Prospek Cerah Kawasan Industri dan Harga Saham SSIA

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:09 WIB
Prospek Cerah Kawasan Industri dan Harga Saham SSIA
[ILUSTRASI. Subang Smartpolitan - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) (Dok/SSIA)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) yang mulai mengalihkan pengembangan kawasan industri dari koridor Bekasi - Subang, dinilai tepat seiring dengan keluarnya pula RUU Kawasan Industri.

Asal tahu saja, Pemerintah mengusulkan berbagai insentif fiskal dalam RUU Kawasan Industri, mulai dari fasilitas PPh, PPN, PPnBM, bea masuk, hingga kemudahan perizinan dan investasi. Regulasi ini bertujuan meningkatkan daya saing kawasan industri Indonesia dan menarik lebih banyak investasi.

Sebagai pemain di kawasan industri, RUU ini menjadi katalis positif jangka menengah hingga panjang bagi SSIA. Meskipun masih menunggu pengesahan, arah kebijakan pemerintah menunjukkan dukungan yang lebih kuat terhadap pengembangan kawasan industri nasional, sehingga berpotensi menjadi sentimen positif bagi SSIA.

Lebih lanjut, SSIA juga telah mengambil langkah untuk mulai mengalihkan fokus pengembangan kawasan industrinya dari koridor Bekasi–Karawang menuju Subang melalui anak usahanya, PT Suryacipta Swadaya.

Seperti telah ditulis Kontan.co.id pada 6 Juli 2026 silam, Leni Wandira, General Manager Sales & Tenant Relations Suryacipta Binawati Dewi mengatakan, meski secara nasional tingkat okupansi kawasan industri baru mencapai 58,19%, pertumbuhan investasi masih terkonsentrasi di sejumlah kawasan industri utama seperti Bekasi dan Karawang. Kondisi tersebut membuat kawasan tersebut semakin padat dan memicu pergeseran ekspansi ke wilayah lain.

Baca Juga: Surya Semesta Internusa (SSIA) Bidik Pergeseran Pusat Industri

"Kalau sebelumnya industri cukup mencari lahan, sekarang mereka mencari ekosistem yang siap pakai, mulai dari logistik, tenaga kerja, hingga konektivitas global. Kebutuhan ini semakin sulit dipenuhi di kawasan yang sudah padat," ujarnya, dikutip KONTAN, Kamis (16/7).

Perubahan arah ekspansi ini, turut bertepatan dengan penguatan harga saham SSIA. Bila diperhatikan, pergerakan saham SSIA ini cukup konsisten dan apik karena terus berada di koridor hijau.

Pada penutupan pasar Kamis (16/7), SSIA kembali ditutup menguat 15,58% ke level Rp 1.780. Penguatan ini masih terus melanjutkan kenaikan harga yang terjadi dalam rentang mingguan, bulanan bahkan hingga sepanjang tahun berjalan 2026 alias year to date (YtD). Kenaikan harga yang terjadi dalam rentang tersebut masing-masing sudah setinggi 20,68%, 7,23% dan 5,95%.

Senior Investment Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gustapun melihat bahwa keputusan SSIA memperluas pengembangan kawasan industri ke Subang merupakan strategi yang tepat mengingat kawasan industri di Bekasi dan Karawang mulai menghadapi berbagai keterbatasan.

“Menurut saya, langkah SSIA untuk memperluas pengembangan kawasan industri ke Subang merupakan strategi yang cukup tepat. Saat ini kawasan industri di koridor Bekasi–Karawang mulai menghadapi keterbatasan lahan, kenaikan harga tanah, serta biaya operasional yang semakin tinggi. Kondisi tersebut mendorong investor mencari alternatif lokasi yang masih kompetitif,” ujar Nafan kepada KONTAN, Kamis (16/7).

Dia melanjutkan, perpindahan pusat pertumbuhan industri ke wilayah baru memang bukanlah sekadar tren sementara, tetapi sudah menjadi konsekuensi alami dari semakin matangnya kawasan industri lama.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Keracunan MBG Bisa ke Ranah Hukum
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 05:20 WIB

Keracunan MBG Bisa ke Ranah Hukum

Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap kasus keracunan di program MBG.

Data Ekonomi Domestik Bermunculan, Berikut Proyeksi IHSG Hari Ini, Kamis (6/8)
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 05:18 WIB

Data Ekonomi Domestik Bermunculan, Berikut Proyeksi IHSG Hari Ini, Kamis (6/8)

Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 5,29% dari 5,61% pada kuartal I-2026, tapi masih lebih baik daripada ekspektasi pasar.

Kemhan Usul Anggaran 2027 Menjadi Rp 334 Triliun
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 05:15 WIB

Kemhan Usul Anggaran 2027 Menjadi Rp 334 Triliun

Kemhan menjadi kementerian dengan usulan anggaran terbesar dalam pembahasan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2027.

Rehabilitasi Sumatra Sudah Menelan Anggaran Rp 37 Triliun
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 05:05 WIB

Rehabilitasi Sumatra Sudah Menelan Anggaran Rp 37 Triliun

Proses pemulihan wilayah Sumatra pascabencana banjir dan longsor masih terkendala banjir dan sedimentasi.

Kenaikan PMI Belum Jamin Lapangan Kerja
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 05:05 WIB

Kenaikan PMI Belum Jamin Lapangan Kerja

Para pelaku dunia usaha masih menunggu sinyal adanya permintaan lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Transaksi Digital Perbankan Melesat
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 05:00 WIB

Transaksi Digital Perbankan Melesat

Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 16,07 miliar transaksi atau tumbuh 36,88% secara tahunan.

IHSG Makin Kokoh di Atas 6.300, Bagaimana Prediksi Hari Ini (6/8)?
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 04:50 WIB

IHSG Makin Kokoh di Atas 6.300, Bagaimana Prediksi Hari Ini (6/8)?

IHSG mengakumulasi kenaikan 4,26% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG masih turun 26,55%.​

Pembiayaan Alat Berat Multifinance Masih Bertenaga
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 04:45 WIB

Pembiayaan Alat Berat Multifinance Masih Bertenaga

Outstanding pembiayaan alat berat oleh perusahaan leasing menembus Rp 54,57 triliun hingga Mei 2026, alias naik 16% secara tahunan.

Ruang Fiskal Jadi Ancaman Ekonomi
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 04:05 WIB

Ruang Fiskal Jadi Ancaman Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 tercatat 5,29%, melambat dari kuartal sebelumnya                

Anteng di Zona Hijau, Saham Gudang Garam (GGRM) Masih Layak Dikejar?
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Anteng di Zona Hijau, Saham Gudang Garam (GGRM) Masih Layak Dikejar?

Lonjakan laba GGRM merupakan kombinasi base effect dari basis laba semester I-2025 yang rendah dan perbaikan margin operasional.

INDEKS BERITA

Terpopuler