Produksi Minyak Semakin Anjok, Kini Hanya 561.000 Barel Per Hari

Senin, 15 Juli 2024 | 11:31 WIB
Produksi Minyak Semakin Anjok, Kini Hanya 561.000 Barel Per Hari
[ILUSTRASI. Aktivitas pekerja produksi migas Pertamina Hulu Energi.]
Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARRA. Di tengah upaya menggenjot produksi siap jual atau lifting minyak, produksi minyak di Indonesia justru terus mengalami penurunan hingga semester I-2024.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan, bahwa realisasi Pendapatan Sumber Daya Alam Migas pada semester I tahun 2024 mencapai Rp 55,50 triliun, atau 50,4% terhadap target APBN 2024. Realisasi itu terkontraksi 7,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Demi Ekspansi Emiten Ramai-Ramai Berutang, Awas, Beban Bunga Mengintai
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:36 WIB

Demi Ekspansi Emiten Ramai-Ramai Berutang, Awas, Beban Bunga Mengintai

Emiten sebaiknya disiplin memitigasi risiko dengan menjaga rasio leverage tetap sehat dan melakukan hedging bila perlu.

Pengelolaan Dana Nasabah Tajir Cerah
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:35 WIB

Pengelolaan Dana Nasabah Tajir Cerah

Simpanan jumbo melonjak 22,8% menjadi Rp 5.787 triliun Desember 2025, mendorong pertumbuhan AUM dan menggairahkan bisnis wealth management

Maju Mundur Mengungkap Data Pemilik Saham
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:34 WIB

Maju Mundur Mengungkap Data Pemilik Saham

Pada akhir Februari ini atau awal Maret 2026, BEI siap terapkan transparansi daftar saham yang terindikasi memiliki pemegang saham terkonsentrasi.

Rupiah Masih Sulit Bangkit  di Akhir Pekan Ini
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:30 WIB

Rupiah Masih Sulit Bangkit di Akhir Pekan Ini

Nilai tukar rupiah turun 0,25% terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (12/2), dipicu sentimen risk off. 

Korporasi Rajin Rilis Obligasi, Bankir Tetap Optimis Permintaan Kredit Tinggi
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:25 WIB

Korporasi Rajin Rilis Obligasi, Bankir Tetap Optimis Permintaan Kredit Tinggi

Korporasi beralih ke obligasi pada 2025, dengan penerbitan melonjak 89,9%. Namun, bank tetap optimistis penyaluran kredit kembali menguat 

Menjelang Libur Long Weekend Imlek, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (13/2)
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:23 WIB

Menjelang Libur Long Weekend Imlek, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (13/2)

Presiden Prabowo Subianto akan menggelar sarasehan ekonomi untuk menjelaskan kondisi perekonomian nasional.

Target Manajer Investasi di 2026: Dana Kelolaan Reksadana Diprediksi Terus Tumbuh
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:15 WIB

Target Manajer Investasi di 2026: Dana Kelolaan Reksadana Diprediksi Terus Tumbuh

AUM reksadana Indonesia capai rekor Rp 1.089 triliun awal 2026. Manajer investasi pasang target tinggi, cek potensi cuan Anda.

Sayang Konglomerat
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:10 WIB

Sayang Konglomerat

Ketika konglomerat mendapat ruang napas fiskal, masyarakat miskin justru tercekik oleh kebutuhan dasar yang tak terpenuhi.

Imlek dan Puasa Jadi Katalis Positif Kinerja Sido Muncul
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:00 WIB

Imlek dan Puasa Jadi Katalis Positif Kinerja Sido Muncul

SIDO diproyeksi raih laba Rp1,31 triliun pada 2026. Momentum Ramadan & Idul Fitri jadi katalis utama. 

Skenario Lalu Lintas di Tol Saat Mudik Lebaran
| Jumat, 13 Februari 2026 | 06:00 WIB

Skenario Lalu Lintas di Tol Saat Mudik Lebaran

Pemerintah masih menerapkan skenario lalu lintas saat mudik Lebaran nanti mulai dari one way, contra flow dan ganjil genap di jalur tol.

INDEKS BERITA

Terpopuler