Rupiah dalam Rapuhnya Demokrasi Moneter
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Siapa sangka, pada Kamis, 4 Juni 2026, rupiah menembus Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat, rekor terlemah sepanjang sejarah. Seperti biasa, telunjuk publik mengarah ke Bank Indonesia: suku bunganya, cadangan devisanya, gubernurnya. Akar persoalannya berada jauh dari sana.
Suku bunganya dipersoalkan, cadangan devisanya dihitung, gubernurnya dipanggil ke Senayan. Pola itu berulang tiap kali rupiah jatuh, seakan nilai tukar urusan moneter semata.
