Situasi Masih Tak Menentu, Harga Emas Hari Ini Stabil

Selasa, 10 Desember 2019 | 05:50 WIB
Situasi Masih Tak Menentu, Harga Emas Hari Ini Stabil
[ILUSTRASI. Petugas menunjukkan sampel emas batangan di Butik Emas Logam Mulia, Jakarta, Senin (9/12/2019).]
Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Harga emas hari ini stabil menyusul langkah investor melakukan lindung nilai terhadap kemungkinan eskalasi sengketa perdagangan Amerika Serikat (AS)-China.

Maklum, menjelang tenggat waktu 15 Desember 2019 untuk pemberlakuan tarif baru AS atas produk impor China, kedua negara belum juga menyepakati perjanjian perdagangan fase satu.

Mengacu Bloomberg pukul 05.40 WIB, harga emas hari ini di pasar spot stabil di posisi US$ 1.461,68 per ons troi. Sedang harga emas berjangka AS turun tipis 0,01% ke level US$ 1.464,90.

Baca Juga: Akhirnya, harga emas spot naik 0,02% di level US$ 1.460,49 per ons troi

Wakil Menteri Perdagangan China Ren Hongbin mengatakan, Beijing berharap bisa mencapai kesepakatan perdagangan yang memuaskan kedua belah pihak sesegera mungkin.

Tapi, investor tampaknya enggan untuk melepaskan emas di tengah meredupnya harapan kesepakatan perdagangan AS-China sebelum 15 Desember.

"Akan ada cukup banyak ketidakpastian dan dukungan di pasar menjelang tanggal itu untuk menjaga pasar terjebak dalam kisaran (harga emas) saat ini," kata Analis Saxo Bank Ole Hansen kepada Reuters.

Baca Juga: Harga emas Antam turun lagi ke Rp 744.000 pada hari ini

"Batas waktu tarif 15 Desember tentu menjadi prioritas utama semua orang. Situasinya masih tidak menentu, membantu harga emas tetap kuat," kata Daniel Ghali, Commodity Strategist TD Securities, ke Reuters.

Harga emas merosot 1,1% pada Jumat (6/12) pekan lalu, setelah data non-farm payroll AS yang kuat.

"Berdasarkan laporan (pekerjaan), Anda bisa berpendapat bahwa emas harus diperdagangkan lebih rendah. Tidak, itu hanya menunjukkan, ada sedikit skeptisisme tentang prospek pertumbuhan global," ujar Hansen.

Juga memberikan dukungan untuk harga emas, ekspor China menyusut empat bulan berturut-turut pada November lalu. Ini semakin menggarisbawahi tekanan dari perang dagang dengan AS.

Baca Juga: Terpopuler: Saham BBCA naik 21%, Harga emas Antam turun lagi

Pasar sekarang menunggu pertemuan dua hari Federal Reserve yang berlangsung Selasa (10/12) untuk isyarat kebijakan moneternya. Bank sentral AS kemungkinan menyoroti ketahanan ekonomi dan mempertahankan suku bunga di kisaran 1,50% hingga 1,75%.

Menurut MKS PAMP, ketidakpastian yang berasal dari batas waktu perdagangan 15 Desember dan pemilihan di Inggris, Kamis (12/10), yang bisa menentukan nasib Brexit, menekan harga emas ke kisaran US$ 1.445-US$ 1.450 per ons troi.

Sementara Goldman Sachs menyebutkan, permintaan emas untuk investasi akan mendapat dukungan dari kekhawatiran global akan resesi dan ketidakpastian politik. Bank investasi asal AS ini memperkirakan, harga emas bisa menembus US$ 1.600 per ons troi di dalam tiga hingga 12 bulan ke depan.

Bagikan

Berita Terbaru

TBS Energi (TOBA) Mantap Beralih ke Energi Hijau, Simak Rencana Bisnisnya
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:44 WIB

TBS Energi (TOBA) Mantap Beralih ke Energi Hijau, Simak Rencana Bisnisnya

Mengupas rencana bisnis PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) yang kini ingin fokus bergerak di sektor energi baru dan terbarukan

Pensiun Aman Ala Bos PGEO Ahmad Yani: Disiplin Investasi dan Diversifikasi
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:35 WIB

Pensiun Aman Ala Bos PGEO Ahmad Yani: Disiplin Investasi dan Diversifikasi

Ahmad Yani, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membeberkan sejumlah strategi investasinya untuk tujuan masa tua yang nyaman 

Memilih Valas Utama Ketika Konflik di Timur Tengah Belum Mereda
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:08 WIB

Memilih Valas Utama Ketika Konflik di Timur Tengah Belum Mereda

Langkah The Fed menahan suku bunga berdampak pada menguatnya indeks dolar AS (DXY). Dus, sejumlah valuta asing utama melemah terhadap dolar AS. ​

Harga Jual CPO Melejit, Laba Cisadane Sawit Raya (CSRA) Naik Dua Digit
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:59 WIB

Harga Jual CPO Melejit, Laba Cisadane Sawit Raya (CSRA) Naik Dua Digit

Pertumbuhan pendapatan PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) selama tahun 2025 ditopang tingginya kuantitas penjualan crude palm oil (CPO).

Disetir Sentimen Perang, IHSG Melemah 0,56% Dalam Sepekan
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:56 WIB

Disetir Sentimen Perang, IHSG Melemah 0,56% Dalam Sepekan

Pelemahan IHSG selama sepekan disertai meningkatnya tekanan jual di pasar. Kondisi ini dipengaruhi durasi perdagangan relatif singkat.

Saham Emiten Ambruk, Kinerja IDX80 Terpuruk
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:50 WIB

Saham Emiten Ambruk, Kinerja IDX80 Terpuruk

Di papan utama BEI, kinerja IDX80 terpantau paling jeblok sejak awal 2026. Tekanan utama kinerja IDX80 berasal dari saham-saham dengan bobot besar

Bukan Hanya CEO PGEO, Ini Hobi Unik Ahmad Yani di Luar Urusan Kantor
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:29 WIB

Bukan Hanya CEO PGEO, Ini Hobi Unik Ahmad Yani di Luar Urusan Kantor

Yani gemar bercocok tanam secara hidroponik. Jenis tanaman yang dia kembangkan adalah sayur-sayuran konsumsi, seperti sawi, pokcoy, dan selada.

Cuan Grup Djarum dari Si Como
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:10 WIB

Cuan Grup Djarum dari Si Como

Grup Djarum sukses memoles Como asal Italia yang saat diakuisisi masih berkutat di Serie D Liga Italia kini di papan atas Serie A Liga Italia.

Peran Perempuan di Literasi Keuangan
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:05 WIB

Peran Perempuan di Literasi Keuangan

Program literasi keuangan yang diperuntukan bagi kaum perempuan harus fleksibel dan berbasis komunitas.​

Transaksi Digital Kerek Fee Income Perbankan
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 06:50 WIB

Transaksi Digital Kerek Fee Income Perbankan

Transaksi digital menjadi salah satu mesin utama penggerak pendapatan berbasis komisi atau fee based income bank

INDEKS BERITA

Terpopuler