Prediksi Kurs Rupiah: Cenderung Tertekan Meski Ada Sedikit Peluang untuk Menguat

Kamis, 13 Februari 2020 | 05:10 WIB
Prediksi Kurs Rupiah: Cenderung Tertekan Meski Ada Sedikit Peluang untuk Menguat
[ILUSTRASI. Petugas menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika Serikat di salah satu money changer di Jakarta, Senin (13/1). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot menguat ke level Rp 13.673 per dolar AS. Rupiah menguat 0,72% dib]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keseriusan China mengatasi penyebaran virus corona sedikit mengangkat rupiah.

Pada perdagangan kemarin, Rabu (12/2), kurs rupiah di pasar spot menguat terbatas 0,01% menjadi Rp 13.674 per dollar Amerika Serikat (AS). Sementara kurs tengah rupiah Bank Indonesia menguat 0,19% menjadi Rp 13.659 per dollar AS.

Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf mengatakan, keseriusan pemerintah China menanggulangi virus corona membuat kekhawatiran akan penyebaran virus tersebut mereda.

Baca Juga: Restatement 2017, Tiga Pilar (AISA) Bukukan Rugi Rp 5 Triliun dan Defisiensi Modal

"Ada pernyataan dari ahli epidemi China menyebut penyebaran virus korona akan berakhir April. Investor sudah kembali beralih ke aset berisiko," kata dia, kemarin.

Namun hari ini, Alwi memperkirakan nilai tukar rupiah akan sedikit tertekan. Alwi memprediksi kurs rupiah akan bergerak dengan kisaran Rp 13.645- Rp 13.705 per dollar AS.

Baca Juga: Proyeksi IHSG: Masih Berjuang di Bawah 6.000

Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak pada rentang Rp 13.680-Rp 13.700 per dollar AS. Kurs rupiah akan bergerak cenderung melemah.

Lana menilai, secara teknikal, nilai tukar rupiah sudah terlampau murah. Dengan demikian, investor kembali banyak mengalihkan asetnya kembali ke dollar AS. Karena itu, meskipun rupiah memiliki peluang menguat, penguatan yang terjadi tidak akan terlalu besar.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Rasio Klaim Asuransi Kredit Masih Enggan Turun
| Jumat, 09 Januari 2026 | 04:50 WIB

Rasio Klaim Asuransi Kredit Masih Enggan Turun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga Oktober 2025 rasio klaim asuransi kredit terpakir di level 85,5%. 

IHSG Turun dari Rekor, Intip Prediksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini (9/1)
| Jumat, 09 Januari 2026 | 04:50 WIB

IHSG Turun dari Rekor, Intip Prediksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini (9/1)

IHSG turun setelah menguat enam hari perdagangan beruntun. Padahal, IHSG juga sempat menyentuh ATH baru di level 9.002,92 di awal perdagangan.

Unilever Melepas Satu per Satu Aset Lama
| Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45 WIB

Unilever Melepas Satu per Satu Aset Lama

Puncaknya terlihat dari keputusan UNVR melepas bisnis teh yang pernah mereka akuisisi pada awal 2000-an.

 Biaya Provisi Naik, Sinyal Risiko Pemburukan Kualitas Kredit Belum Reda
| Jumat, 09 Januari 2026 | 04:40 WIB

Biaya Provisi Naik, Sinyal Risiko Pemburukan Kualitas Kredit Belum Reda

Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat beban pencadangan mencapai Rp 37,8 triliun di 11 bulan 2025, naik 6,52% secara tahunan.

Menambah Daya Gedor Fiskal di 2026
| Jumat, 09 Januari 2026 | 04:30 WIB

Menambah Daya Gedor Fiskal di 2026

Belanja langsung memungkinkan pemerintah pusat menjaga momentum fiskal, terutama ketika ekonomi membutuhkan stimulus cepat.

Bank Main Aman di Wilayah SRBI
| Jumat, 09 Januari 2026 | 04:30 WIB

Bank Main Aman di Wilayah SRBI

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, kepemilikan bank di SRBI per November 2025 menembus Rp 618 triliun

Soechi Lines (SOCI) Pacu Bisnis Pelayaran dan Galangan Kapal
| Jumat, 09 Januari 2026 | 04:20 WIB

Soechi Lines (SOCI) Pacu Bisnis Pelayaran dan Galangan Kapal

Pada 2025, Soechi Lines mengakuisisi kapal tanker Liquefied Natural Gas (LNG) dan kapal medium range.

Securities Crowdfunding Pilih UMKM Sektor Defensif
| Jumat, 09 Januari 2026 | 04:15 WIB

Securities Crowdfunding Pilih UMKM Sektor Defensif

iklim bisnis UMKM masih akan cukup menantang, sehingga penyelenggara securities crowdfunding akan lebih selektif dalam memilah penerbit efek. 

UNVR Fokus Bisnis Inti, Aset Hasil Akuisisi Lama Satu per Satu Dilepas
| Kamis, 08 Januari 2026 | 19:59 WIB

UNVR Fokus Bisnis Inti, Aset Hasil Akuisisi Lama Satu per Satu Dilepas

Unilever global mendorong anak usahanya, termasuk di Indonesia, untuk lebih fokus pada core business dengan profitabilitas yang lebih stabil.

Rating Overweight Warnai Sektor Konsumer, Apa Artinya Untuk MYOR, INDF, Hingga UNVR?
| Kamis, 08 Januari 2026 | 18:02 WIB

Rating Overweight Warnai Sektor Konsumer, Apa Artinya Untuk MYOR, INDF, Hingga UNVR?

BRI Danareksa meyakini bahwa penyesuaian ke atas terhadap upah minimum akan memberikan dukungan tambahan terhadap daya beli rumah tangga.

INDEKS BERITA

Terpopuler