Perundingan dagang RCEP sepakati klausul penyelesaian sengketa

Rabu, 31 Oktober 2018 | 12:50 WIB
Perundingan dagang RCEP sepakati klausul penyelesaian sengketa
[ILUSTRASI. ilustrasi ekspor impor]
Reporter: Abdul Basith | Editor: Yuwono triatmojo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perundingan dagang multilateral dalam wadah Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) atawa kerjasama ekonomi komprehensif regional terus bergulir. Perjanjian dagang yang melibatkan 10 negara ASEAN serta enam negara lain, yakni Jepang, China, Korea, India, Australia, dan Selandia Baru tersebut, berhasil menyelesaikan Bab Penyelesaian Sengketa.

Penyelesaian bab di perundingan RCEP ini menjadi momentum bagi semua negara, termasuk Indonesia untuk memperbaiki neraca perdagangan dengan negara anggota RCEP. Adapun saat ini neraca perdagangan Indonesia dengan negara mitra anggota RCEP yang masih defisit seperti dengan China, Australia, Thailand, Singapura, dan Selandia Baru.

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.

Berlangganan dengan Google

Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.

Kontan Digital Premium Access

Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari

Rp 120.000
Business Insight

Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan

-
Bagikan

Berita Terbaru

Berburu Safe Haven
| Senin, 07 April 2025 | 06:14 WIB

Berburu Safe Haven

India, Vietnam, Kamboja bahkan sudah meneken kebijakan investasi, ekspor, impor yang mudah bagi Amerika Serikat.

Likuiditas Perbankan pada Fase Mengkhawatirkan
| Senin, 07 April 2025 | 06:10 WIB

Likuiditas Perbankan pada Fase Mengkhawatirkan

LDR tertinggi tercatat pada BNI yang mencapai 95,7% per Februari 2025, meskipun menurun dari 98,8% pada bulan sebelumnya​

Ancaman PHK Akibat Kebijakan Tarif Trump
| Senin, 07 April 2025 | 06:00 WIB

Ancaman PHK Akibat Kebijakan Tarif Trump

Kalangan pengusaha dan pekerja meminta kepada pemerintah untuk segera antisipasi kebijakan Amerika Serikat.

Potensi Inflasi Meroket Pasca Diskon Tarif Listrik Usai
| Senin, 07 April 2025 | 06:00 WIB

Potensi Inflasi Meroket Pasca Diskon Tarif Listrik Usai

Inflasi Indonesia pada bulan Maret 2025 diperkirakan bisa melampaui angka 1,5% secara bulanan dipicu kebijakan tarif listrik

Kerek Produksi, Bukit Asam (PTBA) Antisipasi Tren Harga Batubara
| Senin, 07 April 2025 | 06:00 WIB

Kerek Produksi, Bukit Asam (PTBA) Antisipasi Tren Harga Batubara

Melemahnya permintaan batubara antara lain disebabkan penurunan impor batubara oleh China karena peningkatan produksi domestik.

Ekonomi Lesu, Industri Antisipasi Kredit Macet Naik Tinggi Selepas Idulfitri
| Senin, 07 April 2025 | 05:40 WIB

Ekonomi Lesu, Industri Antisipasi Kredit Macet Naik Tinggi Selepas Idulfitri

Momen Idulfitri biasa diikuti kenaikan rasio kredit macet di berbagai sektor industri jasa  keuangan. 

Revitalisasi Diplomasi Perdagangan
| Senin, 07 April 2025 | 05:35 WIB

Revitalisasi Diplomasi Perdagangan

Indonesia harus memperkuat posisi dengan mengembangkan aliansi strategis bersama negara berkembang yang memiliki kepentingan serupa.

Pasar Indonesia Mewaspadai Efek Kebijakan Trump
| Senin, 07 April 2025 | 05:15 WIB

Pasar Indonesia Mewaspadai Efek Kebijakan Trump

Ada kemungkinan aksi jual besar-besaran bakal terjadi dan menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat bursa saham buka kembali Selasa (8/4).

Kinerja Emiten Nikel Masih Dibayangi Tekanan Oversupply
| Senin, 07 April 2025 | 05:10 WIB

Kinerja Emiten Nikel Masih Dibayangi Tekanan Oversupply

Emiten di sektor pertambangan nikel masih menghadapi tantangan cukup berat seiring risiko volatilitas harga komoditas nikel di pasar global.

Tarif Timbal Balik Presiden Donald Trump Bakal Menekan Setoran Pajak RI
| Senin, 07 April 2025 | 05:00 WIB

Tarif Timbal Balik Presiden Donald Trump Bakal Menekan Setoran Pajak RI

Tarif resiprokal akan berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap penerimaan pajak Indonesia pada tahun ini

INDEKS BERITA

Terpopuler