Saham CMRY Sukses Pullback, Sempat ARB Akhirnya Cimory Ditutup di Zona Hijau

Senin, 06 Desember 2021 | 11:55 WIB
Saham CMRY Sukses Pullback, Sempat ARB Akhirnya Cimory Ditutup di Zona Hijau
[Presiden Direktur PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) Farell Sutantio dan Pendiri/Presiden Komisaris Bambang Sutantio saat pencatatan saham perdana CMRY di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/12/2021).]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada perdagangan hari ini, empat saham baru memulai kiprahnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Keempatnya adalah CMRY, WMPP, WGSH dan TAYS.

Pergerakan saham CMRY salah satu yang menarik untuk dicermati. Saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk atau Cimory sempat mengalami ARB, atau menyentuh batas bawah auto rejections.

Namun, saham Cimory sukses pullback dan kembali ke jalur hijau hingga sempat menyentuh titik tertinggi di Rp 3.500 per saham. 

Pada penutupan perdagangan sesi pertama Senin (6/12) saham CMRY ditutup menguat 6,49 persen ke Rp 3.280 per saham.

Baca Juga: Awal Desember, Dana Asing Keluar Rp 12,5 Triliun

Rebound saham CMRY pada perdagangan intraday hingga sesi pertama diwarnai munculnya kabar masuknya ADB atau Asian Development Bank ke Cimory.

ADB ikut menjadi investor Cimory dengan membeli saham IPO sekitar 19,4 juta saham saham CMRY senilai Rp 59,9 miliar.

Cimory melepas 1,19 miliar saham, setara 15 persen dari modal disetor dan ditempatkan setelah IPO. Dari hajatan IPO, Cimory meraup dana segar hingga Rp 3,67 triliun. 

Sekitar 33% dana IPO dialokasikan untuk belanja modal, untuk penambahan kapasitas fasilitas produksi dalam bentuk seperti properti, pabrik dan peralatan. 

Sekitar 25% untuk penyetoran modal kepada entitas anak yaitu PT Macroprima Panganutama. Dananya terutama digunakan untuk penambahan kapasitas untuk fasilitas produksi dan modal kerja.

Baca Juga: Ekspansi Bisnis Berlanjut, RAJA Siapkan Dana Capex US$ 20 Juta di Akhir Tahun 2021

Sekitar 20% hasil dana IPO dialokasikan sebagai setoran modal kepada entitas anak PT Macrosentra Niagaboga. Dana tersebut utamanya akan digunakan untuk belanja modal yang berkaitan dengan rencana ekspansi pusat distribusi dan modal kerja.

Sekitar 15% hasil dana IPO akan digunakan untuk ekspansi saluran distribusi dalam bentuk penambahan jumlah toko dan sarana pendukung terkait peningkatan jumlah Miss Cimory yang meliputi pelatihan dan pengembangan. 

Terakhir, sekitar 7% dari dana yang dihimpun akan digunakan untuk modal kerja CMRY untuk pembiayaan kebutuhan operasional sehari-hari.

Bagikan

Berita Terbaru

Membedah ETF Emas; Cara Investasi, Pembentukan Harga, Modal, Prospek Hingga Risiko
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Membedah ETF Emas; Cara Investasi, Pembentukan Harga, Modal, Prospek Hingga Risiko

Di luar lima manajer investasi yang telah meluncurkan produk ETF Emas, ada sejumlah MI lain yang akan menyusul.

Asumsi Kurs Rp 17.500 di RAPBN 2027: Belajar dari Pengalaman 2026 yang Meleset Jauh
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Asumsi Kurs Rp 17.500 di RAPBN 2027: Belajar dari Pengalaman 2026 yang Meleset Jauh

Banyak syarat untuk memenuhi asumsi rupiah, yang repotnya sebagian bergantung pada kondisi eksternal.

Proyeksi CPO Dipangkas, Saham Sawit Mana yang Masih Menarik?
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:26 WIB

Proyeksi CPO Dipangkas, Saham Sawit Mana yang Masih Menarik?

Ketika kenaikan harga CPO mulai terbatas, kinerja emiten tidak hanya bergantung pada pergerakan harga komoditas.

Ranjang Procrustes dan Kemasan Rokok
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:12 WIB

Ranjang Procrustes dan Kemasan Rokok

Rokok boleh kita pandang sebagai persoalan serius bagi kesehatan. Namun, janganlah kebencian terhadapnya membuat kita berlaku tidak adil.

Rupiah Selasa (18/8) Berpotensi Menguat Terbatas, Cek Sentimen Utamanya
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Rupiah Selasa (18/8) Berpotensi Menguat Terbatas, Cek Sentimen Utamanya

Pelemahan indeks dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS menjadi sentimen utama yang menopang rupiah

Buktikan Wibawa BI
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:04 WIB

Buktikan Wibawa BI

Namun, independensi saja jelas tak akan cukup. Penentu wibawa bank sentral adalah konsistensi arah kebijakan yang dikomunikasikan secara jelas.

Penjualan ANTM Masih Tumbuh, Tapi Ada Risiko dari Tekanan Harga Komoditas
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Penjualan ANTM Masih Tumbuh, Tapi Ada Risiko dari Tekanan Harga Komoditas

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mendapatkan katalis positif dari kenaikan volume penjualan komoditas pada kuartal II-2026

Adu Kuat Saham WtE, Pengaruh Utama Pertumbuhan Fundamental atau Hanya Diversifikasi?
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Adu Kuat Saham WtE, Pengaruh Utama Pertumbuhan Fundamental atau Hanya Diversifikasi?

Investor kian memperhatikan kualitas proyek dan kemampuan emiten mengubah peluang bisnis pengolahan sampah menjadi arus kas.

Mengapa Saham Murah Tetap Murah Dalam Waktu Lama?
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:57 WIB

Mengapa Saham Murah Tetap Murah Dalam Waktu Lama?

Mulai dengan, "Perusahaan mana menghasilkan return tinggi secara berkelanjutan, dan berapa harga yang pantas?"​

Awal Pekan Setelah Long Weekend, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa (18/8)
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Awal Pekan Setelah Long Weekend, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa (18/8)

Kendati menguat, investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 1,03 triliun. Hari ini, ada sejumlah faktor yang akan dicermati investor.

INDEKS BERITA

Terpopuler