Proyeksi IHSG: Berpeluang Menguat

Rabu, 16 Oktober 2019 | 04:56 WIB
Proyeksi IHSG: Berpeluang Menguat
[ILUSTRASI. Proyeksi IHSG ]
Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di zona hijau. Selasa (15/10), IHSG menguat 0,51% ke 6.158,17. Asing juga masih mencatatkan jual bersih dengan nilai Rp 643,31 miliar.

Para analis memperkirakan IHSG masih akan melanjutkan penguatan pada hari ini. Analis Lotus Andalan Sekuritas Krishna D. Setiawan mengatakan, kenaikan harga daging ayam menguntungkan seperti PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Dus, harga saham tersebut terkerek naik.

Baca Juga: Ekspektasi Bunga The Fed Turun, IHSG Hari Ini Naik Ke Level 6.158,16

Selain itu, kenaikan harga kertas dan bubur kertas juga positif bagi PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM). Kabar soal akuisisi saham PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) dan PT Panin Financial Tbk (PNLF) juga ikut mendorong IHSG.

Secara teknikal, Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyebut, IHSG ditutup di moving average 20 dan FR 61,8%, menandakan IHSG akan melanjutkan penguatan. Dari eksternal, negosiasi AS dan China dan ekspektasi The Fed akan menurunkan suku bunga ikut mendongkrak IHSG.

Lanjar memperkirakan IHSG bergerak di 6.130-6.220. Sedang Krishna menilai IHSG bergerak di 6.130-6.190.

Baca Juga: Sempat Melemah, IHSG Hari Ini Menguat Ke Level 6.158,16 Di Akhir Perdagangan

 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Leasing Waspadai Dinamika Regulasi Mobil Listrik
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:15 WIB

Leasing Waspadai Dinamika Regulasi Mobil Listrik

OJK mencatat kredit kendaraan listrik multifinance naik 34,67% menjadi Rp 26,20 triliun per Agustus 2026.

Komisi Ojol Turun: Solusi atau Ancaman bagi Industri?
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:04 WIB

Komisi Ojol Turun: Solusi atau Ancaman bagi Industri?

Dalam pasar yang kompetitif, setiap keputusan bisnis harus memperhitungkan tanggapan konsumen dan pengemudi.

Jangan Serakah Serok Beli Saham dan Panic Sell Berlebihan
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:53 WIB

Jangan Serakah Serok Beli Saham dan Panic Sell Berlebihan

Dengan kondisi pasar saham yang memerah, bagaimana saran keputusan investasi saat ini?              

Bencana dan Relevansi Instrumen Pembayaran
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:54 WIB

Bencana dan Relevansi Instrumen Pembayaran

Preferensi masyarakat terhadap pembayaran tunai banyak dipengaruhi oleh kenyamanan dan kemudahan yang dirasakan.

Meredam Inflasi
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:34 WIB

Meredam Inflasi

Masalahnya, lonjakan harga pangan semakin menjadi persoalan, karena terjadi saat daya beli masyarakat masih melemah.

BPJS Disuntik Dana Rp 20 Triliun: Efek ke Kinerja MIKA, SILO, dan HEAL Tak Serupa
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:57 WIB

BPJS Disuntik Dana Rp 20 Triliun: Efek ke Kinerja MIKA, SILO, dan HEAL Tak Serupa

Perbedaan porsi pasien jadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor dalam menilai potensi dampak tambahan dana BPJS Kesehatan.

Analisis Kinerja & Saham PWON: Marketing Sales Turun namun Tertolong Recurring Income
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Analisis Kinerja & Saham PWON: Marketing Sales Turun namun Tertolong Recurring Income

Keberlanjutan insentif PPN DTP dan stabilitas suku bunga sebagai faktor yang dapat mendorong pemulihan permintaan properti.

Mengukur Efek Volatilitas Harga Minyak Dunia ke Saham MEDC, ENRG, dan RATU
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:58 WIB

Mengukur Efek Volatilitas Harga Minyak Dunia ke Saham MEDC, ENRG, dan RATU

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menjadi emiten yang paling langsung terpapar pergerakan harga minyak.

Peluang dan Risiko Saham Valuasi Rendah
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Peluang dan Risiko Saham Valuasi Rendah

Tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuat sejumlah saham kini diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) di bawah rata-rata. 

Paradoks Saham DSSA: Saat Minat Asing Bertabrakan dengan Tipisnya Order Book di Pasar
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:14 WIB

Paradoks Saham DSSA: Saat Minat Asing Bertabrakan dengan Tipisnya Order Book di Pasar

Volatilitas DSSA cenderung lebih tinggi dibandingkan saham berkapitalisasi besar lain yang punya basis pemegang saham lebih luas.

INDEKS BERITA