Proyeksi IHSG: Menanti Data Neraca Dagang

Senin, 17 Februari 2020 | 04:57 WIB
Proyeksi IHSG: Menanti Data Neraca Dagang
[ILUSTRASI. Pengunjung beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (4/2/2020)). IHSG ditutup menguat 0,70 persen atau 41,01 poin ke level 5.925,18 menjelang penutupan perdagangan h]
Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan rebound setelah melemah cukup dalam sepanjang pekan lalu.

Rilis data ekonomi dalam negeri yang positif diproyeksikan menjadi katalis positif bagi IHSG.

Baca Juga: Emco Asset Management Ternyata Dimiliki Oleh Keluarga Melchias Markus Mekeng

Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, rilis data perekonomian yakni neraca perdagangan akan menopang pergerakan IHSG hari ini.

Sebab, data neraca perdagangan diperkirakan berada dalam kondisi cukup stabil sehingga dapat memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG.

Baca Juga: Proyeksi IHSG: Ada Peluang Bargain Hunting di Pekan Depan

Rilis data perdagangan yang akan diumumkan Senin (17/2) diperkirakan memang masih defisit. Namun, defisit neraca perdagangan Januari 2020 diprediksi berkurang dari bulan sebelumnya yakni defisit US$ 0,03 miliar dari sebelumnya defisit US$ 0,27 miliar.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani memprediksikan, IHSG akan mengalami teknikal rebound di kisaran 5.933-6.000. Sementara William memperkirakan IHSG menguat di 5.821-6.024. Jumat (14/2), IHSG melemah 0,09% di 5.866,94.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Pemangkasan RKAP Batubara Ancam Bisnis Asuransi
| Selasa, 03 Maret 2026 | 02:50 WIB

Pemangkasan RKAP Batubara Ancam Bisnis Asuransi

Wacana pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batubara bisa ikut berdampak pada perusahaan asuransi

Free Float, Transparansi dan Teori Bikini
| Selasa, 03 Maret 2026 | 02:48 WIB

Free Float, Transparansi dan Teori Bikini

Kepercayaan pasar tak dibangun oleh keterbukaan yang absolut, melainkan oleh keyakinan bahwa pasar dapat diakses dan berfungsi secara konsisten.

Skandal Kredit Menekan Kinerja Keuangan Bank
| Selasa, 03 Maret 2026 | 02:45 WIB

Skandal Kredit Menekan Kinerja Keuangan Bank

Skandal dan fraud tekan bank, likuiditas tergerus; upaya perbaikan kinerja dan pemulihan kepercayaan jadi kunci 2026

Surplus Dagang Januari Kian Menipis
| Selasa, 03 Maret 2026 | 02:40 WIB

Surplus Dagang Januari Kian Menipis

Surplus dagang Indonesia menyusut tajam di Januari 2026, meski tren positif 69 bulan berlanjut.         

Kinerja CMRY 2025 Apik, Simak Dampak ke Harga Sahamnya
| Selasa, 03 Maret 2026 | 02:30 WIB

Kinerja CMRY 2025 Apik, Simak Dampak ke Harga Sahamnya

Pendapatan CMRY meningkat 18,82% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp 10,72 triliun pada 2025, dari Rp 9,02 triliun pada tahun sebelumnya.

Konflik Timur Tengah Tekan Ekonomi
| Selasa, 03 Maret 2026 | 02:30 WIB

Konflik Timur Tengah Tekan Ekonomi

Pemerintah siapkan strategi diversifikasi pasokan minyak untuk jaga ekonomi 2026.                        

Dana Asing Pindah ke Aset Aman
| Selasa, 03 Maret 2026 | 02:10 WIB

Dana Asing Pindah ke Aset Aman

IHSG anjlok 2,65% di tengah aksi jual asing Rp 1,3 T dalam dua hari. Ketahui alasan di balik tekanan pasar dan saham yang jadi sasaran investor.

Saham Energi Melesat: Cuan Besar Menanti Investor di Tengah Krisis
| Selasa, 03 Maret 2026 | 02:05 WIB

Saham Energi Melesat: Cuan Besar Menanti Investor di Tengah Krisis

Harga minyak WTI dan Brent meroket lebih dari 7% akibat konflik. Saham energi seperti MEDC dan ENRG ikut melesat, berikan potensi cuan.

Surplus Dagang RI Merosot Tajam, Ada Apa dengan Ekspor Januari?
| Senin, 02 Maret 2026 | 18:08 WIB

Surplus Dagang RI Merosot Tajam, Ada Apa dengan Ekspor Januari?

Nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 tercatat US$ 22,16 miliar & impor US$ 21,20 miliar. Neraca perdagangan mencatat surplus US$ 0,95 miliar.

Free Float Besar Tak Menjamin Bebas Gorengan
| Senin, 02 Maret 2026 | 18:03 WIB

Free Float Besar Tak Menjamin Bebas Gorengan

Dalam pandangan Teguh Hidayat, banyak emiten yang sejak awal IPO memang bukan untuk ekspansi bisnis, melainkan sebagai sarana exit liquidity.

INDEKS BERITA

Terpopuler