Mimpi Naik Kelas

Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:42 WIB
Mimpi Naik Kelas
[ILUSTRASI. TAJUK - Ahmad Febrian (KONTAN/Indra Surya)]
Ahmad Febrian | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat berpidato di Sidang Tahunan MPR dan DPR-DPD serta Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan, Jumat (14/8), Presiden Prabowo Subianto menyebut realisasi investasi Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja. Lalu hingga semester I-2026, investasi mencapai Rp1.010 triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.

Pemerintah tidak boleh terlena pada nilai investasi dan jumlah lapangan kerja yang tercipta. Apalagi jumlah tersebut masih jauh panggang dari api seperti kampanye Gibran Rakabuming Raka saat kampanye: 19 juta lapangan kerja.

Pertanyaan lebih penting, pekerjaan seperti apa yang tercipta, berapa pendapatannya, dan apakah pekerjaan itu cukup produktif untuk membuat masyarakat naik kelas.

Kondisi kelas menengah menunjukkan tantangan tersebut. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada 2024 terdapat 48,41 juta orang atau 17,25% penduduk yang masuk kelas menengah.

Masalahnya, kelas menengah Indonesia menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat. Sebagian besar kelompok ini bukan merupakan sasaran utama bantuan sosial pemerintah. Di sisi lain, pendapatan rumah tangga harus terserap untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti biaya tempat tinggal, pendidikan anak, cicilan kendaraan hingga utang. Gali lubang tutup lubang pun menjadi hal yang biasa.

OJK mencatat, baki debet paylater perbankan pada Juni 2026 mencapai Rp 30,7 triliun, tumbuh 33,54% secara tahunan. Jauh di atas pertumbuhan kredit konsumsi yang sebesar 5,75%.

Prabowo jangan mengulangi kesalahan Joko Widodo (Jokowi). Pada era Jokowi, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas dengan harapan memperbaiki konektivitas, menurunkan biaya logistik dan mendorong aktivitas ekonomi. Namun, pembangunan fisik yang masif belum sepenuhnya diikuti penciptaan kegiatan ekonomi baru, pekerjaan berkualitas dan peningkatan pendapatan yang mampu memperkuat kelas menengah.

Tambahan utang pemerintah sekitar Rp 5.853 triliun selama Jokowi berkuasa menjadi beban fiskal Prabowo. Maka, investasi di era Prabowo harus menghasilkan lebih dari sekadar angka. Indonesia membutuhkan investasi yang menghasilkan pekerjaan, pekerjaan yang menghasilkan pendapatan dan pendapatan yang akhirnya menjadikan masyarakat mampu naik kelas.

Bagikan

Berita Terbaru

Opsi Realokasi Anggaran Negara untuk Penanganan Gempa NTT
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Opsi Realokasi Anggaran Negara untuk Penanganan Gempa NTT

Dewan Perwakilan Rakyat mendorong realokasi anggaran untuk mempercepat pemulihan pasca gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).

 KKI Disebut Tak Gusur Posisi Visa dan Mastercard
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:03 WIB

KKI Disebut Tak Gusur Posisi Visa dan Mastercard

Kartu Kredit Indonesia (KKI) hadir sebagai pemain baru di sistem pembayaran domestik akan berjalan berdampingan dengan Visa dan Mastercard.

Partitokrasi: Negara dalam Cengkeraman Partai
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:55 WIB

Partitokrasi: Negara dalam Cengkeraman Partai

Monopoli partai dalam pencalonan harus dipatahkan. Keuangan partai dan sumber dananya harus dibuka kepada publik.

Mimpi Naik Kelas
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:42 WIB

Mimpi Naik Kelas

Indonesia butuh investasi yang menghasilkan pekerjaan yang akhirnya menjadikan masyarakat mampu naik kelas.

Sentimen Profit Taking dan Bi Rate, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Rabu (19/8)
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:53 WIB

Sentimen Profit Taking dan Bi Rate, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Rabu (19/8)

Investor hari ini akan mencermati rilis suku bunga acuan alias BI rate. Secara teknikal ada kemungkinan investor akan melakukan profit taking. 

Penjualan Meningkat, Kerugian Bersih FAST Mulai Menyusut
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Penjualan Meningkat, Kerugian Bersih FAST Mulai Menyusut

FAST membukukan pendapatan sebesar Rp 2,79 triliun, naik 16,1% dibandingkan Rp 2,40 triliun pada semester I-2025. 

Tekanan MSCI Mereda, Saham Bahan Baku Berpeluang Melaju
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Tekanan MSCI Mereda, Saham Bahan Baku Berpeluang Melaju

Kenaikan harga emas, prospek hilirisasi dan pemulihan minat investor terhadap saham komoditas menjadi sejumlah katalis sektor ini

Saham IMAS Mulai Menggeliat, Ekspansi Mobil China Termasuk Hongqi Picu Turnaround?
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29 WIB

Saham IMAS Mulai Menggeliat, Ekspansi Mobil China Termasuk Hongqi Picu Turnaround?

Data penjualan pada kuartal III-2026 salah satu indikator awal untuk melihat apakah ekspansi bisnis baru IMAS mulai memberikan dampak nyata.

Sinyal Turnaround di Saham HRUM, Kinerja di Semester II-2026 Bakal Jadi Penentu
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Sinyal Turnaround di Saham HRUM, Kinerja di Semester II-2026 Bakal Jadi Penentu

Konfirmasi turnaround HRUM baru akan terlihat apabila sejumlah indikator operasional mulai menunjukkan perbaikan secara bersamaan.

JARR, TEBE, PGUN hingga PACK Rally, Efek Spillover Rumor Akuisisi BYAN Oleh Haji Isam
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:53 WIB

JARR, TEBE, PGUN hingga PACK Rally, Efek Spillover Rumor Akuisisi BYAN Oleh Haji Isam

Setiap emiten memiliki prospek, struktur bisnis, fundamental, serta tingkat sensitivitas yang berbeda-beda terhadap akuisisi BYAN.

INDEKS BERITA

Terpopuler