Pergerakan Rupiah Terimbas Kekhawatiran Stimulus China

Selasa, 20 Juni 2023 | 04:25 WIB
Pergerakan Rupiah Terimbas Kekhawatiran Stimulus China
[]
Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah ditutup melemah pada Senin (19/6). Rupiah diperkirakan melanjutkan pelemahan Selasa (20/6).

Kemarin rupiah di pasar spot melemah 0,37% ke Rp 14.995. Kurs rupiah Jisdor juga melemah 0,33% ke Rp 14.994.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, rupiah melemah karena sentimen risk-off mendominasi pasar keuangan Asia, sekalipun pasar Amerika Serikat (AS) libur hari ini. Sentimen tersebut didorong kekhawatiran penundaan pengumuman stimulus China yang seharusnya Jumat lalu (16/6). 

Baca Juga: Ekonom Kompak Prediksikan BI akan Menahan Suku Bunga Acuan 5,75%

Selain itu, meski The Fed menahan suku bunga pada pertemuan FOMC Juni 2023 pada level 5%-5,25%, namun diprediksi akan menaikkan bunga dua kali lagi di tahun ini. 

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebut di pekan ini pelaku pasar akan mencermati data perumahan AS, klaim pengangguran awal dan neraca berjalan AS. Dia percaya, The Fed masih mempertahankan pengetatan kebijakan moneter di 2023. 

Ibrahim memproyeksikan, rupiah akan melemah di Rp 14.980 – Rp 15.060, Selasa (20/6). Prediksi Josua, rupiah melemah di Rp 14.950 – Rp 15.050 per dollar AS. 

Baca Juga: Tak Berdaya, Rupiah Jisdor Melemah ke Rp 14.994 Per Dolar AS Pada Senin (19/6)
 

Bagikan

Berita Terbaru

2026 Masih Menantang, Leasing Ambil Sikap Konservatif
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:12 WIB

2026 Masih Menantang, Leasing Ambil Sikap Konservatif

Penjualan otomotif diprediksi belum benar-benar pulih, kendati lebih baik dari 2025. Ini mempengaruhi strategi leasing

Adhi Karya (ADHI) Menyelesaikan Hunian di Aceh Tamiang
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:46 WIB

Adhi Karya (ADHI) Menyelesaikan Hunian di Aceh Tamiang

Melalui pembangunan nonstop selama enam hari, Rumah Hunian Danantara Tahap I berhasil diselesaikan dan terus dikejar untuk tahap selanjutnya

Hati-Hati Kripto Masih Rentan Terkoreksi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:15 WIB

Hati-Hati Kripto Masih Rentan Terkoreksi

Hingga saat ini sentimen utama yang mempengaruhi pasar masih berkisar pada kondisi likuiditas global.

Investasi Jangka Panjang Ala Edwin Pranata CEO RLCO: Kiat Cuan Maksimal
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:00 WIB

Investasi Jangka Panjang Ala Edwin Pranata CEO RLCO: Kiat Cuan Maksimal

Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata, berbagi strategi investasi jangka panjang yang fokus pada fundamental dan keberlanjutan kinerja.

Saham Perkapalan Meroket di Awal 2026, Cermati Rekomendasi Analis Berikut ini
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:44 WIB

Saham Perkapalan Meroket di Awal 2026, Cermati Rekomendasi Analis Berikut ini

Tak hanya pergerakan harga minyak global, tetapi kombinasi geopolitikal dan rotasi sektor turut mendorong kinerja harga saham emiten perkapalan.

Silang Sengkarut Dana Haji Khusus
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:14 WIB

Silang Sengkarut Dana Haji Khusus

BPKH hanya menjalankan mandat sesuai regulasi dan tidak memiliki kewenangan mencairkan dana tanpa instruksi resmi dari kementerian teknis.

Manufaktur Terkoreksi, Namun Tetap Ekspansi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:12 WIB

Manufaktur Terkoreksi, Namun Tetap Ekspansi

Ekspansi manufaktur masih ditopang oleh pertumbuhan permintaan baru.                                      

Nina Bobok Stabilitas
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:11 WIB

Nina Bobok Stabilitas

Jangan sampai stabilitas 2026 sekadar ketenangan semu sebelum kemerosotan daya beli benar-benar menghantam fondasi ekonomi kita.

Meja Judi Dunia Berpindah, Peta Bisnis Judi Global Berubah
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:09 WIB

Meja Judi Dunia Berpindah, Peta Bisnis Judi Global Berubah

Menurut Vitaly Umansky, analis senior sektor perjudian global di Seaport Research Partners, potensi pertumbuhan Makau masih besar.

Miskonsepsi Pertumbuhan Ekonomi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 05:26 WIB

Miskonsepsi Pertumbuhan Ekonomi

Perpindahan pekerjaan menuju sektor bernilai tambah tinggi menjadi keharusan, dan sistem keuangan harus mendorong kredit produktif.

INDEKS BERITA

Terpopuler