Prediksi Kurs Rupiah: Terjangkit Virus Corona

Selasa, 25 Februari 2020 | 05:02 WIB
Prediksi Kurs Rupiah: Terjangkit Virus Corona
[ILUSTRASI. Petugas menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika Serikat di salah satu money changer di Jakarta, Senin (13/1). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot menguat ke level Rp 13.673 per dolar AS. Rupiah menguat 0,72% dib]
Reporter: Muhammad Kusuma | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah melemah di awal pekan, kurs rupiah diprediksi kembali tertekan pada perdagangan hari ini, Selasa (25/2).

Kemarin, Senin (24/2), kurs rupiah di pasar spot melemah 0,81% ke level Rp 13.872 per dollar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Virus corona merebak di Timur Tengah, sudah enam negara terjangkit

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menilai, rupiah melemah karena virus corona terus menyebar ke pelbagai negara. "Jika penyebaran virus corona masih berlanjut, maka rupiah berpotensi melemah," terang Faisyal, Senin (24/1).

Senada, Ekonom Bank BCA David Sumual juga yakin, virus corona masih menjadi sentimen utama yang menekan pergerakan rupiah. Total kasus corona yang terkonfirmasi hingga kemarin malam 79.553, menurut data Johns Hopkins CSSE. Sedangkan total korban jiwa 2.628 orang.

Baca Juga: Proyeksi IHSG: Koreksi Masih Bisa Berlanjut

Efek virus corona ini berdampak bagi perekonomian global. Moody's memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi China pada tahun 2020 menjadi 5,2%. Artinya, negara yang menjadi mitra dagang China seperti Indonesia diprediksi ikut merasakan perlambatan ekonomi.

Faisyal memproyeksi, rupiah hari ini akan melemah dan bergerak di rentang Rp 13.810-Rp 13.960 per dollar AS. David juga memperkirakan rupiah melemah dan bergerak di kisaran Rp 13.850 hingga Rp 13.950 per dollar AS.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Geopolitik Guncang Pasar Minyak, Harga Kian Volatil di 2026
| Senin, 02 Februari 2026 | 06:15 WIB

Geopolitik Guncang Pasar Minyak, Harga Kian Volatil di 2026

Harga minyak WTI & Brent melonjak didorong tensi geopolitik. Analis sebut potensi naik hingga US$ 80/barel. Apa saja pemicunya?

Sinergi Rapuh
| Senin, 02 Februari 2026 | 06:10 WIB

Sinergi Rapuh

Sejarah ekonomi mengingatkan bahwa kemajuan yang diraih dengan menghancurkan independensi lembaga adalah kemajuan yang semu dan rapuh.

Nasib Rupiah Awal Pekan: Ini Prediksi & Faktor Penentu Fluktuasi
| Senin, 02 Februari 2026 | 06:00 WIB

Nasib Rupiah Awal Pekan: Ini Prediksi & Faktor Penentu Fluktuasi

Nilai tukar rupiah pekan lalu tertekan. Volatilitas tinggi diprediksi awal pekan ini karena sentimen asing dan data ekonomi penting.

Realisasi Investasi 25 KEK 2025 Capai Rp 82,5 Triliun
| Senin, 02 Februari 2026 | 05:40 WIB

Realisasi Investasi 25 KEK 2025 Capai Rp 82,5 Triliun

Secara kumulatif total investasi yang mengalir ke seluruh KEK hingga akhir 2025 telah menyentuh angka Rp 335 triliun.

Tera Data Indonusa (AXIO) Ingin Menjaga Pertumbuhan Bisnis
| Senin, 02 Februari 2026 | 05:20 WIB

Tera Data Indonusa (AXIO) Ingin Menjaga Pertumbuhan Bisnis

Manajemen AXIO memandang 2026 sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi bisnis, khususnya di segmen perangkat berbasis AI.

Harga Pangan Merangkak Naik Menjelang Ramadan
| Senin, 02 Februari 2026 | 05:20 WIB

Harga Pangan Merangkak Naik Menjelang Ramadan

Beberapa harga komoditas pangan mulai naik perlahan seperti harga cabai yang jadi sinyal awal volatilitas harga pangan menjelang Ramadan.

Tak Mudah Bagi Asuransi dan Dana Pensiun Menambah Porsi Investasi Saham
| Senin, 02 Februari 2026 | 05:15 WIB

Tak Mudah Bagi Asuransi dan Dana Pensiun Menambah Porsi Investasi Saham

Pemerintah berencana merevisi aturan investasi asuransi dan dana pensiun (dapen) agar bisa lebih aktif bertransaksi di bursa saham. 

Kawasan Meikarta Jadi Rumah Subsidi
| Senin, 02 Februari 2026 | 05:15 WIB

Kawasan Meikarta Jadi Rumah Subsidi

Status lahan untuk proyek rumah susun atau rusun subsidi dari Meikarta diklaim telah clean and clear.

Program Makan Bergizi Dorong Impor Pangan
| Senin, 02 Februari 2026 | 05:05 WIB

Program Makan Bergizi Dorong Impor Pangan

Kebutuhan bahan baku untuk program makan bergizi gratis atau MBG terus menanjak saban bulan termasuk daging sapi dan susu.

Harga Pangan Turun, Benarkah Mampu Redam Lonjakan Inflasi?
| Senin, 02 Februari 2026 | 04:50 WIB

Harga Pangan Turun, Benarkah Mampu Redam Lonjakan Inflasi?

Meskipun inflasi tahunan tinggi, harga pangan justru turun drastis. Cari tahu komoditas apa yang jadi penyeimbang di awal 2026.

INDEKS BERITA

Terpopuler