Proyeksi Suram tentang Rantai Pasok Bayangi Rekor Pendapaatan dan Laba di Kuartal I

Jumat, 29 April 2022 | 14:05 WIB
Proyeksi Suram tentang Rantai Pasok Bayangi Rekor Pendapaatan dan Laba di Kuartal I
[ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas di depan gerai Apple di Taipei, Taiwan, 20 Oktober 2020. REUTERS/Ann Wang]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - OAKLAND. Apple Inc pada Kamis memperkirakan pertumbuhan penjualan produk berikut layanan jasanya akan melambat. Penyebabnya, lockdown yang melanda China dan konflik bersenjata di Ukraina. 

Saham Apple melemah 2,2% di akhir perdagangan, setelah para eksekutif memaparkan pandangan muram perusahaan dalam earning call. Proyeksi yang suram menutup berita tentang rekor laba dan penjualan yang dicatat Apple untuk kuartal yang berakhir pada Maret.

Chief Financial Officer Luca Maestri memperingatkan dalam wawancara bahwa perang di Ukraina menyebabkan Apple menghentikan penjualan di Rusia. Itu memangkas penjualan lebih dalam pada kuartal ketiga fiskal.

Dia mengatakan kepada analis melalui telepon bahwa masalah rantai pasokan akan merugikan penjualan di kuartal tersebut sebesar $4 miliar hingga $8 miliar, "secara substansial lebih besar" daripada pukulan pada kuartal kedua.

Baca Juga: Laba Bank besar Singapura Anjlok Sekitar 10% di Kuartal I-2022

Masalah pasokan difokuskan pada koridor di Shanghai, China dan mencerminkan gangguan Covid dan kekurangan chip, tambahnya. Pandemi juga mempengaruhi permintaan di China, katanya.

Chief Executive Officer Tim Cook mengatakan bahwa hampir semua pabrik China yang melakukan perakitan akhir produk Apple telah dimulai kembali setelah penutupan COVID baru-baru ini. Tetapi perusahaan tidak memperkirakan kapan masalah pasokan chip yang seret, yang sebagian besar memengaruhi produk lama, akan berakhir.

Cook mengatakan dia berharap masalah Covid bersifat sementara dan membaik seiring dengan berjalannya waktu. Setidaknya satu analis mengatakan prospeknya kurang jelas.

"Kami semua hanya mencari panduan yang lebih baik tentang apa yang sebenarnya terjadi di sana (China). Dan itu tidak tampak," kata Louis Navellier, kepala investasi untuk Navellier & Associates.

Kim Caughey Forrest, Chief Investment Officer di Bokeh Capital Partners, mengatakan bahwa permintaan yang berkelanjutan tetap menjadi pertanyaan besar. Terlepas dari upaya pengelolaan rantai pasokan yang dilakukan Apple.

Baca Juga: Unit Usahanya di China Tunjuk CEO Baru, Arm Muluskan Jalan Pencatatan Saham di Bursa

Memang, perusahaan teknologi terkenal lainnya juga menyuarakan keprihatinan. Amazon pada hari Kamis memposting pandangan yang mengecewakan karena dibanjiri oleh biaya yang lebih tinggi. Saham Amazon turun 9% setelah penutupan. Intel Corp memperkirakan kuartal yang suram berdasarkan masalah rantai pasokan, dan sahamnya turun 4%.

Kedua perusahaan, bersama dengan Apple, adalah bagian dari indeks Nasdaq yang lebih luas, yang telah jatuh hampir 19% tahun ini karena kenaikan inflasi mendorong investor di tempat lain.

Pendapatan keseluruhan fiskal kuartal kedua Apple adalah $97,3 miliar, naik 8,6% dari tahun lalu dan lebih tinggi dari perkiraan rata-rata analis sebesar $93,89 miliar, menurut data Refinitiv.

Pendapatan penjualan telepon di seluruh dunia adalah $50,6 miliar, meningkat 5,5% dari tahun lalu, dan penjualan layanan naik 17% menjadi $19,8 miliar, keduanya di atas perkiraan rata-rata analis.

Namun, Maestri mengatakan bahwa pertumbuhan jasa akan melambat dari kuartal Maret, sementara tetap dalam dua digit. Dia mencontohkan beberapa faktor, termasuk nilai tukar mata uang yang lebih tidak menguntungkan.

Total laba adalah $25 miliar, atau $1,52 per saham dan dengan mudah melampaui ekspektasi analis sebesar $23,2 miliar dan $1,43.

Apple juga menaikkan dividennya 5% menjadi $0,23 per saham dan dewan menyetujui pembelian kembali untuk tambahan $90 miliar saham.

Investor telah bersiap untuk penurunan belanja konsumen pada gadget dan layanan teknologi karena perang di Ukraina dan faktor lain menaikkan biaya minyak, makanan, dan bahan pokok lainnya.

Cook mengabaikan pertanyaan analis tentang inflasi dan konsumen.

"Itu kami pantau secara ketat. Tapi saat ini, fokus utama kami, terus terang, di sisi suplai," katanya.

Ditanya tentang kenaikan inflasi, Maestri mengatakan permintaan, terutama untuk iPhone, lebih tinggi dari yang diantisipasi perusahaan pada awal kuartal. Tapi dia mencatat inflasi mempengaruhi pengeluaran.

