Rupiah Tertekan Pilihan Sikap AS

Sabtu, 30 November 2019 | 06:43 WIB
Rupiah Tertekan Pilihan Sikap AS
[ILUSTRASI. Konsumen antre menukarkan mata uang asing di jasa penukaran uang asing Valuta Artha Mas ITC Kuningan, Jakarta, Rabu (28/2). Kurs rupiah pekan depan diperkirakan berpotensi melemah. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama/18]
Reporter: Irene Sugiharti | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang belum tampak akan berakhir masih menekan kurs rupiah terhadap dollar AS pekan ini. Apalagi, dari dalam negeri minim sentimen positif.

Jumat (29/11), kurs rupiah ditutup melemah 0,11% jadi Rp 14.108 per dollar AS. Dengan demikian, selama sepekan terakhir, rupiah stagnan dengan kecenderungan turun.

Ini merupakan pekan ketiga rupiah melemah berturut-turut.

Baca Juga: Jokowi ingin neraca transaksi berjalan tak defisit lagi dalam 4 tahun, ini triknya

Sejatinya, rupiah sempat diprediksi bergerak positif seiring potensi AS dan China menandatangani kesepakatan dagang.

Namun, arah rupiah berbalik setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani RUU HAM dan Demokrasi Hong Kong. Beleid ini berseberangan dengan kebijakan China dan menambah pelik hubungan AS dengan China.

Baca Juga: China mengancam akan ambil tindakan tegas pasca Trump teken UU dukungan Hong Kong

Selain itu, rupiah juga melemah setelah bank sentral Federal Reserve memberi sinyal tidak akan melakukan pemangkasan suku bunga lagi tahun ini. The Fed terakhir kali memangkas bunga 25 basis poin pada 31 Oktober.

Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan menyebut, sentimen ini akan mempengaruhi arah rupiah pekan depan. Masih ada kemungkinan rupiah kembali melemah jika negosiasi dagang AS-China tak membaik dan bila data ekonomi Indonesia tidak sebaik ekspektasi pasar.

Baca Juga: Laporan The Fed: Ekonomi AS tumbuh moderat, pasar tenaga kerja masih ketat

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, beberapa sentimen lain yang bisa mempengaruhi rupiah di antaranya rilis data-data ekonomi, seperti data pertumbuhan ekonomi China, data manufaktur AS, serta data ketenagakerjaan AS. Sementara data domestik yang ditunggu pasar antara lain data inflasi, yang akan diumumkan pada Senin mendatang (2/12).

Pada perdagangan pekan depan, Yudi memperkirakan rupiah akan melemah dan bergerak di Rp 14.050-Rp 14.150 per dollar AS. Josua juga memprediksi rupiah akan bergerak terbatas dengan rentang yang sama.

Bagikan

Berita Terbaru

Ekspor Perikanan Indonesia Turun
| Rabu, 18 Maret 2026 | 04:00 WIB

Ekspor Perikanan Indonesia Turun

Volume ekspor perikanan Indonesia periode hingga tengah Maret 2026 anjlok 41,35%, berimbas koreksi nilai ekspor 21,71% secara tahunan.

Merger BUMN Logistik Tuntas Semester Satu
| Rabu, 18 Maret 2026 | 04:00 WIB

Merger BUMN Logistik Tuntas Semester Satu

Keberhasilan restrukturisasi BUMN oleh Badan Pengelola Investasi Danantara tak diukur dari berkurangnya entitas bisnis.

Pasar Ngacir, Leasing Masih Pikir-Pikir
| Rabu, 18 Maret 2026 | 03:45 WIB

Pasar Ngacir, Leasing Masih Pikir-Pikir

Kondisi ekonomi yang masih diliputi ketidakpastian, menahan perusahaan leasing untuk menggeber pembiayaan.

Lebih 25.000 Pekerja Masih Belum Terima THR Lebaran
| Rabu, 18 Maret 2026 | 03:35 WIB

Lebih 25.000 Pekerja Masih Belum Terima THR Lebaran

Kemenaker akan menindaklanjuti aduan terkait ketidakpatuhan perusahaan dalam memberikan THR kepada para pekerja.

 Ekspatriat Hanya Bisa Menjabat Posisi Strategis di Bank Maksimal 5 Tahun
| Rabu, 18 Maret 2026 | 03:25 WIB

Ekspatriat Hanya Bisa Menjabat Posisi Strategis di Bank Maksimal 5 Tahun

​OJK pangkas masa kerja TKA perbankan jadi 5 tahun, paksa percepatan alih pengetahuan dan buka jalan talenta lokal naik kelas.

Laju Pertumbuhan Kredit Mulai Melambat
| Rabu, 18 Maret 2026 | 03:20 WIB

Laju Pertumbuhan Kredit Mulai Melambat

​Kredit perbankan kembali melambat di awal 2026—permintaan seret meski likuiditas longgar, sinyal ekonomi masih tertahan.

Serba Sulit
| Rabu, 18 Maret 2026 | 03:13 WIB

Serba Sulit

Ruang fiskal terbatas karena anggaran terkunci untuk program prioritas pemerintah seperti makan bergizi gratis yang memakan anggaran besar.

Platform E-Wallet Siap Panen Transaksi Saat Idulfitri
| Rabu, 18 Maret 2026 | 02:50 WIB

Platform E-Wallet Siap Panen Transaksi Saat Idulfitri

Sejumlah platform dompet digital ikut menuai berkah dengan membukukan kenaikan transaksi via QRIS menjelang lebaran.

Lautan Luas (LTLS) Memperluas Lini Bahan Pangan
| Rabu, 18 Maret 2026 | 02:30 WIB

Lautan Luas (LTLS) Memperluas Lini Bahan Pangan

Untuk mencapai target, rencana ekspansi dan pengembangan bisnis LTLS antara lain segmen bahan makanan (food ingredients) dan pengolahan air.

Ekosistem Pembiayaan yang Terintegrasi
| Rabu, 18 Maret 2026 | 02:22 WIB

Ekosistem Pembiayaan yang Terintegrasi

Keberanian sebuah bangsa tak diukur dari banyaknya kebijakan yang dibuat, tetapi dari kemampuannya membangun sistem yang bertahan lintas generasi.

INDEKS BERITA

Terpopuler