Pergerakan Rupiah Hari Ini (31/8) Akan Bergerak Sideways Antisipasi Inflasi dan BBM

Rabu, 31 Agustus 2022 | 04:55 WIB
Pergerakan Rupiah Hari Ini (31/8) Akan Bergerak Sideways Antisipasi Inflasi dan BBM
[]
Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak, pertalite akan menjadi penggerak rupiah hari ini. Karena itu, rupiah dinilai akan bergerak terbatas terhadap dollar. 

Selasa (30/8), rupiah di pasar spot menguat 0,37% ke Rp 14.842. Rupiah berdasarkan kurs JISDOR Bank Indonesia menguat 0,08% di Rp 14.875 per dolar AS 

Baca Juga: Berhasil Menguat 0,37% Hari Ini, Bagaimana Proyeksi Rupiah pada Rabu (31/8)?

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri menuturkan, rupiah masih akan menguat karena fundamental ekonomi domestik yang membaik, sehingga capital inflow masih masuk ke pasar di tengah kebijakan hawkish The Fed. "Kenaikan BBM menjadi faktor yang akan diantisipasi pasar, selama belum ada kepastian kenaikannya maka pengaruhnya rupiah akan bergerak terbatas," terang dia, Selasa (30/8). Reny bilang pasar juga akan mengantisipasi data tenaga kerja AS. 

Analis DCFX Futures Lukman Leong menambahkan, akhir pekan ini, dari dalam negeri pelaku pasar juga akan mengantisipasi inflasi Juli yang akan bertahan di bawah 5%. 

Lukman memprediksikan, rupiah hari ini (31/8) akan bergerak mendatar di kisaran Rp 14.800 - Rp 14.900. Sedangkan Reny memproyeksikan, rupiah berada di Rp 14.813 - Rp 14.876 per dollar AS. 

Baca Juga: Kurs Rupiah Menguat 0,37% ke Rp 14.843 Hingga Akhir Perdagangan Selasa (30/8)

Bagikan

Berita Terbaru

Kepercayaan Pasar Belum Pulih, IPO di BEI Masih Sepi
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Kepercayaan Pasar Belum Pulih, IPO di BEI Masih Sepi

Sejak awal tahun hingga 12 Oktober 2026, baru ada tujuh emiten melantai di BEI, dengan total dana yang dihimpun Rp 2,16 triliun. 

Saham Big Caps Anjlok, Kinerja IHSG Semakin Jeblok
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Saham Big Caps Anjlok, Kinerja IHSG Semakin Jeblok

Saham-saham big caps rontok pada perdagangan Senin (12/10) akibat rumor sanksi OJK terhadap sejumlah emiten.

 

ASII Tender Sukarela Saham AUTO Pada Harga Rp 3.600
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:12 WIB

ASII Tender Sukarela Saham AUTO Pada Harga Rp 3.600

Dalam penawaran ini, PT Astra International Tbk (ASII) berencana membeli saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) paling banyak 238.442.293 lembar.

CSRA Tebar Dividen Interim Hingga Rp 30,75 Miliar
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:04 WIB

CSRA Tebar Dividen Interim Hingga Rp 30,75 Miliar

 PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) membagikan dividen interim sebesar Rp 30,75 miliar dari buku tahun 2026.

Prospek Saham MTEL: Peluang dari 5G, FWA, Fiber Optik, dan Konsolidasi Menara
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:19 WIB

Prospek Saham MTEL: Peluang dari 5G, FWA, Fiber Optik, dan Konsolidasi Menara

Sekitar separuh menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) telah terhubung dengan jaringan serat optik. 

Martina Berto (MBTO) Bidik Pertumbuhan Penjualan 24%
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:53 WIB

Martina Berto (MBTO) Bidik Pertumbuhan Penjualan 24%

Bisnis jasa manufaktur atau maklon untuk industri kosmetik turut menambah pundi-pundi PT Martina Berto Tbk (MBTO). 

Rumor Temuan Manipulasi Harga Pengaruhi MSCI & FTSE, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Rumor Temuan Manipulasi Harga Pengaruhi MSCI & FTSE, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Yang ditakutkan pasar, temuan manipulasi bisa memengaruhi perlakuan MSCI dan FTSE tepat menjelang keputusan November mendatang.

Produksi CPO Cisadane Sawit Raya (CSRA) Ditopang Tiga Pabrik
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Produksi CPO Cisadane Sawit Raya (CSRA) Ditopang Tiga Pabrik

PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) membidik volume produksi minyak sawit mentah tumbuh 31% di sepanjang tahun ini

Dihadang Bea Keluar, Ekspor Emas Indonesia Anjlok
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:38 WIB

Dihadang Bea Keluar, Ekspor Emas Indonesia Anjlok

Prospek kinerja emiten sektor emas tetap solid karena harga emas masih bertahan di atas US$ 4.000 per ons troi.

Menakar Prospek GJTL di Tengah Rencana Bangun Pabrik Ban EV Senilai Rp 10 Triliun
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Menakar Prospek GJTL di Tengah Rencana Bangun Pabrik Ban EV Senilai Rp 10 Triliun

GJTL masih harus menghadapi persaingan dengan produsen ban asal China yang menawarkan harga lebih murah.​

INDEKS BERITA

Terpopuler