Setahun Setelah Dicoret Bursa New York, China Mobile Mencatatkan Saham di Shanghai

Selasa, 21 Desember 2021 | 16:26 WIB
Setahun Setelah Dicoret Bursa New York, China Mobile Mencatatkan Saham di Shanghai
[ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas di depan Shanghai Stock Exchange di kawasan Pudong di Shanghai, China, 3 Februari 2020. REUTERS/Aly Song/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. China Mobile bermaksud mengumpulkan hingga 56 miliar yuan, setara Rp 125,7 triliun melalui penawaran saham ke publik di bursa Shanghai. China Mobile melakukan penawaran di dalam negeri setahun sahamnya dicoret dari bursa saham New York.

Operator jaringan seluler terbesar di dunia berdasarkan jumlah pelanggan itu menawarkan sahamnya ke publik di bursa Shanghai. Di saat suhu hubungan Amerika Serikat (AS) dan China semakin panas, semakin banyak perusahaan China yang melakukan pencatatan saham di bursa dalam negeri atau di Hong Kong.

Washington pekan lalu menempatkan puluhan perusahaan China dalam daftar hitam, termasuk SenseTime Group, atas tuduhan terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia. Regulator di AS juga telah menyelesaikan aturan untuk mencoret perusahaan China yang tidak memenuhi aturan di bursa AS selama tiga tahun.

Baca Juga: Pangkas Bunga Kredit Acuan, Otoritas China Diperkirakan Akan Melanjutkan Pelonggaran

Mengutip isi prospektus penawaran sahamnya, China Mobile akan menjual hingga 845 juta saham dengan harga 57,58 yuan per saham untuk mendapatkan dana hingga 48,7 miliar yuan. China Mobile juga berniat menggelar opsi penjatahan tambahan.

Setelah opsi greenshoe itu dilaksanakan sepenuhnya, China Mobile berpeluang mengantongi hingga 56 miliar yuan, menjadikannya sebagai penjualan saham publik China dengan rekor terbesar kelima, menurut data Refinitiv. Ini juga akan menjadi pencatatan terbesar di China sejak penawaran umum Bank Pertanian China pada 2010.

China Mobile mengatakan hasil dari penawaran akan digunakan untuk mengembangkan berbagai proyek termasuk pengembangan jaringan 5G premium, infrastruktur untuk sumber daya cloud, dan ekosistem cerdas.

Baca Juga: China Pangkas Suku Bunga, Harga Bitcoin dan Mata Uang Kripto Lain Malah Turun

Pesaing China Mobile yang memiliki skala lebih kecil, yaitu China Telecom dan China Unicom, sudah terdaftar di China.

Ketiga operator telekomunikasi itu dikeluarkan bursa saham New York setelah administrasi Donald Trump melakukan pembatasan investasi di perusahaan teknologi China. Kebijakan itu dipertahankan Pemerintahan Joe Biden di tengah berlanjutnya ketegangan antara Washington dan Beijing.

Selain sanksi daftar hitam, regulator pasar modal di AS (SEC) bulan ini menyelesaikan aturan untuk menghapus perusahaan China yang terdaftar di AS di bawah Holding Foreign Companies Accountable Act (HFCAA).

Bagikan

Berita Terbaru

Adhi Karya (ADHI) Menyelesaikan Hunian di Aceh Tamiang
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:46 WIB

Adhi Karya (ADHI) Menyelesaikan Hunian di Aceh Tamiang

Melalui pembangunan nonstop selama enam hari, Rumah Hunian Danantara Tahap I berhasil diselesaikan dan terus dikejar untuk tahap selanjutnya

Hati-Hati Kripto Masih Rentan Terkoreksi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:15 WIB

Hati-Hati Kripto Masih Rentan Terkoreksi

Hingga saat ini sentimen utama yang mempengaruhi pasar masih berkisar pada kondisi likuiditas global.

Investasi Jangka Panjang Ala Edwin Pranata CEO RLCO: Kiat Cuan Maksimal
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:00 WIB

Investasi Jangka Panjang Ala Edwin Pranata CEO RLCO: Kiat Cuan Maksimal

Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata, berbagi strategi investasi jangka panjang yang fokus pada fundamental dan keberlanjutan kinerja.

Saham Perkapalan Meroket di Awal 2026, Cermati Rekomendasi Analis Berikut ini
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:44 WIB

Saham Perkapalan Meroket di Awal 2026, Cermati Rekomendasi Analis Berikut ini

Tak hanya pergerakan harga minyak global, tetapi kombinasi geopolitikal dan rotasi sektor turut mendorong kinerja harga saham emiten perkapalan.

Silang Sengkarut Dana Haji Khusus
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:14 WIB

Silang Sengkarut Dana Haji Khusus

BPKH hanya menjalankan mandat sesuai regulasi dan tidak memiliki kewenangan mencairkan dana tanpa instruksi resmi dari kementerian teknis.

Manufaktur Terkoreksi, Namun Tetap Ekspansi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:12 WIB

Manufaktur Terkoreksi, Namun Tetap Ekspansi

Ekspansi manufaktur masih ditopang oleh pertumbuhan permintaan baru.                                      

Nina Bobok Stabilitas
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:11 WIB

Nina Bobok Stabilitas

Jangan sampai stabilitas 2026 sekadar ketenangan semu sebelum kemerosotan daya beli benar-benar menghantam fondasi ekonomi kita.

Meja Judi Dunia Berpindah, Peta Bisnis Judi Global Berubah
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:09 WIB

Meja Judi Dunia Berpindah, Peta Bisnis Judi Global Berubah

Menurut Vitaly Umansky, analis senior sektor perjudian global di Seaport Research Partners, potensi pertumbuhan Makau masih besar.

Miskonsepsi Pertumbuhan Ekonomi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 05:26 WIB

Miskonsepsi Pertumbuhan Ekonomi

Perpindahan pekerjaan menuju sektor bernilai tambah tinggi menjadi keharusan, dan sistem keuangan harus mendorong kredit produktif.

Bisnis Emas Bank Syariah Bakal Semakin Merekah
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 04:50 WIB

Bisnis Emas Bank Syariah Bakal Semakin Merekah

Memasuki tahun 2026, bank syariah menilai harga emas bisa kembali berkilau setelah melesat di tahun lalu dan menjadi sentimen layanan emas. 

INDEKS BERITA

Terpopuler