Baca Juga: Unit Usahanya di China Tunjuk CEO Baru, Arm Muluskan Jalan Pencatatan Saham di Bursa

Pandemi, termasuk peralihan ke pekerjaan hibrida, telah menguntungkan bisnis lain.

Apple mengatakan penjualan iPad turun 2% menjadi $7,65 miliar karena kendala rantai pasokan. Sementara pendapatan dari komputer Mac, juga menghadapi masalah rantai pasokan, naik 14,7% menjadi $10,4 miliar.

Penjualan perangkat yang dapat dikenakan, pengeras suara rumah, dan aksesori naik 12% menjadi $8,8 miliar, dan merupakan satu-satunya unit yang meleset dari target Wall Street. Maestri mengatakan bahwa Watch dan AirPods terjual dengan baik, dan mengaitkan kekurangan tersebut dengan variabilitas musiman dalam permintaan untuk aksesori lainnya.

Apple mengatakan sekarang memiliki 825 juta pelanggan berbayar di setidaknya tujuh penawaran berlangganan, naik 40 juta dari 785 juta kuartal terakhir. Pertumbuhannya datang karena saingan seperti Netflix Inc melaporkan kerugian pelanggan.mengirim sahamnya turun 9% setelah penutupan, dan Intel Corp memperkirakan kuartal yang suram berdasarkan masalah rantai pasokan, dan sahamnya turun 4%.

Bagikan

Berita Terbaru

Ekspansi Ditopang Operasional Modern, Ini Cara BTN Ubah Wajah Layanan
| Minggu, 15 Maret 2026 | 05:19 WIB

Ekspansi Ditopang Operasional Modern, Ini Cara BTN Ubah Wajah Layanan

BTN bisa memberikan layanan full banking services, artinya ada pembiayaan, investasi, transaksi, dan segala macam kebutuhan perbankan lainnya.

Nasib Valas Global: Geopolitik Panas, Dolar AS Makin Perkasa
| Minggu, 15 Maret 2026 | 05:00 WIB

Nasib Valas Global: Geopolitik Panas, Dolar AS Makin Perkasa

Indeks dolar AS menembus 100. Bagaimana peluang EUR, GBP, dan JPY? Pahami risiko dan cara lindungi aset Anda sekarang.

Tekanan Premi Asuransi Jiwa Belum Berhenti
| Minggu, 15 Maret 2026 | 03:20 WIB

Tekanan Premi Asuransi Jiwa Belum Berhenti

Perusahaan asuransi jiwa mengantongi premi sebesar Rp 17,97 triliun pada Januari 2026, alias tergerus 6,15% secara tahunan

Investasi dari Hobi,  Begini Cara Mengubah Koleksi Menjadi Mesin Uang
| Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:41 WIB

Investasi dari Hobi, Begini Cara Mengubah Koleksi Menjadi Mesin Uang

Seluruh komik yang tadinya dikoleksi Reza kini sudah dijual. Dari situ, justru komik fisik memiliki potensi besar untuk dijadikan aset investasi.

Direktur UUS Bank Pemata Rudy Basyir Ahmad, Penyintas Perang Kini Jadi Direktur
| Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:00 WIB

Direktur UUS Bank Pemata Rudy Basyir Ahmad, Penyintas Perang Kini Jadi Direktur

Mengikuti perjalanan hidup Rudy Basyir Ahmad hingga jadi Direktur Keuangan dan Direktur UUS Bank Permata​.

Buyback dan Rights Issue TOBA Dinilai Strategis, Sentimen Jangka Pendek Mixed
| Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:00 WIB

Buyback dan Rights Issue TOBA Dinilai Strategis, Sentimen Jangka Pendek Mixed

Analis menyebut langkah buyback dapat dibaca sebagai sinyal bahwa manajemen melihat valuasi saham TOBA saat ini berada di bawah nilai wajarnya.

Beban Membengkak, Laba Plaza Indonesia (PLIN) Tergerus 35,9%
| Sabtu, 14 Maret 2026 | 06:21 WIB

Beban Membengkak, Laba Plaza Indonesia (PLIN) Tergerus 35,9%

Sejumlah pos beban jadi penekan laba bersih PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) di sepanjang tahun 2025. 

Bukalapak (BUKA) Membalikkan Rugi Jadi Laba Rp 3,14 Triliun Pada 2025
| Sabtu, 14 Maret 2026 | 06:15 WIB

Bukalapak (BUKA) Membalikkan Rugi Jadi Laba Rp 3,14 Triliun Pada 2025

Realisasi laba bersih BUKA ditopang pertumbuhan pendapatan bersih 45,96% secara tahunan atau year on year (YoY) jadi Rp 6,51 triliun pada 2025.

Menjaga Integritas Sistem Perbankan
| Sabtu, 14 Maret 2026 | 06:05 WIB

Menjaga Integritas Sistem Perbankan

Pertahanan sistem perbankan yang ada saat ini justru sudah ditentukan ketahanannya sebelum krisis tiba.​

Melemah 3,22% Dalam Sepekan, IHSG Terdampak Sentimen Perang AS-Iran
| Sabtu, 14 Maret 2026 | 06:05 WIB

Melemah 3,22% Dalam Sepekan, IHSG Terdampak Sentimen Perang AS-Iran

Tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

INDEKS BERITA

Terpopuler