Rupiah Menguat dalam Sepekan Karena Aksi Profit Taking Dollar AS

Sabtu, 28 Mei 2022 | 04:40 WIB
Rupiah Menguat dalam Sepekan  Karena Aksi Profit Taking Dollar AS
[]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah sukses menguat dalam seminggu terakhir (27/5). Sentimen domestik dan global menjadi penggerak rupiah pekan ini. 

Jumat (27/5), kurs spot rupiah menguat 0,31% menjadi Rp 14.566 per dollar AS. Dengan demikian, bila dihitung sepekan, kurs spot rupiah menguat 1,05%. Sedang kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) menguat 0,45% ke Rp 14.578 kemarin, dan menguat 0,56% dalam seminggu ini.

Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf mengatakan, pergerakan rupiah pekan ini cukup mengesankan. "Ini karena koreksi dari dollar Amerika Serikat," ujar dia, Jumat (27/5). Indeks dollar AS, hingga kemarin per pukul 20.07 WIB, berada di 101,75, atau turun 1,36% pekan ini. 

Baca Juga: Bertenaga, Rupiah Spot Ditutup Menguat ke Rp 14.567 Per Dolar AS Pada Hari Ini (27/5)

Tak hanya itu, yield US Treasury juga turun dari level tertinggi untuk tenor 10 tahun di 3% menjadi 2,7%. Menurut Alwi, pelaku pasar juga melakukan aksi profit taking setelah indeks dollar terus menguat cukup panjang. 

Apalagi, ada pandangan lain atas risalah rapat FOMC, yang menyebut masih akan menaikkan suku bunga 50 bps. Muncul pandangan, efek dari keputusan tersebut justru akan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Sementara Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C Permana mengatakan, kurs rupiah pada pekan ini lebih stabil, tidak terlalu menguat ataupun melemah. Ini karena data ekonomi dalam negeri yang dirilis pekan ini menunjukkan angka yang positif. 

Keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan dan memperlihatkan sikap sangat optimistis dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia juga membuat investor percaya diri. BI juga menyebut jika likuiditas dalam negeri baik.  Pekan depan, pelaku pasar akan memantau data inflasi dan PMI dalam negeri. 

Baca Juga: Prediksi Rupiah Jumat (27/5) dan Sentimen yang Mempengaruhi

Bagikan

Berita Terbaru

Calon Investor Masih Belum Terlihat, BPKH Belum Lepas Muamalat
| Rabu, 11 Februari 2026 | 20:53 WIB

Calon Investor Masih Belum Terlihat, BPKH Belum Lepas Muamalat

BPKH belum juga lepas Muamalat, kepemilikan saham masih di atas batas OJK. Aturan ketat menanti, bagaimana nasib Bank Muamalat ke depan?

Tidak Ada Temuan Besar Emas di 2023-2024, Dukung Harga Emas Jangka Panjang
| Rabu, 11 Februari 2026 | 15:13 WIB

Tidak Ada Temuan Besar Emas di 2023-2024, Dukung Harga Emas Jangka Panjang

Tidak adanya penemuan besar emas selama dua tahun berturut-turut, yakni 2023-2024 diyakini akan mendukung harga emas ke depannya.

Volatilitas Bitcoin Turun Terhadap Emas, Mampu Jadi Aset Lindung Nilai?
| Rabu, 11 Februari 2026 | 14:00 WIB

Volatilitas Bitcoin Turun Terhadap Emas, Mampu Jadi Aset Lindung Nilai?

JPMorgan menyatakan bahwa bitcoin kini terlihat lebih menarik dibanding emas, jika dilihat dari sisi volatilitas yang disesuaikan dengan risiko.

Diam-Diam Kinerja Saham NISP Lebih Moncer dari Emiten Bank Lainnya
| Rabu, 11 Februari 2026 | 13:25 WIB

Diam-Diam Kinerja Saham NISP Lebih Moncer dari Emiten Bank Lainnya

Kekuatan inti PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) adalah laba yang tumbuh di sepanjang 2025, loan deposit ratio (LDR) di level 70,4% dan CAR 24,5%.

Prospek Cemerlang Emiten Aguan (PANI) Pasca Capaian Marketing Sales yang Sukses
| Rabu, 11 Februari 2026 | 13:00 WIB

Prospek Cemerlang Emiten Aguan (PANI) Pasca Capaian Marketing Sales yang Sukses

BRI Danareksa Sekuritas menilai bahwa preferensi pasar terhadap PIK2 relatif berkelanjutan karena segmen yang disasar didominasi kelas atas.

Transformasi Bisnis Non Batubara Bikin Saham IndIka Energy (INDY) Semakin Membara
| Rabu, 11 Februari 2026 | 11:00 WIB

Transformasi Bisnis Non Batubara Bikin Saham IndIka Energy (INDY) Semakin Membara

Tak hanya kendaraan listrik, Indika Energy (INDY) juga tengah melakukan proyek konstruksi tambang emas Awak Mas di Sulawesi Selatan.

Potensi Penguatan Penjualan Jelang Lebaran
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:17 WIB

Potensi Penguatan Penjualan Jelang Lebaran

 Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2026 diperkirakan sebesar 228,3, lebih rendah dari Desember 2025 

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:01 WIB

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026

Pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini akan didorong percepatan belanja dan stimulus pemerintah

Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program Buyback
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:00 WIB

Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program Buyback

Lima sekuritas kompak merekomendasikan beli saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pada awal Februari 2026 di tengah penurunan harga yang masih terjadi.

Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:50 WIB

Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%

Untuk mencapai rasio pajak 2026, pemerintah harus tambah Rp 139 triliun dari realisasi 2025         

INDEKS BERITA

Terpopuler