Siasat Tigaraksa Satria Perluas Pasar

Kamis, 02 Mei 2019 | 12:23 WIB
Siasat Tigaraksa Satria Perluas Pasar
[]
Reporter: Agung Hidayat | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan distribusi produk consumer goods, PT Tigaraksa Satria Tbk terus menambah jumlah prinsipal baru di lini bisnis usahanya.

Pada Desember tahun lalu, emiten berkode saham TGKA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini berhasil menambah satu prinsipal, yakni PT Quaker Indonesia yang bergerak di bidang produk makanan siap saji.

Jika tak ada aral melintang, manajemen Tigaraksa Satria menargetkan bisa menambah lagi prinsipal baru di awal tahun ini. "Kami telah menambah dua prinsipal baru, pertama PT Asahi sebagai produsen sarden merek Asahi dan kedua produsen sambal botol merek Dua Belibis dan cabe bubuk merek Koepoe Koepoe," terang Lianne Widjaja, Presiden Direktur PT Tigaraksa Satria Tbk, Rabu (1/5).

Hanya saja, kata Lianne, perusahaan yang dipimpinnya tidak memiliki target jumlah prinsipal baru yang mesti dikejar. Satu hal yang pasti, TGKA akan terus mencari potensi prinsipal yang berkontribusi positif bagi perusahaan. "Harapannya ada sinergi dari produk dan memiliki prospek yang baik dari sisi pemasaran," ungkap dia.

Berdasarkan catatan perusahaan ini, sampai akhir tahun 2018, total prinsipal yang dipegang Tigaraksa Satria sebanyak 15 perusahaan. Dengan tambahan dua prinsipal baru, maka total prinsipal saat ini mencapai 17 perusahaan.

Adapun jenis produk pendidikan alias educational product di tahun lalu sebanyak 2.500 macam dan akan ditambah pada tahun ini sebanyak 4.000 macam, hingga totalnya bakal ada 6.500 jenis educational product yang didistribusikan TGKA.

Penjualan di segmen educational product tercatat mampu tumbuh tinggi sepanjang tahun lalu. Mengacu laporan keuangan tahun lalu, penjualan segmen educational product tumbuh lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya Rp 193 miliar di 2017 menjadi sebesar Rp 401 miliar di sepanjang 2018. Meski demikian, segmen ini baru berkontribusi sebesar 3% terhadap total pendapatan.

Penjualan online

Selama ini segmen penjualan susu, makanan ringan dan peralatan rumah tangga masih menjadi tulang punggung Tigaraksa Satria. Segmen tersebut menyumbang 94% dari total pendapatan. Adapun pertumbuhan pada tahun lalu mencapai 28% secara year on year (yoy) menjadi Rp 12,18 triliun. Pada tahun sebelumnya, penjualan di segmen tersebut tercatat hanya mencapai Rp 9,48 triliun.

Satu-satunya segmen bisnis yang menurun adalah divisi bisnis gas, kompor dan blender yang menyumbang Rp 353 miliar sepanjang 2018. Angka itu 3% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 364 miliar.

Lianne mengatakan mereka akan berupaya menggeser penjualan Blue Gas yang berada di divisi tersebut dari sebelumnya offline market ke online market.

Asal tahu saja, harga produk tersebut sebenarnya telah naik 10% di awal tahun ini. Namun, TGKA berharap hal itu tidak berpengaruh besar terhadap volume penjualannya. Yang jelas, TGKA melihat ada prospek bagus di 2019.

Tahun ini, Tigaraksa Satria menggelontorkan belanja modal hanya Rp 29 miliar yang sebagian besar untuk revitalisasi kebutuhan perkantoran dan gedung. Hingga kuartal I-2019, realisasinya sudah mencapai 25%-30%.

Bagikan

Berita Terbaru

PMI Manufaktur Kembali Ekspansif, Rebound Sesaat atau Sinyal Kebangkitan Industri?
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:30 WIB

PMI Manufaktur Kembali Ekspansif, Rebound Sesaat atau Sinyal Kebangkitan Industri?

Kenaikan produksi kembali terjadi untuk pertama kali sejak Februari dan pesanan baru mulai stabil, tetapi peningkatan output masih terbatas. 

PMI Manufaktur Kembali Ekspansif, Rebound Sesaat atau Sinyal Kebangkitan Industri?
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:30 WIB

PMI Manufaktur Kembali Ekspansif, Rebound Sesaat atau Sinyal Kebangkitan Industri?

Kenaikan produksi kembali terjadi untuk pertama kali sejak Februari dan pesanan baru mulai stabil, tetapi peningkatan output masih terbatas. 

Pemulihan Harga dan Permintaan Bikin Prospek Emiten Poultry Kembali Menarik
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Pemulihan Harga dan Permintaan Bikin Prospek Emiten Poultry Kembali Menarik

Pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memberikan dampak terhadap sektor poultry.

Indeks Dolar Dalam Tren, Berikut Prediksi Rupiah Hari Ini, Kamis (6/8)
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:32 WIB

Indeks Dolar Dalam Tren, Berikut Prediksi Rupiah Hari Ini, Kamis (6/8)

Pergerakan rupiah didorong oleh melemahnya permintaan terhadap dolar AS.  Pelemahan itu setelah peluang deeskalasi konflik AS–Iran.

Yield US Treasury Menurun, Indeks Dolar AS Ikut Melemah
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:27 WIB

Yield US Treasury Menurun, Indeks Dolar AS Ikut Melemah

Penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) menekan pergerakan indeks dolar AS (DXY).

Investor Asing Gelar Aksi Net Sell Lagi, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:26 WIB

Investor Asing Gelar Aksi Net Sell Lagi, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

 Angka ini memang lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar 5,61%, tetapi lebih tinggi dari konsensus pasar sekitar 5,1%.

Penjualan Sarang Burung Walet Topang Pertumbuhan Laba Abadi Lestari (RLCO)
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:12 WIB

Penjualan Sarang Burung Walet Topang Pertumbuhan Laba Abadi Lestari (RLCO)

Hingga 30 Juni 2026, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) mencatatkan laba bersih Rp 20,36 miliar, meningkat 13,39% secara tahunan.

BEI Masukkan ALKA dan AGAR ke Daftar Saham HSC
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:06 WIB

BEI Masukkan ALKA dan AGAR ke Daftar Saham HSC

BEI memasukkan saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) ke daftar saham berkonsentrasi tinggi.

Tekanan Biaya Berpotensi Reda, Kinerja KLBF Bisa Lebih Sehat
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Tekanan Biaya Berpotensi Reda, Kinerja KLBF Bisa Lebih Sehat

Pada semester I-2026,  PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) harus mengalami penurunan laba bersih 2,80% yoy jadi Rp 1,97 triliun dari Rp 2,03 triliun.​

Strategi Promosi Mendorong Laba AMRT Semakin Tinggi
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:54 WIB

Strategi Promosi Mendorong Laba AMRT Semakin Tinggi

Per akhir Juni 2026, pengelola jaringan minimarket Alfamart itu mencetak laba bersih Rp 2,02 triliun, naik 7,5% secara tahunan.

INDEKS BERITA

Terpopuler