Partitokrasi: Negara dalam Cengkeraman Partai
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setiap lima tahun kita memilih. Kita antre di bilik suara, mencelupkan jari ke tinta, lalu berharap sesuatu berubah. Namun tahun demi tahun hasilnya terasa sama: kebijakan besar menguntungkan segelintir orang di puncak, sementara rakyat kebanyakan menanggung ongkosnya. Mengapa demokrasi yang tampak lengkap ini terasa begitu kosong?
Jawabannya bisa diringkas dalam satu kalimat: partai politik telah membajak negara. Ini bukan teori konspirasi. Ada namanya dalam ilmu ekonomi politik --state capture, negara yang dibajak. Maknanya bukan sekadar pejabat nakal yang melanggar aturan, melainkan aturan itu sendiri yang dibuat untuk melayani kepentingan segelintir orang. Korupsi biasa melanggar hukum; state capture justru membuat hukum. Ia sah di atas kertas, tetapi memangsa dalam kenyataan.
