Pukulan Bertubi-tubi Hantam Industri Smelter Nikel
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengusaha di sektor hilirisasi nikel menghadapi tekanan bertubi-tubi akibat perang di kawasan Timur Tengah. Tekanan ini menimpa industri smelter terutama yang menggunakan teknologi high pressure acid leaching (HPAL) yang memproduksi bahan baku untuk prekursor baterai mobil listrik.
Ketua Komite Pertambangan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hendra Sinadia menyoroti tiga faktor yang menekan industri smelter, terutama HPAL. Pertama, kenaikan harga limonit yang melonjak hampir tiga kali lipat akibat perubahan formula Harga Patokan Mineral (HPM).
Baca Juga: Smelter Nikel Terdampak Pemangkasan Produksi
