Proyeksi Rupiah: Pemangkasan Bunga The Fed Jadi Efek Positif

Kamis, 01 Agustus 2019 | 07:17 WIB
Proyeksi Rupiah: Pemangkasan Bunga The Fed Jadi Efek Positif
[]
Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sinyal pemangkasan suku bunga The Federal Reserve atawa The Fed membuat nilai tukar rupiah rebound. Kemarin, nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 0,04% menjadi Rp 14.022 per dollar Amerika Serikat (AS). Setali tiga uang, kurs tengah mata uang Garuda versi Bank Indonesia (BI) naik 0,06% jadi Rp 14.026 per dollar AS.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, sinyal kuat pemangkasan suku bunga dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) menjadi katalis utama rupiah berbalik arah. Memang, pelaku pasar kini memprediksi The Fed hanya menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Namun ini sudah cukup menekan dollar AS.

Baca Juga: Menjelang detik-detik pengumuman The Fed, simak perjalanan suku bunga AS sejak resesi

Asal tahu saja, sebelumnya, pelaku pasar yakin bank sentral Negeri Paman Sam tersebut bakal menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 bps.

Sentimen eksternal lain yang berhasil menopang rupiah adalah rilis data indeks belanja manajer sektor manufaktur (PMI manufacture) di China. Di periode Juli, indeks ini menguat ke level 49,7. "Rilis data regional China yang positif ini berhasil mendorong penguatan mata uang di Asia, tak terkecuali rupiah," kata Josua, kemarin.

Analis menilai hasil rapat FOMC akan mempengaruhi kurs rupiah hari ini. Bila suku bunga The Fed turun, rupiah bisa naik.

Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan menambahkan, pembicaraan dagang antara AS dan China yang masih buntu berpotensi membuat pergerakan rupiah cenderung tersendat. "Ada pernyataan dari Presiden AS Donald Trump yang bilang bahwa China mengingkari janji untuk membeli produk pertanian dari Negeri Paman Sam. Hal ini menandakan bakal ada kebuntuan dalam pertemuan ini," tambah dia.

Baca Juga: Sejumlah ekonom proyeksikan The Fed akan pangkas suku bunga 25 bps

Yudi masih optimistis hari ini rupiah menguat dan bergerak di rentang Rp 13.975–Rp 14.050 per dollar AS. Sedang Josua memprediksi mata uang Garuda berada di kisaran Rp 13.985–Rp 14.050 per dollar AS.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Pengusaha Keberatan Beban Baru
| Senin, 07 September 2026 | 22:37 WIB

Pengusaha Keberatan Beban Baru

Penerapan EPR berpotensi menaikkan harga produk, tetapi kenaikannya dianggap masih dalam batas keekonomian.

Dominannya Bahan Baku Impor Menjadi Salah Satu Persoalan Sertifikasi Halal
| Senin, 07 September 2026 | 19:29 WIB

Dominannya Bahan Baku Impor Menjadi Salah Satu Persoalan Sertifikasi Halal

Pengamat mengatakan, jika rendahnya tingkat sertifikasi tersebut berkaitan dengan persoalan dari hulu hingga hilir.

Dapat Lampu Hijau, Kurator Siap Mencari dan Berburu Aset Sritex di Negeri Merlion
| Senin, 07 September 2026 | 19:06 WIB

Dapat Lampu Hijau, Kurator Siap Mencari dan Berburu Aset Sritex di Negeri Merlion

Pengadilan juga telah memberikan izin kepada kurator kepailitan Sritex, untuk mencari dan mengambil aset perusahaan tekstil di negeri Merlion.

Bitcoin Mengasah Taji, Target Potensial Menguji US$ 110.000
| Senin, 07 September 2026 | 17:49 WIB

Bitcoin Mengasah Taji, Target Potensial Menguji US$ 110.000

Bitcoin bangkit pada Agustus dan sempat menembus level psikologis US$ 80.000. Namun, reli tersendat. Kehabisan tenaga, atau rehat sebelum reli?

Risiko Pasar Meningkat, CDS Indonesia Melejit Lagi
| Senin, 07 September 2026 | 10:18 WIB

Risiko Pasar Meningkat, CDS Indonesia Melejit Lagi

Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 10 tahun berada di kisaran 137,8 basis poin (bps) naik dari sekitar 120 bps pada akhir 2025.​

Konflik AS-Iran Kembali Memanaskan Saham Sektor Migas
| Senin, 07 September 2026 | 08:52 WIB

Konflik AS-Iran Kembali Memanaskan Saham Sektor Migas

Risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz serta potensi undersupply minyak pada 2026 membuka peluang bagi sejumlah saham migas

Lonjakan Harga CPO Menopang Kinerja
| Senin, 07 September 2026 | 08:43 WIB

Lonjakan Harga CPO Menopang Kinerja

Kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) terjadi akibat efek fenomena El Nino hingga program mandatori B50

Apa yang Salah dari Pandangan  Leopold Aschenbrenner?
| Senin, 07 September 2026 | 08:02 WIB

Apa yang Salah dari Pandangan Leopold Aschenbrenner?

Masalahnya, kemenangan berulang mengubah persepsi terhadap risiko. Posisi agresif terasa normal. Overleveraged terlihat masuk akal. 

Prospek MOLI & SRSN Terkerek Kenaikan Harga Etanol Global dan Kebijakan Bioetanol E20
| Senin, 07 September 2026 | 08:02 WIB

Prospek MOLI & SRSN Terkerek Kenaikan Harga Etanol Global dan Kebijakan Bioetanol E20

Kenaikan harga etanol berkorelasi positif dengan kinerja MOLI maupun SRSN karena kontribusinya yang besar.

Awal Pekan di Tengah Penyebaran Abu Vulkanik, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 07 September 2026 | 07:36 WIB

Awal Pekan di Tengah Penyebaran Abu Vulkanik, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Dari pasar domestik, pasar akan menunggu rilis data cadangan devisa Indonesia bulan Agustus 2026 yang  diumumkan hari ini.

INDEKS BERITA

Terpopuler