Prediksi Kurs Rupiah: Ditopang Stimulus Amerika Serikat

Senin, 30 Maret 2020 | 05:23 WIB
Prediksi Kurs Rupiah: Ditopang Stimulus Amerika Serikat
[ILUSTRASI. Petugas menghitung pecahan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu money changer di Jakarta, Senin (9/3). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah 0,08% ke level Rp 14.255 per dolar US di perdagangan hari Senin (9/3]
Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden AS Donald Trump resmi mengesahkan undang-undang paket stimulus US$ 2 triliun guna menanggulangi dampak virus corona, Jumat (27/3).

Efeknya, kurs rupiah akan menguat karena pasokan dollar AS bertambah di pasaran.

Baca Juga: Proyeksi IHSG: Rawan Profit Taking Meski Ada Potensi Penguatan

Kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede, indeks dollar AS cenderung melemah saat bank sentral lain juga kompak mengeluarkan stimulus.

Rupiah terangkat karena asing bisa kembali lagi ke pasar saham dan obligasi dalam negeri. Namun Josua mengingatkan, bertambahnya pasien virus corona di beberapa negara masih berpotensi menekan rupiah.

Baca Juga: Bergerak Volatil, Kurs Rupiah Masih Dipengaruhi Wabah Virus Corona

Adapun analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan, penguatan rupiah juga karena katalis positif dari penurunan harga minyak dunia. Karena itu, Faisyal memproyeksikan, rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp 15.800-Rp 16.200 per dollar AS. Sedangkan, Josua memproyeksikan, kurs rupiah akan bergerak di posisi Rp 16.050 hingga Rp 16.250.

Akhir pekan lalu, Jumat (27/3), rupiah di pasar spot menguat 0,83% ke Rp 16.170 per dollar AS. Sementara, kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga mencatat rupiah menguat 0,60% ke Rp 16.230 per dollar AS.

 

Bagikan

Berita Terbaru

IHSG Melonjak 1,93% Setelah 4 Hari Merana, Intip Prediksi Arah Hari Ini (2/4)
| Kamis, 02 April 2026 | 05:00 WIB

IHSG Melonjak 1,93% Setelah 4 Hari Merana, Intip Prediksi Arah Hari Ini (2/4)

Meski naik sehari, IHSG masih tercatat turun 1,61% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG juga masih melemah 16,91%.​

Klaim Kesehatan Mulai Terkendali
| Kamis, 02 April 2026 | 05:00 WIB

Klaim Kesehatan Mulai Terkendali

Rasio klaim asuransi masih di atas ambang sehat. Ketahui risiko terbaru yang bisa mengancam keberlanjutan produk Anda. 

Manufaktur Tertekan, Industri Butuh Dukungan
| Kamis, 02 April 2026 | 04:55 WIB

Manufaktur Tertekan, Industri Butuh Dukungan

PMI Manufaktur Indonesia Maret 2026 turun ke level 50,1 berdasarkan survei S&P Global               

Menyoal Perpres Protokol Perubahan IJEPA
| Kamis, 02 April 2026 | 04:51 WIB

Menyoal Perpres Protokol Perubahan IJEPA

Bagi petani dan kelompok tani, Protokol Perubahan IJEPA merupakan peluang ekonomi karena membuka jalan baru.

Bayang-Bayang Tekanan Fiskal Belum Mereda
| Kamis, 02 April 2026 | 04:35 WIB

Bayang-Bayang Tekanan Fiskal Belum Mereda

Menkeu Purbaya memperkirakan tambahan anggaran subsidi sebesar Rp 90 hingga Rp 100 triliun dalam rangka menahan harga BBM

Pembayaran Manfaat Dapen Meningkat
| Kamis, 02 April 2026 | 04:30 WIB

Pembayaran Manfaat Dapen Meningkat

Tekanan likuiditas meningkat seiring penuaan peserta.                                                 

Harga Aluminium Melonjak, Siapa Pemenangnya?
| Rabu, 01 April 2026 | 17:51 WIB

Harga Aluminium Melonjak, Siapa Pemenangnya?

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memberikan dorongan terhadap lonjakan harga aluminium global.

Harga Emas Turun Saat Musim Mudik, Inflasi Tahunan Maret 2026 Mencapai 3,48%
| Rabu, 01 April 2026 | 12:50 WIB

Harga Emas Turun Saat Musim Mudik, Inflasi Tahunan Maret 2026 Mencapai 3,48%

Emas perhiasan mengalami deflasi 1,17% MtM setelah 30 bulan inflasi. Fenomena langka ini ikut menekan inflasi Maret 2026.

Surplus Neraca Dagang Menyempit di Awal 2026, Defisit Migas Makin Menekan
| Rabu, 01 April 2026 | 12:35 WIB

Surplus Neraca Dagang Menyempit di Awal 2026, Defisit Migas Makin Menekan

Indonesia catat surplus dagang 70 bulan berturut-turut hingga Februari 2026. Namun, lonjakan impor jadi sinyal tekanan baru. Pahami dampaknya!

Dianggap tak Berdasar, Target Pertumbuhan Ekonomi 5,7% Pemerintah Kelewat Pede
| Rabu, 01 April 2026 | 09:45 WIB

Dianggap tak Berdasar, Target Pertumbuhan Ekonomi 5,7% Pemerintah Kelewat Pede

Dalam sepuluh tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan ekonomi pada kuartal yang beririsan dengan momen Lebaran hanya berkisar di 4,27% YoY.

INDEKS BERITA

Terpopuler