Prediksi Defisit Neraca Transaksi Berjalan Melebar
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Melonjaknya harga minyak mentah global sekaligus melemahnya nilai tukar rupiah berisiko mengerek biaya impor Indonesia. Ini bisa berimbas terhadap defisit transaksi berjalan atawa current account deficit (CAD).
Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia Tbk Banjaran Surya Indrastomo memprediksi, CAD kuartal II-2026 akan melebar ke kisaran 0,8% dari produk domestik bruto (PDB). "Ini terutama didorong pola musiman repatriasi dividen dan pembayaran bunga utang luar negeri. Dengan posisi kurs di kisaran Rp 16.900 - Rp 17.000 per dolar AS, nominal arus kas keluar pada neraca pendapatan primer memberi tekanan lebih besar," tutur Banjaran.
