Raih Pendanaan, Zipmex Perluas Produk dan Basis Pengguna

Selasa, 31 Agustus 2021 | 13:32 WIB
Raih Pendanaan, Zipmex Perluas Produk dan Basis Pengguna
[ILUSTRASI. Ilustrasi berbagai uang kripto, 29 Juni 2021. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Startup cryptocurrency asal Thailand, Zipmex, Selasa (31/8), menyatakan telah mengumpulkan dana senilai US$ 41 juta (atau setara Rp 585,2 miliar dari Bank of Ayudhya Pcl dan sebuah perusahaan media. Zipmex berencana menggunakan dana itu untuk memperluas penawaran produk dan basis penggunanya.

Investasi tersebut membawa total dana perusahaan yang terkumpul menjadi US$ 52 juta (Rp 742,2 miliar).

Mitsubishi UFJ Financial Group Jepang memegang 76,9% saham di Bank of Ayudhya (BAY). Perusahaan ventura BAY, Krungsri Finnovate, telah berinvestasi di perusahaan rintisan lain seperti aplikasi transportasi online Grab.

 BAY bergabung dengan perusahaan media Thailand, Plan B Media Pcl dan Master Ad Pcl, dan dana modal ventura asing dalam putaran investasi.

Baca Juga: Segera hapus! 8 Aplikasi Cryptocurrency mining palsu ini beredar di HP Android

Kesepakatan itu akan memberi BAY eksposur yang lebih besar ke blockchain dan ekosistem aset digital, kata direktur pelaksana Krungsri Finnovate, Sam Tansakul. “Jika kita tidak tetap dekat, teknologi akan semakin menjauh dari bank,” ujar dia.

Dalam jangka pendek, pembiayaan baru akan membantu Zipmex menggandakan pengguna menjadi satu juta dalam enam bulan ke depan, kata kepala eksekutif Marcus Lim.

 Lebih dari setengah bisnis Zipmex berada di Thailand dan sekitar seperlima di Indonesia, kata Lim. Aplikasi ZIpmex juga memiliki pengguna di Singapura dan Australia, lokasi di mana ekspansi lebih lanjut akan berlangsung.

Zipmex berencana untuk membangun tim teknologi dan kepatuhan untuk menawarkan produk baru dalam pinjaman, pembayaran, dan sekuritas.

Selanjutnya: Deteksi Penyalahgunaan, Regulator Pasar Modal di China Perketat Pinjaman Broker

 

Bagikan

Berita Terbaru

Asing Masih Lepas ASII, Pemulihan Otomotif Belum Cukup
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Asing Masih Lepas ASII, Pemulihan Otomotif Belum Cukup

Ketidakpastian hasil review MSCI serta transparansi tata kelola pasar modal menjadi faktor yang ikut mendorong arus net sell asingdari big caps.

Profitabilitas Emiten Cenderung Melandai dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Profitabilitas Emiten Cenderung Melandai dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

Investor tampaknya lebih banyak mem-pricing risiko persepsi, ketidakpastian kebijakan pemerintah, dan persoalan kelembagaan.

Negara Kaji Pengecualian Pajak Bagi EGR
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:37 WIB

Negara Kaji Pengecualian Pajak Bagi EGR

Pembahasan mengenai perlakuan PPN dan PPh atas transaksi EGR telah dilakukan bersama Kementerian Keuangan

Mazda Hingga CoreWeave Disebut Antre Masuk Indonesia, Cermati BEST, DMAS, atau KIJA?
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:34 WIB

Mazda Hingga CoreWeave Disebut Antre Masuk Indonesia, Cermati BEST, DMAS, atau KIJA?

Peningkatan investasi asing tidak serta-merta bertranslasi ke kenaikan harga saham emiten kawasan industri.

Optimisme Terkikis, Konsumsi Makin Tipis
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:28 WIB

Optimisme Terkikis, Konsumsi Makin Tipis

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menurun selama tiga bulan berturut-turut                            

Ujian Independensi BI di Bawah Nahkoda Baru
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Ujian Independensi BI di Bawah Nahkoda Baru

Destru Damayanti menjadi calon tunggal Gubernur Bank Indonesia menggantikan Perry Warjiyo           

 Digencet Depresiasi Rupiah Prospek Emiten Farmasi Masih bisa Cerah, KLBF atau SIDO?
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:03 WIB

Digencet Depresiasi Rupiah Prospek Emiten Farmasi Masih bisa Cerah, KLBF atau SIDO?

Sektor farmasi memiliki karakter defensif karena kebutuhan terhadap obat dan produk kesehatan bertahan di berbagai kondisi ekonomi.

Bursa Efek Indonesia Mengejar Pendalaman Pasar
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:42 WIB

Bursa Efek Indonesia Mengejar Pendalaman Pasar

Ekspansi pengembangan produk yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap harus mampu menjawab kebutuhan investor

Penjualan Masih Kuat, Laba Bersih ULTJ Semester Pertama Melonjak 73,7%
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:38 WIB

Penjualan Masih Kuat, Laba Bersih ULTJ Semester Pertama Melonjak 73,7%

Penjualan  PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencapai Rp 5,49 triliun, naik 34,6% year-on-year (yoy)

Babak Baru Demutualisasi Bursa Efek Indonesia
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:35 WIB

Babak Baru Demutualisasi Bursa Efek Indonesia

OJK tengah melakukan finalisasi aturan demutualisasi, Danantara siap masuk menjadi pemegang saham BEI

INDEKS BERITA

Terpopuler