Selalu Cek Klaim Label ESG, 1 dari 7 Fund Punya Intensitas Tinggi pada Emisi Karbon

Selasa, 04 Oktober 2022 | 10:58 WIB
Selalu Cek Klaim Label ESG, 1 dari 7 Fund Punya Intensitas Tinggi pada Emisi Karbon
[ILUSTRASI. Satu dari tujuh fund yang dicap berkelanjutan, memiliki intensitas emisi karbon lebih tinggi ketimbang rata-rata investment fund menurut hasil analisis ESG Book REUTERS/Jonathan Alcorn ]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - Satu dari tujuh fund yang dicap berkelanjutan, memiliki intensitas emisi karbon lebih tinggi ketimbang rata-rata investment fund menurut hasil analisis ESG Book. Selain itu, tidak ada fund berlabel iklim yang memiliki portofolio sepenuhnya selaras dengan tujuan Perjanjian Paris.

ESG merilis hasil penelitian terbaru pada Hari Selasa (4/10). Analisisnya untuk mempertanyakan kelayakan fund yang memasarkan diri mereka sendiri dalam label environmental, social and governance (ESG) atau lingkungan, sosial dan tata kelola. 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Risiko Tekanan di Tengah Lonjakan Utang Luar Negeri
| Kamis, 28 Mei 2026 | 06:34 WIB

Risiko Tekanan di Tengah Lonjakan Utang Luar Negeri

Posisi utang luar negeri bank sentral jangka pendek nilainya mencapai US$ 15,85 miliar per akhir Maret 2026, naik 16,91% dari akhir tahun lalu

MDIY Terapkan Strategi Harga Tetap Sama
| Kamis, 28 Mei 2026 | 06:33 WIB

MDIY Terapkan Strategi Harga Tetap Sama

PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) akan mempertahankan strategi harga produk di tengah kenaikan biaya bahan baku dan ketidakpastian global. ​

Kencana Energi Lestari (KEEN) Memacu Proyek Listrik EBT
| Kamis, 28 Mei 2026 | 06:33 WIB

Kencana Energi Lestari (KEEN) Memacu Proyek Listrik EBT

KEEN memperkirakan PLTA Pakkat 2 membutuhkan investasi sekitar US$ 116 juta. Hanya sebagai gambaran saja, jumlah tersebut menembus Rp 2 triliun/

Menjaring Cuan Valuta Asing Saat Rupiah Terus Melemah
| Kamis, 28 Mei 2026 | 06:30 WIB

Menjaring Cuan Valuta Asing Saat Rupiah Terus Melemah

Di tengah tekanan rupiah, sejumlah valuta asing (valas) berpotensi membuka peluang keuntungan bagi investor valas.

NPL Tinggi Membayangi Ekspansi Kredit Baru
| Kamis, 28 Mei 2026 | 06:30 WIB

NPL Tinggi Membayangi Ekspansi Kredit Baru

Sejumlah bank di Tanah Air tercatat masih memiliki rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tinggi

Kredit UMKM Perbankan Tunjukkan Tanda Mulai Membaik
| Kamis, 28 Mei 2026 | 06:20 WIB

Kredit UMKM Perbankan Tunjukkan Tanda Mulai Membaik

Outstanding kredit UMKM sudah tumbuh positif, meski tipis, dengan segmen usaha mikro yang jadi penopangnya.​

Menanti Aturan Teknis Ekspor CPO via BUMN
| Kamis, 28 Mei 2026 | 06:19 WIB

Menanti Aturan Teknis Ekspor CPO via BUMN

Hingga kini belum ada sosialisasi detail mengenai mekanisme implementasi kebijakan tersebut kepada pelaku usaha.

Paradoks Industri Feronikel Indonesia, Kuasai 80% Dunia Tapi Hilirisasinya Mandek
| Kamis, 28 Mei 2026 | 06:15 WIB

Paradoks Industri Feronikel Indonesia, Kuasai 80% Dunia Tapi Hilirisasinya Mandek

Indonesia masih banyak mengimpor produk jadi turunan nikel sederhana seperti peralatan masak, perlengkapan dan pengencang baja tahan karat.

Keandalan Sistem Kelistrikan Tak Memadai
| Kamis, 28 Mei 2026 | 05:57 WIB

Keandalan Sistem Kelistrikan Tak Memadai

DEN mendorong penambahan gardu induk dan transformator daya di titik-titik yang berpotensi menyebabkan kemacetan aliran listrik (bottleneck)

Pemerintah Atur Skema Baru Impor Minyak
| Kamis, 28 Mei 2026 | 05:52 WIB

Pemerintah Atur Skema Baru Impor Minyak

Selain Pertamina, impor minyak bisa langsung dilakukan oleh Badan Layanan Umum secara langsung dari berbagai negara

INDEKS BERITA