Pergerakan Rupiah Hari Ini (9/8) akan Terimbas Data Impor China

Selasa, 09 Agustus 2022 | 04:40 WIB
Pergerakan Rupiah Hari Ini (9/8) akan Terimbas Data Impor China
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah hari ini diperkirakan minim sentimen, sehingga akan cenderung bergerak mendatar. Kemarin, kurs spot rupiah ditutup menguat 0,12% ke Rp 14.876 per dollar Amerika Serikat (AS). Tapi, kurs Jisdor turun tipis 0,07% menjadi Rp 14.975 per dollar AS. 

Analis DCFX Lukman Leong menjelaskan, positifnya data produk domestik bruto (PDB) kuartal II-2022 menjadi modal berharga bagi gerak rupiah dalam jangka pendek.  "Selasa (9/8), dollar AS masih akan mendatar karena pasar menanti rilis data inflasi AS Juli yang diperkirakan menurun," ujar Lukman. 

Baca Juga: Risk Appetite Makin Baik, Rupiah Berpeluang Menguat pada Perdagangan Selasa (9/8)

Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C. Permana meyakini, risk appetite investor asing ke pasar emerging kembali membaik. Ditambah, China berhasil mencatatkan kenaikan data impor. 

Fikri menilai, naiknya impor China akan diikuti naiknya ekspor Indonesia. Alhasil, kepercayaan investor menguat. "Ini tercermin dari net buy asing di pasar saham maupun SBN beberapa hari terakhir," ujar dia. 

Fikri memprediksi kurs rupiah akan menguat terbatas antara Rp 14.800-Rp 14.950. Lukman memperkirakan, rupiah akan bergerak di area Rp 14.770-Rp 14.970 per dollar AS.

Baca Juga: Rupiah Jisdor Melemah 0,07% ke Rp 14.915 Per Dolar AS Pada Senin (8/8)

Bagikan

Berita Terbaru

Menakar Saham-saham Otomotif Pilihan Ditengah Potensi Perbaikan Permintaan
| Rabu, 04 Februari 2026 | 18:06 WIB

Menakar Saham-saham Otomotif Pilihan Ditengah Potensi Perbaikan Permintaan

Total penjualan mobil roda empat pada tahun lalu tercatat mencapai 803.687 unit, turun 7,2% YoY, sementara penjualan ritel melemah 6,3% YoY.

Harga Minyak Dunia Memanas, Ini Saham-saham yang Berpotensi Kena Imbas
| Rabu, 04 Februari 2026 | 17:25 WIB

Harga Minyak Dunia Memanas, Ini Saham-saham yang Berpotensi Kena Imbas

Harga minyak dunia kembali memanas pada perdagangan hari ini, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

A$1,6 Triliun Dana Pensiun Australia Siap Guyur RI, Ini Proyek Incaran!
| Rabu, 04 Februari 2026 | 14:59 WIB

A$1,6 Triliun Dana Pensiun Australia Siap Guyur RI, Ini Proyek Incaran!

Misi bisnis Australia lebih konkret, dengan investor institusi A$ 1,6 triliun mencari peluang di Indonesia. Pahami mengapa mereka tertarik.

Hubungan Dagang Australia–Indonesia Menguat, Investasi Energi Hijau Jadi Fokus
| Rabu, 04 Februari 2026 | 14:41 WIB

Hubungan Dagang Australia–Indonesia Menguat, Investasi Energi Hijau Jadi Fokus

Hubungan ekonomi Indonesia-Australia makin solid. Austrade ungkap potensi investasi di energi hijau, SDM, dan hilirisasi. Cek sektor prioritasnya!

Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA Menggoda
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:35 WIB

Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA Menggoda

Total penjualan lahan industri PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sepanjang tahun 2025 tembus 84 hektare (ha).

Batas Atas Investasi Asuransi & Dapen di Saham Naik, Penegak Hukum Harus Paham Pasar
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:05 WIB

Batas Atas Investasi Asuransi & Dapen di Saham Naik, Penegak Hukum Harus Paham Pasar

Investasi dapen dan asuransi bisa menjadi buffer namun mereka harus diberikan kepastian hukum agar tak jadi korban di kemudian hari.

Seminggu Terbang 23%, Saham Samator (AGII) Jadi Primadona di Tengah Pasar yang Labil
| Rabu, 04 Februari 2026 | 08:14 WIB

Seminggu Terbang 23%, Saham Samator (AGII) Jadi Primadona di Tengah Pasar yang Labil

Permintaan gas industri mayoritas datang dari pelanggan tetap dengan kontrak jangka menengah hingga panjang.

Fundamental Kuat, Prospek Phapros (PEHA) Masih Sehat
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:42 WIB

Fundamental Kuat, Prospek Phapros (PEHA) Masih Sehat

Prospek PT Phapros Tbk (PEHA) pada 2026 dinilai semakin membaik seiring perbaikan fundamental kinerja dan fokus bisnis ke produk bermargin tinggi.

MSCI Effect Menghantam Saham Konglomerasi, Duo Indofood ICBP dan INDF Justru Menari
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:39 WIB

MSCI Effect Menghantam Saham Konglomerasi, Duo Indofood ICBP dan INDF Justru Menari

Jauh sebelum badai MSCI menghantam IHSG, saham INDF dan ICBP sejatinya sudah berada di fase bearish.

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Menuntaskan Akuisisi Saham PADA
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:37 WIB

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Menuntaskan Akuisisi Saham PADA

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) telah membeli sekitar 1,68 juta saham PADA di harga Rp 63 per saham.  

INDEKS BERITA

Terpopuler