SAME Mau Akuisisi 66 Persen Saham RSGK, Segini Perkiraan Nilai Transaksinya

Kamis, 09 September 2021 | 10:20 WIB
SAME Mau Akuisisi 66 Persen Saham RSGK, Segini Perkiraan Nilai Transaksinya
[ILUSTRASI. Fasilitas RS Grha Kedoya milik PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK). PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) berencana mengakuisisi 66% saham RSGK. DOK/RSGK]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hanya selang beberapa jam usai perdagangan perdana saham PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir (8/9), muncul pengumuman besar. PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) berencana mengakuisisi mayoritas saham RSGK.

Manajemen SAME menyebut pihaknya tengah bernegosiasi untuk memborong sekitar 66% saham RSGK. Rencana akuisisi itu bertujuan untuk memperluas kegiatan usaha pelayanan kesehatan SAME di Indonesia.

Lantaran masih dalam tahap negosiasi, nilai akuisisi 66 persen saham RSGK itu belum diketahui. Namun, jika menggunakan patokan harga perdana saat initial public offering (IPO), perkiraan nilai 66% saham itu mencapai Rp 959,42 miliar.

Belum ada informasi, saham RSGK milik siapa yang akan diakuisisi emiten rumah sakit milik PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) tersebut.

Baca Juga: Omni Hospitals (SAME) Akan Mengakuisisi 66% Saham RSGK yang Baru Listing Hari Ini

Yang jelas, jika merujuk komposisi kepemilikan RSGK pasca IPO, hanya segelintir investor kakap yang punya banyak saham di RSGK. Salah satunya Hungkang Sutedja, anak kedua konglomerat The Ning King yang memiliki Grup Manunggal.

Hungkang Sutedja merupakan pemilik manfaat (ultimate beneficial owner) dari PT Kedoya Adyaraya Tbk. Secara tidak langsung, Hungkang Sutedja mengendalikan Kedoya Adyaraya lewat PT Medikatama Sejahtera. Porsi kepemilikannya di RSGK mencapai 40%.

Investor kedua yang punya saham dalam jumlah besar di RSGK adalah keluarga Munanto, pemilik PT Bestama Medikacenter Investama. Perusahaan tersebut kini memiliki 22 persen saham RSGK.

Hendra Munanto, pemilik 22,45% saham BMI saat ini menempati posisi direktur di PT Kedoya Adyaraya Tbk.

Investor kakap lain adalah PT United Gramedo yang mengempit 18 persen saham RSGK. PT Sinar Semesta Medikatama tercatat  sebagai pemegang 15,34% saham  United Gramedo. Sementara sisanya dimiliki oleh puluhan dokter.

Selanjutnya: Ada Hungkang Sutedja, Anak The Ning King di Belakang PT Kedoya Adyaraya yang Mau IPO

 

         

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Livebird dan Bahan Baku Bakal Jadi Batu Sandungan Kinerja Emiten Poultry?
| Jumat, 10 April 2026 | 17:10 WIB

Harga Livebird dan Bahan Baku Bakal Jadi Batu Sandungan Kinerja Emiten Poultry?

Harga ayam hidup atau livebird pasca Lebaran mengalami penurunan tajam, penurunan terjadi hingga mencapai Rp 18.000 hingga Rp 18.500 per kilogram.

Emiten Sawit Menadah Berkah Pemberlakuan Program B50 Juli Mendatang
| Jumat, 10 April 2026 | 14:30 WIB

Emiten Sawit Menadah Berkah Pemberlakuan Program B50 Juli Mendatang

Kandungan biodiesel yang lebih tinggi memiliki sifat detergensi yang lebih kuat, sehingga memerlukan perawatan mesin yang lebih intensif.

Saat Turun Bertahan, Saat Naik Melesat: Peta Saham Bank Agresif vs Defensif
| Jumat, 10 April 2026 | 14:01 WIB

Saat Turun Bertahan, Saat Naik Melesat: Peta Saham Bank Agresif vs Defensif

Wafi melihat BBRI dan BMRI berpotensi menjadi motor rebound, didukung valuasi yang sudah jauh di bawah rata-rata historis.

Matahari Putra Prima (MPPA) Divestasi Anak Usaha Senilai Rp 61,64 Miliar
| Jumat, 10 April 2026 | 09:26 WIB

Matahari Putra Prima (MPPA) Divestasi Anak Usaha Senilai Rp 61,64 Miliar

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) Melepas seluruh kepemilikannya di PT Super Ekonomi Ritelindo (SER) kepada PT Fortuna Optima Distribusi (FOD). 

Perintis Triniti (TRIN) Bersiap Akuisisi Prima Pembangunan Propertindo
| Jumat, 10 April 2026 | 09:22 WIB

Perintis Triniti (TRIN) Bersiap Akuisisi Prima Pembangunan Propertindo

Kedua pihak sepakat untuk menjajaki kerja sama strategis melalui aksi akuisisi mayoritas saham Prima Pembangunan Propertindo oleh TRIN. ​

Pembangkit Listrik Beroperasi, Kinerja Emiten EBT Bervariasi
| Jumat, 10 April 2026 | 09:12 WIB

Pembangkit Listrik Beroperasi, Kinerja Emiten EBT Bervariasi

Prospek kinerja emiten EBT pada 2026 berpotensi melesat lebih tinggi, sejalan dengan mulai beroperasinya deretan proyek pembangkit listrik hijau.​

Efisiensi Biaya Memacu Laba Emiten Rokok Mengepul di 2025
| Jumat, 10 April 2026 | 09:06 WIB

Efisiensi Biaya Memacu Laba Emiten Rokok Mengepul di 2025

Kinerja laba emiten rokok pada 2025 terutama dipengaruhi faktor efisiensi biaya dan beban non operasional. ​

Laju Saham Bahan Baku Masih Menderu
| Jumat, 10 April 2026 | 09:01 WIB

Laju Saham Bahan Baku Masih Menderu

Dari 11 indeks sektoral di BEI, IDX Basic Materials jadi satu-satunya indeks yang mencatat kinerja positif sejak awal 2026. ​

ABMM Menggenjot  Aset Tambang Baru
| Jumat, 10 April 2026 | 09:00 WIB

ABMM Menggenjot Aset Tambang Baru

ABMM mengandalkan kontribusi dari aset pertambangan baru, serta penguatan sinergi antar lini bisnis guna menjaga daya saing

Minyak Naik, Hitung Harga BBM Non Subsidi
| Jumat, 10 April 2026 | 08:50 WIB

Minyak Naik, Hitung Harga BBM Non Subsidi

Pemerintah perlu mencermati potensi peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke subsidi sebelum menaikkan harga

INDEKS BERITA

Terpopuler