Sektor Energi Kontributor Terbesar Kontrak Baru PT PP Tbk (PTPP)

Senin, 22 Juli 2019 | 03:45 WIB
Sektor Energi Kontributor Terbesar Kontrak Baru PT PP Tbk (PTPP)
[]
Reporter: Aloysius Brama, Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga bulan ini, PT PP (Persero) Tbk mencatatkan kontrak baru senilai Rp 14,8 triliun. Sektor energi menjadi penyumbang terbesar perolehan kontrak baru tersebut.

Menurut catatan internal PT PP, pekerjaan dari sektor energi mencuil porsi 39,7% atau sebesar Rp 5,88 triliun. Menyusul pekerjaan gedung bertingkat 23,6% atau sekitar Rp 3,49 triliun. Pada urutan ketiga adalah pekerjaan sektor infrastruktur 21,5% atau Rp 3,18 triliun. Sisanya meliputi pekerjaan bandar udara (bandara), jalur kereta api dan irigasi.

Dalam catatan KONTAN, PT PP juga mengantongi kontrak pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan V Balikpapan Tahap II. Nilai kontrak tersebut mencapai Rp 3,38 triliun.

Sementara menurut data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) per Juli 2019, PT PP mengantongi empat proyek energi dengan skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA). Perusahaan pelat merah itu mendapatkannya melalui anak usaha bernama PT PP Energi.

Keempat proyek tersebut meliputi pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBm) Nias Selatan berkapasitas 5 megawatt (mw) senilai Rp 210 miliar dan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Nusa Dua 2 mw senilai Rp 112 miliar. Ada pula proyek PLTSa Bangli 2 mw senilai Rp 98 miliar dan PLTBm Ponu 5 mw dengan nilai investasi sebesar Rp 280 miliar.

Meskipun sudah menggenggam kontrak baru bernilai trilunan rupiah, capaian PT PP masih jauh dari target kontrak sepanjang tahun ini yang mencapai Rp 50,3 triliun. "Kami merealisasikan 29,42% dari target kontrak tahun ini," ungkap Agus Samuel Kana, Sekretaris Perusahaan PT PP Tbk kepada KONTAN, Jumat (19/7).

Oleh karena itu PT PP bakal lebih giat mengulik proyek di dalam negeri maupun luar negeri. Perusahaan berkode saham PTPP di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu antara lain membidik negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Tahun ini, PT PP memastikan akan ada tambahan proyek baru berupa pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) dari Vietnam dan proyek pelabuhan dari Malaysia. Hanya, mereka tidak mengungkapkan nilai kontrak baru dari kedua negara."Masih on progress," kata Agus.

Konsesi Semarang-Demak

Melalui surat Nomor PB.02.01-Mn/1347 tanggal 17 Juli 2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) memutuskan konsorsium PT PP, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Misi Mulia Metrical sebagai pemegang konsesi proyek Tol Semarang-Demak. PT PP mengempit 65% konsesi. Sementara Wijaya Karya dan Misi Mulia masing-masing mendekap 25% dan 10%.

Tol Semarang-Demak memiliki panjang 27 kilometer (km) dengan nilai investasi Rp 15,3 triliun. Pengerjaannya terbagi menjadi Seksi I Kota Semarang dan Seksi II Kabupaten Demak. Konsorsium PT PP-Wijaya Karya-Misi Mulia bertugas mengerjakan Seksi II sepanjang 16,31 km dengan biaya Rp 5,6 triliun dan masa konsesi 35 tahun.

PT PP memastikan, proses selanjutnya bakal berjalan sesuai dengan rencana kerja. "Dengan surat penetapan ini, kami akan segera membentuk Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan mempercepat proses penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT)," kata M. Aprindy, Direktur Strategi Korporasi dan HCM PT PP dalam keterangan tertulis kepada media, Sabtu (21/7).

Bagikan

Berita Terbaru

Belanja Negara Rp 1.300 Triliun di Kuartal IV, Kualitas Belanja Jadi Perhatian
| Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Belanja Negara Rp 1.300 Triliun di Kuartal IV, Kualitas Belanja Jadi Perhatian

Besarnya belanja pemerintah pada kuartal IV-2026 berpotensi mendorong defisit anggaran mendekati batas 3% dari PDB.

Saham GOTO Jadi Buruan Asing di Tengah Sentimen Negatif MSCI, Net Buy Rp 280,9 Miliar
| Senin, 26 Oktober 2026 | 14:43 WIB

Saham GOTO Jadi Buruan Asing di Tengah Sentimen Negatif MSCI, Net Buy Rp 280,9 Miliar

Akumulasi investor asing di saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) bisa dipandang sebagai sinyal bottom fishing.

Langkah MSCI Terkait Status Pasar Saham RI Berimbas ke Minat Investor terhadap SBSN
| Senin, 26 Oktober 2026 | 14:09 WIB

Langkah MSCI Terkait Status Pasar Saham RI Berimbas ke Minat Investor terhadap SBSN

Jika situasi global semakin dinamis, rupiah kian tertekan, dan kredibilitas fiskal semakin dipertanyakan. minat terhadap SBSN bisa semakin berat.

Mengingatkan Kembali, Kisah Bursa Efek Ponari
| Senin, 26 Oktober 2026 | 08:56 WIB

Mengingatkan Kembali, Kisah Bursa Efek Ponari

Kasus ini mengingatkan  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan otoritas bursa efek untuk lebih serius menjalankan fungsinya sebagai "polisi" bursa.

Laba Bersih UVCR Melejit Tiga Digit di Sembilan Bulan 2026
| Senin, 26 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Laba Bersih UVCR Melejit Tiga Digit di Sembilan Bulan 2026

Pada sembilan bulan 2026, emiten yang bergerak di bidang voucher digital itu mencatat laba bersih Rp 10,63 miliar, naik 395,8% secara tahunan.​

Rogoh Kocek Rp 1 Triliun, AMMN Eksekusi Buyback
| Senin, 26 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Rogoh Kocek Rp 1 Triliun, AMMN Eksekusi Buyback

Aksi korporasi tersebut akan berlangsung selama tiga bulan dan dimulai sejak Kamis, 22 Oktober 2026 hingga 22 Januari 2027.

Kinerja Emiten Membaik, IHSG bisa Terus Naik
| Senin, 26 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Kinerja Emiten Membaik, IHSG bisa Terus Naik

Menakar arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah musim rilis kinerja emiten pada kuartal III-2026

IHSG Reborn, Cerminan Saham Milik Publik
| Senin, 26 Oktober 2026 | 08:14 WIB

IHSG Reborn, Cerminan Saham Milik Publik

Ke depan IHSG lebih jujur mencerminkan saham yang benar-benar dimiliki publik. Beban lama tidak hilang, tapi langkah ke depan lebih ringan.   

Kenaikan Biaya Produksi Jegal Daya Saing Industri
| Senin, 26 Oktober 2026 | 07:25 WIB

Kenaikan Biaya Produksi Jegal Daya Saing Industri

Daya saing Indonesia dalam IMD World Competitiveness 2026 merosot delapan peringkat ke posisi 48 dari 70 negara.

Prospek Bisnis Pelabuhan Tetap Melaju
| Senin, 26 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Prospek Bisnis Pelabuhan Tetap Melaju

Prospek bisnis operator pelabuhan di Indonesia masih bisa tumbuh seiring kebutuhan distribusi barang dan pengembangan kawasan industri.

INDEKS BERITA

Terpopuler