Saling Sandera

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:26 WIB
Saling Sandera
[ILUSTRASI. TAJUK - Djumyati Partawidjaja (KONTAN/Indra Surya)]
Djumyati Partawidjaja | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rivalitas antara penegak hukum di negeri ini memang kerap terjadi, tapi rasanya tidak pernah sedramatis tontonan di awal Juli 2026 lalu. Rivalitas antara Kejaksaan Agung dan Polri kini bukan lagi riak sektoral biasa, melainkan badai terbuka yang siap meruntuhkan marwah sistem hukum kita.

Apa yang kita tonton hari-hari ini bukan lagi penegakan keadilan demi rakyat, melainkan aksi saling sandera politik yang dipertontonkan secara telanjang di ruang publik.

Eskalasi perseteruan memuncak saat Kejaksaan Agung menetapkan Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan, perwira aktif di Badan Gizi Nasional (BGN), sebagai tersangka korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Kejaksaan, dugaan korupsi sang brigjen dilakukan lewat monopoli wadah makanan alias ompreng MBG.

Polri membalas cepat melalui Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi-nya. Mereka langsung menggeledah aset-aset yang terafiliasi dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di Cipete dan Sentul. Di sana polisi menyita tumpukan emas 74 kilogram serta uang asing senilai Rp 476 miliar.

Plot twist dan menjadi babak paling ironis dari drama ini adalah kompromi di balik layar yang terjadi setelahnya. Setelah Febrie mundur dari jabatannya, sebuah skema pelimpahan perkara yang ganjil pun disepakati. Kasus Febrie yang disidik Polri justru diserahkan begitu saja ke Kejaksaan Agung.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD mengkritik keras langkah ini karena dinilai menabrak KUHAP. Bagaimana mungkin sebuah lembaga hukum memeriksa mantan petingginya sendiri atas penyidikan aktif yang belum dinyatakan lengkap (P21)?

Aroma-aroma kesepakatan damai transaksional (quid pro quo) kian menyengat ketika Kejaksaan Agung mendadak menghentikan pengumpulan data kasus korupsi MBG. Tepat setelah Kapolri dan Jaksa Agung memamerkan kemesraan "Operasi Pendinginan" di hadapan kamera media.

Kita tidak boleh membiarkan "asas kekeluargaan" melunturkan akuntabilitas kejahatan kerah putih ini. Solusinya jelas: KPK harus berani mengambil alih kasus Febrie secara total demi menghindari konflik kepentingan yang akut. Hanya dengan independensi KPK dan revisi ketat Perpres 66/2025 agar militer tidak dijadikan tameng individu, kita mungkin bisa menyelamatkan marwah negara hukum ini dari jurang kehancuran.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Obligasi Korporasi Tertekan Bunga Tinggi, Investor Disarankan Fokus Flight to Quality
| Selasa, 03 November 2026 | 10:00 WIB

Obligasi Korporasi Tertekan Bunga Tinggi, Investor Disarankan Fokus Flight to Quality

Jika BI-Rate naik lagi, yield benchmark akan terkerek hingga membuat kupon korporasi semakin mahal dan berisiko mendemotivasi emiten.

TAPG Bagi Dividen Interim Senilai Rp 1,38 Triliun
| Selasa, 03 November 2026 | 09:32 WIB

TAPG Bagi Dividen Interim Senilai Rp 1,38 Triliun

PT Triputra Agro Lestari Tbk (TAPG) akan membagikan dividen interim Rp 1,38 triliun. Tiap pemegang saham berhak menerima dividen Rp 70 per saham

MEDC Menyebar Dividen Interim Sebesar US$ 30 Juta
| Selasa, 03 November 2026 | 09:28 WIB

MEDC Menyebar Dividen Interim Sebesar US$ 30 Juta

Keputusan pembagian dividen mendapat persetujuan direksi dan dewan komisaris pada 29 Oktober 2026. Jumlah dividen ini setara Rp 544,86 miliar.​

Tertekan Harga Bahan Baku dan Kurs, Laba Duet Emiten Grup Salim Tergerus
| Selasa, 03 November 2026 | 09:23 WIB

Tertekan Harga Bahan Baku dan Kurs, Laba Duet Emiten Grup Salim Tergerus

Kinerja PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) belum moncer di sepanjang sembilan bulan 2026

Ada Indeks Komoditas Saham Mulai Bernas
| Selasa, 03 November 2026 | 09:15 WIB

Ada Indeks Komoditas Saham Mulai Bernas

Mengawali pekan ini, mayoritas saham emiten di IDX Commodity 20 melaju. Saham komoditas Grup Bakrie dan Grup Barito menguat secara harian.

Melepas Beban HSC dari Punggung IHSG
| Selasa, 03 November 2026 | 09:05 WIB

Melepas Beban HSC dari Punggung IHSG

Pengecualian saham-saham HSC bisa mengembalikan dominasi saham blue chip di  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Prospek Dividen UNTR 2027 di Tengah Penurunan Laba dan Arus Kas
| Selasa, 03 November 2026 | 09:00 WIB

Prospek Dividen UNTR 2027 di Tengah Penurunan Laba dan Arus Kas

Prospek harga batubara, emas, permintaan alat berat, dan kinerja kontraktor pertambangan turut memengaruhi kemampuan UNTR menghasilkan kas.

Saham BSDE Tertekan di Tengah Penurunan Laba tapi Target Marketing Sales bisa Dicapai
| Selasa, 03 November 2026 | 08:32 WIB

Saham BSDE Tertekan di Tengah Penurunan Laba tapi Target Marketing Sales bisa Dicapai

Investor yang mendekap saham BSDE tak mendapat insentif tambahan lantaran emiten Grup Sinarmas ini sudah lama absen membagikan dividen.

WBSA Mengandalkan Integrasi Multimoda
| Selasa, 03 November 2026 | 08:05 WIB

WBSA Mengandalkan Integrasi Multimoda

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) mengandalkan integrasi layanan multimoda dan penerapan hybrid asset model untuk menjaga pertumbuhan bisnis.

ARKO Gencar Menambah Portofolio EBT
| Selasa, 03 November 2026 | 08:01 WIB

ARKO Gencar Menambah Portofolio EBT

PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) menargetkan produksi listrik pada 2027 tumbuh 49,4% dibandingkan proyeksi tahun ini.

INDEKS BERITA

Terpopuler