PP Presisi (PPRE) Fokus Membidik Proyek Pertambangan Tahun Depan

Kamis, 08 Desember 2022 | 08:20 WIB
PP Presisi (PPRE) Fokus Membidik Proyek Pertambangan Tahun Depan
[ILUSTRASI. Pertambangan nikel dengan kontraktor PT PP Presisi Tbk (PPRE).]
Reporter: Venny Suryanto | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kencangnya guyuran anggaran infrastruktur turut mengokohkan prospek bisnis PT PP Presisi Tbk (PPRE). Emiten Grup PTPP ini membidik kontrak baru akan meningkat 30%-40% pada tahun depan. PPRE mengharapkan kontrak baru pada tahun ini senilai Rp 5,9 triliun.

Corporate Secretary PP Presisi, Adelia Auliyanti, mengatakan, target pertumbuhan kinerja tahun 2023 akan menjadi fokus puncak dari pembangunan infrastruktur di Indonesia. Nah, tahun depan akan menjadi awal tahun menjelang Pemilu 2024.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Pekan Krusial Bagi Pasar Modal
| Senin, 15 Juni 2026 | 06:31 WIB

Pekan Krusial Bagi Pasar Modal

Dengan empat hari perdagangan efektif, ada sederet agenda penting yang berpotensi menentukan arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kenaikan Saham Bank Masih Bersifat Sementara
| Senin, 15 Juni 2026 | 06:20 WIB

Kenaikan Saham Bank Masih Bersifat Sementara

Reli saham bank besar pekan lalu belum menjadi sinyal pembalikan tren. Meski harga melonjak dua digit, investor asing masih belum kembali 

Kenaikan Harga BBM Menambah Tekanan di Bisnis Kredit Konsumer
| Senin, 15 Juni 2026 | 06:20 WIB

Kenaikan Harga BBM Menambah Tekanan di Bisnis Kredit Konsumer

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan menambah tekanan pada kredit konsumer di tengah daya beli masyarakat yang kini sudah lesu

Beban Klaim Penjaminan Semakin Berat
| Senin, 15 Juni 2026 | 05:30 WIB

Beban Klaim Penjaminan Semakin Berat

Perusahaan penjaminan membayar klaim Rp 2,75 triliun per April 2026, alias naik 17,45% secara tahunan. 

PT Timah (TINS) Alokasikan Dana Belanja Rp 450 Miliar
| Senin, 15 Juni 2026 | 05:20 WIB

PT Timah (TINS) Alokasikan Dana Belanja Rp 450 Miliar

Keputusan ini sejalan dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menetapkan dividend payout ratio sebesar 50%.

IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Sektor & Saham Ini Cuan Paling Kencang
| Senin, 15 Juni 2026 | 04:50 WIB

IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Sektor & Saham Ini Cuan Paling Kencang

IHSG menguat 7,38% menjadi 6.007,66 dalam sepekan periode 8-12 Juni 2026. IHSG melonjak lagi setelah pekan lalu ditutup pada 5.594,77.

Urun Dana Yakin Tetap Dilirik Meski Suku Bunga Naik
| Senin, 15 Juni 2026 | 04:35 WIB

Urun Dana Yakin Tetap Dilirik Meski Suku Bunga Naik

Dengan karakteristik risiko yang lebih besar , industri securities crowdfunding yakin masih akan dilirik investor lewat tawaran imbal kompetitif.

Avia Avian (AVIA) Tetap Bidik Pertumbuhan 10%
| Senin, 15 Juni 2026 | 04:20 WIB

Avia Avian (AVIA) Tetap Bidik Pertumbuhan 10%

Target ini tidak berubah sejak awal tahun meskipun saat ini industri produksi cat menghadapi berbagai tantangan yang cukup berat.

Menggenjot Ekspor Produk dari Industri Manufaktur
| Senin, 15 Juni 2026 | 04:15 WIB

Menggenjot Ekspor Produk dari Industri Manufaktur

Pemerintah menargetkan untuk meningkatkan porsi ekspor produk manufaktur dari sekitar 20% menjadi 30% 

Bedah Rencana IPO Inaco (JELI): Laba Meroket 235%, Cek Rencana Ekspansinya
| Minggu, 14 Juni 2026 | 16:07 WIB

Bedah Rencana IPO Inaco (JELI): Laba Meroket 235%, Cek Rencana Ekspansinya

Harga penawaran saham perdana PT Niramas Utama Tbk (JELI) dipatok di rentang Rp 900 hingga Rp 1.120 per saham.

INDEKS BERITA

Terpopuler