sudah melakukan antisipasi.

Wakil Direktur Utama Bank BNI Herry Sidharta, memandang, BNI dan juga bank lain pasti memiliki ketentuan internal terkait BMPK. "Walaupun (secara ketentuan) bisa sampai 30%, kami membuat acuan (pemberian kredit) berdasarkan batasan internal, yaitu 5% di bawah batas BMPK," ujarnya kepada KONTAN, Minggu (23/6).

Selain agar tidak melanggar ketentuan, Herry menyebutkan, cara tersebut wajar dilakukan oleh bank untuk memitigasi risiko kredit.

Di sisi lain, Bank Rakyat Indonesia (BRI) sejauh ini tidak memiliki masalah dengan aturan BMPK. Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan, BRI memang memberi kredit ke segmen korporasi baik BUMN maupun swasta.

Namun, mayoritas kredit BRI masuk ke segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). "Porsi korporasi kami 24% dari total kredit. Tidak besar. Selebihnya 76% masuk ke UMKM," kata Haru.

Direktur Kepatuhan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Mahelan Prabantarikso juga menjelaskan bahwa hingga saat ini dalam penyaluran kredit, BTN masih belum melampaui atau mendekati ketentuan BMPK. Namun, relaksasi BMPK mungkin diperlukan bagi bank besar yang membiayai proyek infrastruktur. Sebab, total nilai proyek atau kebutuhan dana pada perusahaan terkait infrastruktur cukup besar.

Adapun Direktur Korporasi Bank Mandiri Royke Tumilaar, mengakui, penyaluran kredit Bank Mandiri sudah mendekati BMPK. Namun hanya terjadi pada beberapa perusahaan pelat merah yang mempunyai proyek rutin besar serta belanja modal yang jumbo, antara lain sektor listrik.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, merujuk beberapa laporan keuangan korporasi BUMN, kemampuan mereka meminjam ke bank memang hampir mencapai batas atas. Salah satu solusinya, menurut David, dengan lebih mendorong peran swasta dalam pelaksanaan proyek pemerintah. Sehingga sisi pendanaan maupun risiko kredit lebih terdistribusi.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menambahkan, BMPK sebesar 30% merupakan aturan baku yang dipakai secara global. Lana tidak menyarankan ada pelonggaran BMPK lantaran tidak sesuai prinsip kehati-hatian. Perusahaan BUMN harus bisa mendiversifikasi pendanaan proyek infrastruktur, tidak hanya mengandalkan perbankan saja, tapi misalnya dengan menerbitkan obligasi.

Bagikan

Berita Terbaru

Pendapatan dan Laba Tumbuh, Prospek CMRY Masih Gurih
| Kamis, 05 November 2026 | 07:16 WIB

Pendapatan dan Laba Tumbuh, Prospek CMRY Masih Gurih

Momentum di akhir tahun bakal jadi katalis pendorong kinerja emiten produsen susu ini. Salah satunya, periode musiman Natal dan Tahun Baru 2027.​

Permintaan Domestik Membaik, Kinerja Emiten Semen Mendaki
| Kamis, 05 November 2026 | 07:13 WIB

Permintaan Domestik Membaik, Kinerja Emiten Semen Mendaki

Mayoritas emiten semen berhasil mengemas pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di sepanjang Sembilan 2026.

Titik Api Karhutla Meningkat di Kalteng dan Sumsel
| Kamis, 05 November 2026 | 07:08 WIB

Titik Api Karhutla Meningkat di Kalteng dan Sumsel

 Terdapat enam provinsi yang menjadi perhatian dengan total fire spot (titik api) sebanyak 864 titik dan luas lahan dalam penanganan 1.615 ha.

ASSA Siap Menebar Dividen Interim Rp 20 Per Saham
| Kamis, 05 November 2026 | 07:08 WIB

ASSA Siap Menebar Dividen Interim Rp 20 Per Saham

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) bakal membagikan dividen interim dari tahun pelaporan keuangan 2026, dengan nilai total sebesar Rp 73,82 miliar.

Minta Restu RUPSLB, PKPK Siap Stock Split di Rasio 1:10
| Kamis, 05 November 2026 | 07:04 WIB

Minta Restu RUPSLB, PKPK Siap Stock Split di Rasio 1:10

PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham alias stock split dengan rasio 1:10.

Mengatur Integrasi Tarif Tol Jabodetabek
| Kamis, 05 November 2026 | 07:03 WIB

Mengatur Integrasi Tarif Tol Jabodetabek

BPJT membuka kesempatan bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk mengajukan usulan integrasi setelah aturan resmi diundangkan. 

Biaya Operasional Bengkak, Laba TLKM di Sembilan Bulan 2026 Tergerus 3,89%
| Kamis, 05 November 2026 | 06:58 WIB

Biaya Operasional Bengkak, Laba TLKM di Sembilan Bulan 2026 Tergerus 3,89%

Pertumbuhan pendapatan tak mampu mendongkrak laba bersih TLKM, yang anjlok 3,89% yoy menjadi Rp 14,4 triliun di sembilan bulan 2026. 

Penyadapan terhadap Prabowo Kategori Makar
| Kamis, 05 November 2026 | 06:47 WIB

Penyadapan terhadap Prabowo Kategori Makar

Kebocoran data penting pemimpin tertinggi bisa berimbas buruk pada kedaulatan negara dan membahayakan keselamatan pimpinan negara,

Sentimen Domestik Bayangi Arah IHSG
| Kamis, 05 November 2026 | 06:46 WIB

Sentimen Domestik Bayangi Arah IHSG

Kasus penyadapan presiden menambah sentimen negatif untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sejak awal tahun 2026, IHSG masih longsor 43,10%.

Lesunya Daya Beli Ancam Sektor Ritel
| Kamis, 05 November 2026 | 06:16 WIB

Lesunya Daya Beli Ancam Sektor Ritel

Pertumbuhan kinerja emiten ritel pada kuartal III-2026 belum mencerminkan pemulihan konsumsi secara merata

INDEKS BERITA

Terpopuler