Saham Manufaktur Loyo Meski Industri Menggeliat, Investor Belum Seoptimis Pebisnis

Jumat, 16 April 2021 | 06:39 WIB
Saham Manufaktur Loyo Meski Industri Menggeliat, Investor Belum Seoptimis Pebisnis
[ILUSTRASI. Indeks saham manufaktur merosot saat data indeks manufaktur membaik. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sektor manufaktur nampak kembali menggeliat. Ini antara lain tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) yang berada di level 50,01. Ini menandakan sektor ini kembali ekspansif.

Sebelumnya, purchasing manager's index sektor manufaktur yang disusun IHS Markit juga sudah menunjukkan mode ekspansif selama beberapa waktu terakhir. Di Maret lalu, PMI manufaktur Indonesia berada di 53,2, rekor tertinggi.

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.

Kontan Digital Premium Access

Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari

Rp 120.000
Business Insight

Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan

-
Berlangganan dengan Google

Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.

Bagikan

Berita Terbaru

Digitalisasi Akan Menjadi Amunisi Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
| Rabu, 26 Februari 2025 | 07:31 WIB

Digitalisasi Akan Menjadi Amunisi Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) perlu lebih cepat meningkatkan layanan teknis kepada pelanggan 

Masuk Periode Bookbuilding IPO, Sinar Terang Mandiri (MINE) Incar Rp 132,33 Miliar
| Rabu, 26 Februari 2025 | 07:20 WIB

Masuk Periode Bookbuilding IPO, Sinar Terang Mandiri (MINE) Incar Rp 132,33 Miliar

Periode bookbuilding saham perdana PT Sinar Terang Mandiri Tbk. (MINE) berlangsung hingga 28 Februari 2025.

Sentimen Buruk Ekonomi Indonesia, Rupiah Hari Ini  Rabu (26/2) Diprediksi Masih Loyo
| Rabu, 26 Februari 2025 | 07:06 WIB

Sentimen Buruk Ekonomi Indonesia, Rupiah Hari Ini Rabu (26/2) Diprediksi Masih Loyo

Sentimen risk off di pasar ekuitas karena penurunan peringkat MSCI saham Indonesia oleh Morgan Stanley diperkirakan juga masih menekan rupiah.

Pendapatan Tertekan, ESSA GenjotLaba dengan Efisiensi
| Rabu, 26 Februari 2025 | 07:06 WIB

Pendapatan Tertekan, ESSA GenjotLaba dengan Efisiensi

Penurunan harga amoniak masih menekan pendapatan PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), tapi efisiensi bisnis dapat mendorong laba bersihnya.

Produk Foreign Index Futures Meramaikan Bursa
| Rabu, 26 Februari 2025 | 07:03 WIB

Produk Foreign Index Futures Meramaikan Bursa

BEI resmi meluncurkan produk Kontrak Berjangka Indeks Asing (KBIA) atau Foreign Index Futures hasil kerjasama dengan MSCI

Merdeka Battery Materials (MBMA) Memasang Mode Ekspansi
| Rabu, 26 Februari 2025 | 07:00 WIB

Merdeka Battery Materials (MBMA) Memasang Mode Ekspansi

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)  akan membangun pabrik pabrik pengolahan high pressure acid leach (HPAL).senilai US$ 1,8 miliar

Mencermati Kocok Ulang FTSE Index
| Rabu, 26 Februari 2025 | 06:57 WIB

Mencermati Kocok Ulang FTSE Index

FTSE Russell mengumumkan hasil tinjauan semi annual untuk FTSE Global Equity Index Series Asia Pacific

Prospek Ekonomi Suram, Investor Asing Hengkang
| Rabu, 26 Februari 2025 | 06:50 WIB

Prospek Ekonomi Suram, Investor Asing Hengkang

Penurunan bobot dan pemangkasan rating MSCI Indonesia menjadi underweight berpotensi mendorong dana asing kembali keluar 

Sentimen MSCI dan Danantara Berlanjut, IHSG Diproyeksi Loyo Hari Ini, Rabu (26/12)
| Rabu, 26 Februari 2025 | 06:49 WIB

Sentimen MSCI dan Danantara Berlanjut, IHSG Diproyeksi Loyo Hari Ini, Rabu (26/12)

Isu terkait pendirian Danantara direspons beragam. Pasar masih dipengaruhi isu negatif mengenai pengelolaan dan kinerja SWF di  negara tetangga. 

Industri Harapkan Kejelasan Skema Asuransi Program Pemerintah
| Rabu, 26 Februari 2025 | 06:45 WIB

Industri Harapkan Kejelasan Skema Asuransi Program Pemerintah

Salah satu tantangan saat ini adalah belum ada regulasi yang sepenuhnya mengakomodasi keterlibatan industri asuransi dalam program pemerintah.

INDEKS BERITA

Terpopuler