Seberapa Menarik Prospek Saham BSDE di Tengah Pelemahan Daya Beli

Rabu, 13 Agustus 2025 | 20:37 WIB
Seberapa Menarik Prospek Saham BSDE di Tengah Pelemahan Daya Beli
[ILUSTRASI. Pekerja berjalan di atap (rooftop) gedung Biomedical Campus BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (25/3/2024). Kawasan Terpadu Bumi Serpong Damai (BSD) menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan pemerintah dan akan dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang mengembangkan pendidikan, riset kesehatan, ekonomi digital, pengembangan teknologi, layanan kesehatan dan biomedical. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.]
Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah tekanan daya beli masyarakat, kinerja PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) pada semester I-2025 memang belum sepenuhnya menggembirakan. Namun, kendati angka-angka kinerja yang menurun,  analis saham sebut  fondasi bisnis BSDE tetap kokoh dan memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan.

Sebagai salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia, BSDE di semester I-2025 mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 13,01% menjadi Rp 6,39 triliun, dari sebelumnya Rp 7,35 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya penjualan tanah dan bangunan, yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan dengan kontribusi mencapai 87%.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

ALDO Memperkuat Kemasan Daur Ulang
| Selasa, 30 Juni 2026 | 07:11 WIB

ALDO Memperkuat Kemasan Daur Ulang

Pertumbuhan kinerja keuangan ditopang oleh anak usaha, PT Eco Paper Indonesia, yang memproduksi kemasan kertas daur ulang ramah lingkungan.

Tahap Akhir Uji Tabung CNG
| Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02 WIB

Tahap Akhir Uji Tabung CNG

Saat ini, pemerintah bersiap melakukan satu tahapan pengujian lagi terhadap prototipe tabung yang diimpor dari China

Strategi HRTA Jaga Pasokan Emas di Tengah Lonjakan Permintaan
| Selasa, 30 Juni 2026 | 07:00 WIB

Strategi HRTA Jaga Pasokan Emas di Tengah Lonjakan Permintaan

Meski laba HRTA melesat, pelemahan rupiah bisa mengancam margin. Ketahui mengapa beberapa analis menyarankan 'wait and see' sebelum berinvestasi.

Marketplace Setuju Beri Diskon 50% ke UMKM
| Selasa, 30 Juni 2026 | 06:57 WIB

Marketplace Setuju Beri Diskon 50% ke UMKM

Masa transisi pemberlakuan Peraturan Menteri UMKM Nomor 3/2026 selama enam bulan untuk mempersiapkan

Gesekan Kartu Kredit Tetap Kencang
| Selasa, 30 Juni 2026 | 06:45 WIB

Gesekan Kartu Kredit Tetap Kencang

Transaksi kartu kredit tetap melaju di tengah ketidakpastian ekonomi, karena nasabah kelas menengah atas menjadikannya sebagai pembayaran harian

Dana SAL Tak Jamin Laju Kucuran Kredit Moncer
| Selasa, 30 Juni 2026 | 06:35 WIB

Dana SAL Tak Jamin Laju Kucuran Kredit Moncer

Dana SAL pemerinta yang ditempatkan di Himbara hanya jadi bantalan likuiditas, bukan jaminan kredit perbankan tumbuh moncer

Mencermati Penyebab Yield Kredit Perbankan Menurun
| Selasa, 30 Juni 2026 | 06:30 WIB

Mencermati Penyebab Yield Kredit Perbankan Menurun

Imbal hasil kredit bank besar menyusut pada awal tahun ini seiring dampak penurunan suku bunga, perlambatan kredit, dan dominasi kredit korporasi

Persaingan Perebutan Dana Masyarakat Mulai Sengit
| Selasa, 30 Juni 2026 | 06:30 WIB

Persaingan Perebutan Dana Masyarakat Mulai Sengit

Persaingan bank memperebutkan dana masyarakat kian sengit yang ditandai dengan kenaikan porsi DPK di bank yang menawarkan bunga deposito spesial

Manajer Salah Kelas
| Selasa, 30 Juni 2026 | 06:10 WIB

Manajer Salah Kelas

Kegagalan koperasi menunjukkan akar masalahnya hampir selalu soal aspek manajerial, bukan kurangnya ketahanan fisik para pengurusnya.

Kejutan Rupiah: Konflik AS-Iran Reda, Investor Buru Aset Berisiko
| Selasa, 30 Juni 2026 | 06:00 WIB

Kejutan Rupiah: Konflik AS-Iran Reda, Investor Buru Aset Berisiko

Konflik AS-Iran mereda, picu penguatan rupiah. Analis ungkap pemicu investor kembali masuk aset berisiko.

INDEKS BERITA

Terpopuler