Siap Beroperasi 15 November, Bursa Baru di Beijing Catatkan Saham 10 Emiten

Kamis, 11 November 2021 | 10:34 WIB
Siap Beroperasi 15 November, Bursa Baru di Beijing Catatkan Saham 10 Emiten
[ILUSTRASI. Logo STAR Market pada seremoni peluncurannya di Shanghai, China, 22 Juli 2019. REUTERS/Stringer.]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Bursa efek terbaru di China, Bursa Efek Beijing, telah menyetujui aplikasi pencatatan saham dari 10 perusahaan pada 15 November, demikian keterbukaan informasi pada Rabu (10/11) malam. Pencatatan itu berselang dua bulan setelah Presiden China Xi Jinping mengumumkan rencana pembentukan bursa untuk perusahaan skala kecil dan menengah.

Perusahaan-perusahaan tersebut saat ini terdaftar pada New Third Board, lapisan pengembangan baru dari Bursa dan Kuotasi Ekuitas Nasional, yang merupakan pasar over-the-counter di Beijing. Belasan perusahaan itu, secara terpisah, memberi pengumuman terpisah tentang pencatatan saham mereka di Bursa Efek Beijing. 

Perusahaan tersebut termasuk Beijing Henghe Information Technology Co, Keda Automation Control, dan Anhui Jingsai Technology Co.

Baca Juga: Morgan Stanley sebut pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan bisa capai 6,5%

Regulator sekuritas China mengatakan bursa yang baru akan melengkapi bursa efek yang sudah ada di China, seperti bursa di Shanghai dan Shenzhen. Investor berharap bursa itu akan mengalami awal perdagangan yang sibuk, seperti yang dialami oleh papan lainnya, seperti STAR Shanghai, saat peluncuran.

Seperangkat aturan perdagangan untuk Bursa Efek Beijing diterbitkan bulan lalu. Investor individu yang memenuhi syarat untuk berdagang harus memiliki aset bernilai, setidaknya, 500.000 yuan, atau setara Rp 1,12 miliar, di akun saham mereka.

“Ini menggarisbawahi kecepatan dan efisiensi dalam meluncurkan Bursa Efek Beijing," kata Zhou Yunnan, investor veteran di New Third Board, yang menjadi basis bursa baru.

Baca Juga: China peringatkan paket terkontaminasi Covid-19 jelang hari belanja 11.11

"Sangat penting untuk meluncurkan bursa yang bertugas memperdalam reformasi pasar modal China," tambahnya.

China telah meningkatkan dukungan untuk usaha kecil dan menengah yang berjuang di saat ekonomi yang melambat, sementara menindak raksasa teknologi di bawah tujuan “kemakmuran bersama. Kebijakan yang diusung Presiden Xi itu bertujuan untuk mempersempit kesenjangan antara kaya dan miskin.

Bursa Beijing akan menggunakan mekanisme penawaran umum perdana (IPO) berbasis pendaftaran, yang membuka jalan bagi peluncuran sistem pencatatan di papan utama China, kata Morgan Stanley.

Saat ini, hanya ChiNext di Shenzhen, dan STAR Market di Shanghai yang berfokus pada teknologi yang telah mengadopsi sistem IPO gaya Amerika Serikat.

Selanjutnya: Eksekusi Opsi Pembelian, Musk Lantas Jual Saham untuk Lunasi Tagihan Pajak

 

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Pengembangan Industri Pusat Data di Kawasan Barelang
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Pengembangan Industri Pusat Data di Kawasan Barelang

Industri ini membutuhkan dukungan utilitas dan konektivitas yang kuat, mulai dari pasokan listrik, air, jaringan telekomunikasi,

11 Proyek Hilirisasi  Rp 180 Triliun Diresmikan
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 08:38 WIB

11 Proyek Hilirisasi Rp 180 Triliun Diresmikan

Presiden Prabowo Subianto menyebut realisasi investasi di Kawasan IWIP mencapai lebih dari US$ 20 miliar

Beragam Respons Parpol di Parlemen
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 08:28 WIB

Beragam Respons Parpol di Parlemen

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menuturkan, tindak lanjut putusan MK akan berada di ranah politik

Internet Rakyat WIFI Sudah Jangkau 3,1 Juta Konsumen
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 07:46 WIB

Internet Rakyat WIFI Sudah Jangkau 3,1 Juta Konsumen

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge telah mengaktifkan lebih dari 3.100 site IRA–Internet Rakyat dalam tujuh bulan pada 2026. 

APEX Siap Eksekusi Private Placement 218 Juta Saham
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 07:43 WIB

APEX Siap Eksekusi Private Placement 218 Juta Saham

Dalam private placement, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) akan menerbitkan 218,09 juta saham Seri B. Nilai nominal Rp 325 per saham. ​

Jhonlin Baratama Tuntaskan Proses Akuisisi BYAN, Begini Rinciannya
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Jhonlin Baratama Tuntaskan Proses Akuisisi BYAN, Begini Rinciannya

Haji Isam menuntaskan transaksi pembelian 10,08 miliar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low pada 7 Oktober 2026.

WIKA Belum Ikut Gerbong Konsolidasi BUMN Karya
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 07:26 WIB

WIKA Belum Ikut Gerbong Konsolidasi BUMN Karya

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) disebut masih perlu memperkuat kondisi keuangan sebelum mengikuti arah konsolidasi BUMN Karya.

Kinerja Saham Valuasi Murah Belum Bergairah
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 07:25 WIB

Kinerja Saham Valuasi Murah Belum Bergairah

Pelemahan kinerja IDX Value30 menunjukkan tekanan pasar saat ini tidak hanya pada saham-saham bervaluasi tinggi.

Pelayanan Publik Kemperin Akan Digelar Dua Kali
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Pelayanan Publik Kemperin Akan Digelar Dua Kali

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memperkuat kecepatan layanan publik bagi pelaku industri. 

Risiko Hunting Minyak Perlu Dihitung
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Risiko Hunting Minyak Perlu Dihitung

Pemerintah berencana melakukan hunting (berburu) minyak mentah dari negara dengan surplus minyak, mengganti lelang melalui PT Pertamina.

INDEKS BERITA

Terpopuler