Sugeng Mulyadi: Investasi Menaikkan Kualitas Hidup

Sabtu, 02 Maret 2019 | 13:08 WIB
Sugeng Mulyadi: Investasi Menaikkan Kualitas Hidup
[]
Reporter: Aldo Fernando | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berawal dari kebiasaan menabung sejak muda, Sugeng Mulyadi kini aktif berinvestasi menggunakan sejumlah instrumen yang tersedia. Direktur Keuangan & Sumber Daya Manusia PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk ini menjajal yang namanya investasi ketika mulai bekerja di Pelindo II, sekitar tahun 2000. Kala itu ia mencoba peruntungan dengan berinvestasi di properti dan asuransi.

Motivasi yang mendorong Sugeng mulai berinvestasi saat itu adalah keinginan meningkatkan kualitas hidup. Waktu masa muda, gaji saya dipotong langsung untuk investasi asuransi untuk masa tua saya, tutur dia.

Pria pemegang gelar master di bidang shipping and transport ini punya moto. Investasi yang bagus adalah investasi yang dimulai dari masa muda, kata dia. Sebab, kalau sedari awal tidak melakukan perencanaan hidup yang baik, akan kesulitan ketika suatu saat membutuhkan dana untuk keperluan tertentu atau ketika pensiun.

Sugeng memilih investasi properti dan asuransi pada awal kariernya karena dua hal. Pertama, harga properti selalu naik setiap tahun. Kedua, asuransi bermanfaat sebagai semacam mitigasi risiko bagi keluarganya.

Seiring berjalannya waktu, portofolio investasi Sugeng ikut berkembang. Dengan tetap mempertahankan investasi di properti dan asuransi, Sugeng mulai merambah pasar saham.

Namun, kala itu dia belum terlalu fokus bermain saham. Saya waktu itu tidak terlalu tertarik. Karena hanya masuk sedikit, jadi dapatnya juga kecil, sehingga tidak optimal dan kemudian saya kembali fokus ke properti, jelas Sugeng.

Pria yang sudah berpengalaman selama 21 tahun di dunia pelabuhan ini mengaku baru berinvestasi secara intensif di pasar saham sejak setahun terakhir. Karena sekarang saya menangani perusahaan terbuka, jadi saya setiap hari harus mengamati saham perusahaan ini. Ya, sambil melihat perkembangan pasar, saya juga investasi. Kadang investasi, kadang trading saham, ujar dia.

Walau begitu, saat ini, komposisi portofolio investasi Sugeng didominasi oleh sektor properti. Saat ini dia memiliki beberapa properti seperti di Kelapa Gading dan Jombang, Jawa Timur.

Sedangkan untuk saham, ia saat ini mengoleksi empat saham, yakni saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT United Tractor Tbk (UNTR), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Walau memiliki banyak investasi pada sektor properti, ternyata Sugeng kini lebih menyukai investasi saham. Karena investasi di saham juga memacu adrenalin, ungkap dia.

Untung rugi

Lagipula, dengan berinvestasi pada sektor saham, ia bisa turut belajar mengenai pasar modal serta tahu mengenai kondisi ekonomi makro dan global. Ditambah, investasi saham dapat memberikan cuan yang menarik, jika dilakukan secara konsisten. Ilmunya adalah disiplin, trading plan, sabar dan konsisten, katanya.

Sepanjang pengalamannya dalam berinvestasi, Sugeng pernah mengalami masa-masa manis maupun pahit. Sugeng berkata, ia pernah meraih untung yang lumayan saat berinvestasi di bidang properti.

Mulanya ia membeli sebidang tanah di wilayah Kelapa Gading senilai Rp 100 juta pada 2003. Selang sepuluh tahun, tanah tersebut ia jual sepuluh kali lipat dari harga beli.

Tetapi Sugeng juga pernah mengalami masa rugi. Kejadiannya sekitar November tahun lalu, ketika saat itu ia mengoleksi salah satu saham kecil yang dianggap saham gorengan. Ia membeli saham tersebut di saat harga sahamnya jatuh.

