Bunga Fed Naik, Likuiditas Valas Asia Menyusut

Jumat, 18 September 2026 | 07:00 WIB
Bunga Fed Naik, Likuiditas Valas Asia Menyusut
[ILUSTRASI. New-Japan-Yen-s-Bills (Masahiro Sugimoto/The Yomiuri Shimbun via Reuters)]
Reporter: Vivit Dewi | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sejumlah mata uang Asia masih menghadapi tekanan besar. Rupee India (INR), peso Filipina (PHP), rupiah (IDR) dan baht Thailand (THB) menjadi mata uang Asia paling tertekan sepanjang tahun berjalan.  

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar INR turun paling dalam dari awal tahun hingga 17 September 2026 (ytd) sebesar -6,32%. Di tempat kedua, PHP yang terkoreksi -6,24% dan IDR yang melemah -5,96% ytd.  

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Setelah Anjlok 6.21% Dalam Sepekan, Saham MDKA Mulai Rebound
| Jumat, 18 September 2026 | 07:33 WIB

Setelah Anjlok 6.21% Dalam Sepekan, Saham MDKA Mulai Rebound

Analis mengatakan bahwa penguatan MDKA ke Rp 2.870 memperlihatkan adanya technical rebound pasca tekanan yang cukup dalam dialami oleh perseroan.

Harga Emas Spot Rebound Usai Keputusan Kenaikan Bunga The Fed, Simak Prediksinya
| Jumat, 18 September 2026 | 07:29 WIB

Harga Emas Spot Rebound Usai Keputusan Kenaikan Bunga The Fed, Simak Prediksinya

Pergerakan emas akan sangat ditentukan sejumlah faktor, mulai dari data inflasi AS, arah suku bunga, hingga dinamika geopolitik.

INET Akuisisi 60% Saham Sarana Global Indonesia
| Jumat, 18 September 2026 | 07:20 WIB

INET Akuisisi 60% Saham Sarana Global Indonesia

Transaksi akuisisi PT Sarana Global Indonesia (SGI) telah dituntaskan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) pada 15 September 2026.

Melanggar Ketentuan Pasar Modal, BNBR dan ROTI Kena Sanksi OJK
| Jumat, 18 September 2026 | 07:16 WIB

Melanggar Ketentuan Pasar Modal, BNBR dan ROTI Kena Sanksi OJK

Pelanggaran pasar modal yang dilakukan kedua emiten konglomerasi tersebut terkait transaksi material dan penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP). ​

The Fed Mengerek Bunga Acuan dan Rupiah Tembus Rp17.700, Ini Risiko bagi IHSG
| Jumat, 18 September 2026 | 07:11 WIB

The Fed Mengerek Bunga Acuan dan Rupiah Tembus Rp17.700, Ini Risiko bagi IHSG

Investor domestik belum tentu mampu sepenuhnya menahan IHSG jika tekanan terkonsentrasi pada saham-saham dengan bobot besar di indeks.

Timah Jadi Komoditas Icomex, Prospek TINS Semakin Cerah
| Jumat, 18 September 2026 | 07:10 WIB

Timah Jadi Komoditas Icomex, Prospek TINS Semakin Cerah

Pemilihan timah sebagai komoditas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, proyeksi bakal jadi katalis positif bagi kinerja PT Timah Tbk (TINS).

Martina Berto (MBTO) Fokus Poles Perbaikan Kinerja
| Jumat, 18 September 2026 | 07:08 WIB

Martina Berto (MBTO) Fokus Poles Perbaikan Kinerja

MBTO menargetkan penjualan bersih sepanjang 2026 mencapai Rp 501 miliar. Mereka juga membidik laba usaha sebesar Rp 47 miliar

Ada Peluang Rotasi di Era Bunga Tinggi
| Jumat, 18 September 2026 | 07:04 WIB

Ada Peluang Rotasi di Era Bunga Tinggi

Menakar emiten yang untung dan buntung di era suku bunga tinggi, pasca  The Fed menaikkan suku bunga acuannya 25 basis poin (bps) ke 3,75%-4%.

Bunga Fed Naik, Likuiditas Valas Asia Menyusut
| Jumat, 18 September 2026 | 07:00 WIB

Bunga Fed Naik, Likuiditas Valas Asia Menyusut

Kenaikan bunga The Federal Reserve (The Fed) dapat memperlebar selisih imbal hasil aset berbasis dolar AS dan aset emerging market. 

Pergerakan Rupiah Pada Jumat (18/9) Dipicu Sentimen Fed
| Jumat, 18 September 2026 | 06:45 WIB

Pergerakan Rupiah Pada Jumat (18/9) Dipicu Sentimen Fed

Pelemahan rupiah dipicu oleh keputusan The Federal Reserve yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 3,75%–4,00%. 

INDEKS BERITA

Terpopuler