Pergerakan Rupiah Hari Ini (21/6) Diwarnai Kecemasan

Selasa, 21 Juni 2022 | 04:20 WIB
Pergerakan Rupiah Hari Ini (21/6) Diwarnai Kecemasan
[]
Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah masih melemah dihadapan dollar Amerika Serikat (AS). Kemarin, kurs spot rupiah turun tipis sebesar 0,08% menjadi Rp 14.836. Kurs referensi Jisdor  Bank Indonesia juga turun tipis 0,05% ke posisi Rp 14.836 per dollar AS. 

Pelemahan rupiah masih bisa berlanjut pada hari ini (21/6). Pelaku pasar tampak  cenderung wait and see menanti hasil rapat Bank Indonesia, pekan ini. 

Analis DCFX Futures Lukman Leong menjelaskan, penguatan kurs dollar AS berlanjut akibat ekspektasi bank sentral negara besar di dunia akan ikut menaikkan suku bunga acuan. Ini menyebabkan sentimen risk off di pasar ekuitas. 

Baca Juga: BI Bisa Kerek Suku Bunga Acuan Dua Kali di Kuartal III-2022 Bila Hal Ini Terjadi

Lukman memperkirakan kurs rupiah masih berpotensi melemah terbatas, karena aksi sell off di bursa akan mereda. "Selain itu dari dalam negeri, pelaku pasar mengantisipasi Bank Indonesia menaikkan suku bunga 25 bps," tutur dia, Senin (20/6). 

Tapi Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Puteri memperkirakan, capital outflow masih akan berlanjut. Dia mencermati terjadi peningkatan volatilitas nilai tukar setelah The Fed mengerek Fed funds rate 75 bps menjadi 1,75%. "Dari domestik, pasar juga merespons data neraca perdagangan yang masih surplus US$ 2,9 miliar," ujar dia. 

Reny memprediksi kurs rupiah hari ini akan bergerak antara Rp 14.750-Rp 14.800. Lukman memperkirakan rupiah bergerak antara Rp 14.775-Rp 14.925 per dollar AS.

Baca Juga: Imbas The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Berpotensi Lanjut Melemah Pada Selasa (21/6)

Bagikan

Berita Terbaru

Membedah Diversifikasi Bisnis PGEO ke Data Center dan Hidrogen
| Kamis, 16 April 2026 | 18:38 WIB

Membedah Diversifikasi Bisnis PGEO ke Data Center dan Hidrogen

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengumumkan rencana menambah lini bisnis ke hidrogen dan data center.

Menakar Nasib Investasi BUMN di Saham Emiten Pailit yang Bakal Delisting
| Kamis, 16 April 2026 | 17:42 WIB

Menakar Nasib Investasi BUMN di Saham Emiten Pailit yang Bakal Delisting

Dari sisi laporan keuangan, akan ada impairement yang signifikan karena perusahaan harus melakukan write-off atas nilai investasinya.

Kuota RKAB Disunat Pemerintah, INCO Kebut Revisi Demi Amankan Pasokan Smelter
| Kamis, 16 April 2026 | 09:46 WIB

Kuota RKAB Disunat Pemerintah, INCO Kebut Revisi Demi Amankan Pasokan Smelter

Kendati dibayangi pemangkasan kuota, para analis masih memandang positif prospek kinerja keuangan dan saham INCO.

Harga Timah Global Melesat, TINS Kebut Produksi dan Siap Eksekusi Proyek Tanah Jarang
| Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

Harga Timah Global Melesat, TINS Kebut Produksi dan Siap Eksekusi Proyek Tanah Jarang

TINS akan menyuplai bahan baku mineral tanah jarang dari Sisa Hasil Produksi timah ke fasilitas produksi bersama Perminas. 

Bidik Dana Rp 159,9 Miliar, Royaltama Mulia Kontraktorindo (RMKO) Gelar Rights Issue
| Kamis, 16 April 2026 | 08:57 WIB

Bidik Dana Rp 159,9 Miliar, Royaltama Mulia Kontraktorindo (RMKO) Gelar Rights Issue

Saham baru ini dipatok dengan harga Rp 350 per saham. Dus, dari rights issue, RMKO berpotensi meraup dana segar maksimal Rp 159,9 miliar.​

Berkah Blokade Hormuz, ADMR Siap Panen Cuan dari Smelter Aluminium Baru di Kaltara
| Kamis, 16 April 2026 | 08:55 WIB

Berkah Blokade Hormuz, ADMR Siap Panen Cuan dari Smelter Aluminium Baru di Kaltara

Letak geografis yang relatif aman dari zona konflik membuat ADMR dalam kondisi yang pas untuk menyuplai pasar Asia Timur.

Kinerja 2025 Masih Kuat, Laba Metrodata Electronics (MTDL) Pada 2026 Bisa Melesat
| Kamis, 16 April 2026 | 08:50 WIB

Kinerja 2025 Masih Kuat, Laba Metrodata Electronics (MTDL) Pada 2026 Bisa Melesat

Prospek PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) pada 2026 diproyeksi masih cerah. Ini berkaca pada pertumbuhan kinerja MTDL pada 2025.

Rupiah Melemah, Laba Mayora Indah (MYOR) Bisa Tak Bergairah
| Kamis, 16 April 2026 | 08:41 WIB

Rupiah Melemah, Laba Mayora Indah (MYOR) Bisa Tak Bergairah

Pelemahan rupiah dalam jangka menengah bisa menekan margin emiten konsumer, termasuk PT Mayora Indah Tbk (MYOR). ​

Adaro Andalan (AADI) Divestasi Aset Batubara di Australia Senilai US$ 1,85 Miliar
| Kamis, 16 April 2026 | 08:32 WIB

Adaro Andalan (AADI) Divestasi Aset Batubara di Australia Senilai US$ 1,85 Miliar

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berencana menjual seluruh saham tambang batubara Kestrel Coal Group Pyt Ltd di Australia.

Modal Asing Bikin Utang Luar Negeri Naik
| Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB

Modal Asing Bikin Utang Luar Negeri Naik

Posisi utang luar negeri Indonesia melonjak pada Februari 2026. Kenaikan drastis ini didorong bank sentral.    

INDEKS BERITA

Terpopuler