Pergerakan Saham ULTJ Terkerek oleh Sentimen Menkeu Baru yang Pro MBG

Rabu, 16 September 2026 | 05:52 WIB
Pergerakan Saham ULTJ Terkerek oleh Sentimen Menkeu Baru yang Pro MBG
[ILUSTRASI. Susu PT Ultrajaya Milk Industries Tbk (ULTJ) (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)]
Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan saham PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Co. Tbk (ULTJ) dalam dua hari terakhir menyedot perhatian pasar. Pada perdagangan Senin (14/9/2026) saham ULT naik 13,58% ke Rp 1.715 per saham dan kembali naik 4,96% pada akhir perdagangan Selasa (15/9/2022) ke posisi Rp level 1.800 per saham. Selain faktor fundamental, penunjukan Menteri Keuangan (Menkeu) baru juga menjadi katalis positif saham ULTJ.

Seperti diketahui, pada era Menkeu Purbaya Yudi Sadewa anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipangkas dari awalnya Rp 330 triliun diturunkan menjadi Rp 270 triliun, lalu kembali diturunkan kembali menjadi Rp 240 pada tahun depan. Bahkan sebelum diganti rencananya anggaran MBG akan diturunkan menjadi Rp 229 triliun atau bahkan di bawah Rp 200 triliun.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Antrean BBM
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Antrean BBM

Jika audit membuktikan kelalaian manajerial, sanksi harus dijatuhkan, termasuk evaluasi terhadap pejabat yang gagal menjalankan tugasnya.

Pencairan Restitusi Pertimbangkan Setoran Pajak
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:08 WIB

Pencairan Restitusi Pertimbangkan Setoran Pajak

Pemerintah masih harus mengumpulkan penerimaan sekitar Rp 750,1 triliun di Oktober hingga Desember 2026 untuk mencapai target

Awas Tekanan Subsidi Energi di Akhir Tahun
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:03 WIB

Awas Tekanan Subsidi Energi di Akhir Tahun

Lonjakan harga minyak dan pelemahan rupiah berisiko membuat anggaran subsidi bengkak                

Dolar AS Melemah, Harga Logam Mulia Kompak Merekah
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Dolar AS Melemah, Harga Logam Mulia Kompak Merekah

Harga logam mulia kompak menguat pada perdagangan Kamis (15/10). Pelemahan dolar AS dan imbal hasil US Treasury menjadi penopang harga.

Sinyal Lampu Kuning dari Bunga Utang Pemerintah
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:57 WIB

Sinyal Lampu Kuning dari Bunga Utang Pemerintah

Tahun depan, bunga utang yang akan dibayarkan pemerintah mencapai Rp 650,31 triliun,  setara 18,93% terhadap pendapatan negara 2027

Menelisik Jejak Cicil Technologies, Investor Singapura yang Berencana Masuk ke POLA
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:50 WIB

Menelisik Jejak Cicil Technologies, Investor Singapura yang Berencana Masuk ke POLA

Cicil Technologies akan membeli 30% saham PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) dari tangan PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL).

Artotel Menambah Portofolio Hotel Baru
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Artotel Menambah Portofolio Hotel Baru

Selain mengandalkan pasar wisata, Artotel Wanasaba juga membidik kebutuhan pertemuan bisnis dan kegiatan MICE.

Mengurai Risiko dan Peluang Kredit Data Center
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Mengurai Risiko dan Peluang Kredit Data Center

Bisnis data center membuka peluang kredit baru bagi perbankan, meski risiko tinggi menuntut penyaluran yang selektif.

 Pendapatan Komisi Jadi Penyelamat Kinerja Perbankan
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:10 WIB

Pendapatan Komisi Jadi Penyelamat Kinerja Perbankan

Di tengah tekanan pendapatan bunga, perbankan menggenjot pendapatan komisi untuk menopang pertumbuhan kinerja.

Mengail Cuan dari Unitlink Saham Valas
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:10 WIB

Mengail Cuan dari Unitlink Saham Valas

Infovesta mencatat, Infovesta Equity Unit Linked Index turun 9,64% secara year to date (YtD) hingga kuartal III-2026

INDEKS BERITA