Berita Market

Rupiah dalam Sepekan Terpapar Kasus Omicron

Sabtu, 05 Februari 2022 | 04:10 WIB
Rupiah dalam Sepekan Terpapar Kasus Omicron

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah kembali melemah di akhir perdagangan pekan ini. Pada Jumat (4/2), rupiah di pasar spot melemah 0,02% di Rp 14.380. Sementara, dalam sepekan, rupiah melemah 0,03%. Berdasarkan kurs Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah justru menguat tipis 0,03% ke Rp 14.376 dan membuat kurs JISDOR dalam sepekan menguat 0,03%.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menjelaskan, rupiah kemarin diuntungkan pelemahan dollar AS. Hal ini sejalan dengan pernyataan bank sentral Eropa (ECB) dan bank sentral Inggris (BoE) yang cenderung hawkish. Alhasil, permintaan pada aset berisiko meningkat.

Baca Juga: Simak Katalis yang Menyeret Pelemahan Rupiah di Akhir Pekan Ini

Kasus Covid-19 varian Omicron turut menjadi perhatian pasar, terlebih karena tingginya kasus harian. Pasar khawatir pemerintah memberlakukan pembatasan aktivitas. "Dalam sepekan terakhir, sentimen rupiah memang banyak berfokus pada kelanjutan sikap para bank sentral, khususnya The Fed terkait rencana kenaikan suku bunga acuan," ujar Faisyal, Jumat (4/2).

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri mengungkapkan, sepanjang pekan ini sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah adalah kebijakan The Fed soal tapering dan kenaikan suku bunga acuan. Kendati begitu, efek sentimen ini dinilai mulai memudar dan tidak terlalu menekan rupiah.

Sementara dari dalam negeri, data inflasi yang dirilis awal pekan ini mengindikasikan angka inflasi yang masih terkendali. Namun, pelaku pasar saat ini disebut sedang wait and see menanti rilis data PDB full year 2021 yang akan dirilis pekan depan. "Sayangnya, kenaikan kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia yang terus rekor menjadi katalis negatif untuk rupiah dalam sepekan terakhir," pungkas Reny. 

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Melemah Tipis ke Rp 14.380 Per Dolar AS Pada Hari Ini (4/2)


Baca juga