Peringatan FBI dan MI5: Ancaman Mata-Mata China Terus Berkembang

Jumat, 08 Juli 2022 | 09:06 WIB
Peringatan FBI dan MI5: Ancaman Mata-Mata China Terus Berkembang
[ILUSTRASI. Kapal intelijen China, Haiwangxing, beroperasi di dekat pantai Australia dalam gambar selebaran ini yang dirilis 13 Mei 2022. Departemen Pertahanan Australia/Handout via REUTERS]
Reporter: Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - LONDON. Jarang terjadi, badan intelijen Inggris dan Amerika Serikat (AS) bertemu. Mereka memperingatkan, peningkatan aktivitas mata-mata komersial China di Barat.

Berbicara di hadapan pejabat dan eksekutif bisnis di markas MI5, London, Direktur Jenderal MI5, Ken McCallum dan Direktur FBI, Chris Wray mengatakan, ancaman dari mata-mata China terus berkembang.

Menurut McCallum, MI5 memperluas operasi yang berfokus pada China. "Kami menjalankan investigasi tujuh kali lebih banyak dibanding tahun 2018. Kami berencana  memperluas sebanyak itu lagi, sambil mempertahankan upaya signifikan melawan ancaman rahasia Rusia dan Iran," katanya, Rabu (6/7), seperti dikutip dari Channel News Asia.

Baca Juga: Ini Ambisi Besar Vladimir Putin di Ukraina Menurut Intelijen Amerika

Sementara Wray menegaskan, ancaman China adalah bahaya yang kompleks, abadi dan meluas bagi AS dan Inggris, serta sekutu lain. "Mereka bersiap mencuri teknologi Anda, apapun yang membuat industri Anda bergerak, dan menggunakannya untuk melemahkan bisnis Anda dan mendominasi pasar Anda," terang Wray.

China tentu saja membantah. "Mereka menyebarkan segala macam kebohongan untuk mencoreng sistem politik China," kata Juru bicara Kedutaan Besar China untuk Inggris.

Baca Juga: Intelijen Inggris Sebut Perang di Ukraina Telan Korban Hingga 20.000 Tentara Rusia  

Bagikan

Berita Terbaru

Pasar Mobil Tiongkok Terdorong Mobil Listrik
| Kamis, 16 April 2026 | 04:10 WIB

Pasar Mobil Tiongkok Terdorong Mobil Listrik

Penjualan dari kelompok merek China di segmen yang sama tercatat sebanyak 36.875 unit atau menguasai 17,6% dari total pasar domestik.

Perang di Berbagai Belahan Dunia, Ekspor Senjata AS Melonjak
| Rabu, 15 April 2026 | 22:07 WIB

Perang di Berbagai Belahan Dunia, Ekspor Senjata AS Melonjak

Amerika Serikat kuasai 42% ekspor senjata global, naik 27%! Eropa jadi pasar utama. Siapa paling diuntungkan dari tensi geopolitik?

Menilik Tambang Mineral DEWA yang Mengincar Izin Operasi Produksi dan Berencana IPO
| Rabu, 15 April 2026 | 19:02 WIB

Menilik Tambang Mineral DEWA yang Mengincar Izin Operasi Produksi dan Berencana IPO

Manajemen PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengemukakan rencananya untuk membawa anak usahanya PT Gayo Mineral Resources melantai di Bursa Efek Indonesia

HPM Nikel Baru Efektif Berlaku, Produsen Bahan Baku Baterai NCKL dan MBMA Tertekan
| Rabu, 15 April 2026 | 15:20 WIB

HPM Nikel Baru Efektif Berlaku, Produsen Bahan Baku Baterai NCKL dan MBMA Tertekan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai efektif menerapkan Harga Patokan Mineral (HPM) baru untuk nikel dan bauksit.

Pemerintah Siapkan Pembelaan Tuduhan AS
| Rabu, 15 April 2026 | 11:00 WIB

Pemerintah Siapkan Pembelaan Tuduhan AS

Pemerintah akan menyerahkan dokumen submission comment paling lambat 15 April 2026                  

Geser Strategi dan Menggenjot 5G, EXCL Berpeluang Besar Mencetak Laba
| Rabu, 15 April 2026 | 10:13 WIB

Geser Strategi dan Menggenjot 5G, EXCL Berpeluang Besar Mencetak Laba

Tekanan terhadap bottom line masih bersifat sementara dan mencerminkan fase transisi menuju efisiensi operasional.

ADB Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI Stabil di 5,2%
| Rabu, 15 April 2026 | 09:54 WIB

ADB Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI Stabil di 5,2%

Proyeksi pertumbuhan ekonomi RI oleh ADB masih di bawah target pemerintah yang sebesar 5,4% pada tahun ini

Target Tax Ratio 2026 Masih Sulit Tercapai
| Rabu, 15 April 2026 | 09:47 WIB

Target Tax Ratio 2026 Masih Sulit Tercapai

Presiden Prabowo Subianto ingin rasio pajak alias tax ratio Indonesia pada tahun ini mencapai 13%   

Ongkos BI untuk Angkat Rupiah Makin Mahal
| Rabu, 15 April 2026 | 09:15 WIB

Ongkos BI untuk Angkat Rupiah Makin Mahal

Bank Indonesia mengintensifkan frekuensi lelang hingga mengerek imbal hasil SRBI                    

Fundamental Rentan, Rupiah Kian Terbenam
| Rabu, 15 April 2026 | 08:32 WIB

Fundamental Rentan, Rupiah Kian Terbenam

Rupiah menyentuh rekor terburuk Rp17.127 per dolar AS. Pelemahan bukan hanya karena perang, tetapi rapuhnya fondasi domestik. 

INDEKS BERITA

Terpopuler