Namun, alih-alih rebound, saham tersebut malah terus anjlok sehingga membuat Sugeng memutuskan untuk melakukan cut loss. Di-cut loss itu hampir sekitar 15%–20%. Padahal, waktu itu saham saya hampir 40% di situ, kisah Sugeng.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Saham ASII Melawan Arus; Saat Investor Asing Getol Jualan, Harganya Malah Mendaki
| Selasa, 21 Juli 2026 | 12:57 WIB

Saham ASII Melawan Arus; Saat Investor Asing Getol Jualan, Harganya Malah Mendaki

ASII telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan buyback saham dengan anggaran Rp 8 triliun.​

Prabowo Menggadang 12 Kota Satelit Baru, Saham Properti Mana yang Paling Diuntungkan?
| Selasa, 21 Juli 2026 | 09:40 WIB

Prabowo Menggadang 12 Kota Satelit Baru, Saham Properti Mana yang Paling Diuntungkan?

Kinerja operasional beberapa emiten properti pada kuartal II-2026 masih menunjukkan perlambatan efek tingginya suku bunga.

Ditengah Penurunan SKDU Saham Big Banks Masih Jadi Incaran Asing, Cermati Prospeknya
| Selasa, 21 Juli 2026 | 08:39 WIB

Ditengah Penurunan SKDU Saham Big Banks Masih Jadi Incaran Asing, Cermati Prospeknya

Pergerakan dana asing yang masih silih berganti antarsaham perbankan mengindikasikan pasar belum menemukan satu keyakinan penuh.

Ketika TNI dan Polri Mengawasi Kepatuhan Pajak
| Selasa, 21 Juli 2026 | 08:34 WIB

Ketika TNI dan Polri Mengawasi Kepatuhan Pajak

Pelibatan TNI & Polri dalam pengawasan pajak berpotensi mengaburkan garis pemisah antara fungsi pertahanan keamanan dan fungsi administrasi sipil.

Ketimun Naik Kelas
| Selasa, 21 Juli 2026 | 08:26 WIB

Ketimun Naik Kelas

Jika hari ini dan kemarin harga ketimun sudah tak lagi murah, besok bisa jadi cabai, bawang, atau bahkan beras menyusul ketimun.

Aksi Pindah Kantong Kepemilikan oleh Grup Djarum, Prospek Saham DATA Jadi Kian Harum?
| Selasa, 21 Juli 2026 | 08:15 WIB

Aksi Pindah Kantong Kepemilikan oleh Grup Djarum, Prospek Saham DATA Jadi Kian Harum?

Selain mengembangkan layanan FTTH, DATA juga memiliki sejumlah lini bisnis lain, mulai dari layanan backbone, kabel laut hingga data center.

Investor Ekstra Hati-Hati, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa (21/7)
| Selasa, 21 Juli 2026 | 08:12 WIB

Investor Ekstra Hati-Hati, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa (21/7)

Penguatan IHSG masih dibayangi sikap hati-hati investor menjelang rapat kebijakan Bank Indonesia (BI) pekan ini.

 Menanti Skema Motor Listrik Nasional
| Selasa, 21 Juli 2026 | 07:58 WIB

Menanti Skema Motor Listrik Nasional

Swasta meminta kesetaraan dan perlakuan yang sama dari pemerintah dalam oengembangan ekosistem kendaraan listrik

Ekspansi Kredit Bank Digital Membuat Risiko Likuiditas Ketat Tetap Tinggi
| Selasa, 21 Juli 2026 | 07:51 WIB

Ekspansi Kredit Bank Digital Membuat Risiko Likuiditas Ketat Tetap Tinggi

Laju penyaluran kredit di sejumlah bank masih lebih cepat dibandingkan penghimpunan dana, sehingga rasio loan to deposit ratio (LDR) tetap tinggi.

DPR Bakal Sahkan RUU Pusat Finansial
| Selasa, 21 Juli 2026 | 07:51 WIB

DPR Bakal Sahkan RUU Pusat Finansial

Pembahasan Rancangan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia rampung dalam 18 hari, dimulai pada 2 Juli 2026 hingga 20 Juli 2026.

INDEKS BERITA

Terpopuler