Sulit Pasang Target

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:10 WIB
Sulit Pasang Target
[ILUSTRASI. TAJUK - Khomarul Hidayat (KONTAN/Indra Surya)]
Khomarul Hidayat | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang akhir tahun, biasanya korporat mulai berancang-ancang menyiapkan rencana bisnis atau business plan untuk tahun 2027. Kondisi ekonomi saat ini dan prospeknya ke depan sudah pasti menjadi rujukan para pebisnis dalam menentukan rencana bisnis ke depan.

Sayangnya, kondisi ekonomi kita belakangan kurang bersahabat. Dari pasar keuangan, tekanan berat tengah mendera. Bursa saham ambrol, kurs rupiah jatuh terpental ke level Rp 18.100-an, mendekati level terendah sepanjang masa. Pasar surat berharga negara (SBN) juga ikut tertekan, tercermin dari imbal hasil (yield) yang naik.

Dana asing banyak yang cabut. Dari pasar saham saja, sejak awal tahun net sell asing mencapai Rp 97,78 triliun per 29 Oktober 2026. Sentimen reklasifikasi MSCI yang membuka peluang penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market memang telah mendatangkan pukulan cukup telak ke pasar keuangan.

Tapi, kekhawatiran mengenai kondisi fiskal dan makroekonomi Indonesia juga membayangi. Apalagi setelah nilai tukar rupiah jatuh dan harga minyak dunia melambung tinggi.

Di atas kertas, data pertumbuhan ekonomi Indonesia memang masih mencapai 5,29% di kuartal II 2026 lalu. Namun, angka pertumbuhan ekonomi itu acap dianggap tak sesuai kenyataan yang dihadapi masyarakat.

Buktinya banyak yang mengeluhkan daya beli turun, harga barang naik, fenomena makan tabungan, jumlah kelas menengah makin menyusut, pemutusan hubungan kerja (PHK) meningkat, lapangan kerja terbatas.

Bahkan, belakangan muncul fenomena downgrade economy atau downgrade lifestyle di kalangan kelas menengah. Mereka menurunkan standar hidup mereka atau mengurangi konsumsi karena desakan ekonomi.

Survei Ahli Ekonomi Semester II 2026 yang dirilis Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), akhir pekan lalu, juga menangkap sinyal melemahnya kondisi ekonomi Indonesia ini.

Sebanyak 52% ahli ekonomi yang disurvei LPEM UI menyebut, kondisi ekonomi Indonesia saat ini lebih buruk dibandingkan tiga bulan sebelumnya.  Sementara itu, bagi pebisnis, kondisi ekonomi ini tentu menyulitkan mereka menetapkan target bisnis

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

PFII Berisiko Menggerus Penerimaan
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PFII Berisiko Menggerus Penerimaan

PFII menawarkan insentif pajak jumbo untuk menarik investasi asing, namun berisiko menggerus penerimaan pajak negara.

Rahayu Saraswati Jadi Wakil Komisaris Utama VICI
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:44 WIB

Rahayu Saraswati Jadi Wakil Komisaris Utama VICI

Keputusan pengangkatan Rahayu Saraswati sebagai Wakil Komisaris Utama disetujui dalam RUPSLB yang digelar Kamis (29/10)

VICI Perluas Jangkauan Pasar Ekspor
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:41 WIB

VICI Perluas Jangkauan Pasar Ekspor

Melongok rencana bisnis PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) memperkuat penjualan di berbagai negara tujuan ekspor

Kenaikan Harga Minyak Terus Berlanjut
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:38 WIB

Kenaikan Harga Minyak Terus Berlanjut

Ancaman defisit ketersediaan fisik akibat memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah telah memicu kepanikan beli di pasar energi

Siapkan Rp 2 Triliun, TPIA Kembali Gelar Buyback Saham
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:36 WIB

Siapkan Rp 2 Triliun, TPIA Kembali Gelar Buyback Saham

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menggelar aksi korporasi berupa pembelian kembali (buyback) saham

Sulit Pasang Target
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Sulit Pasang Target

Biasanya korporat mulai berancang-ancang menyiapkan rencana bisnis atau business plan untuk tahun 2027.

Menggugat Produksi Pangan
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:20 WIB

Menggugat Produksi Pangan

Kecukupan sumber daya dalam memproduksi pangan bukan jaminan bagi masyarakat bisa mengakses produk pangan tersebut. 

Inflasi Melandai, Harga Cabai Masih Membayangi
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Inflasi Melandai, Harga Cabai Masih Membayangi

Nflasi masih bertahan di atas 3% hingga semester I-2027. Inflasi akhir 2026 diproyeksikan mencapai 3,13%.

Asuransi Syariah Tambah Jumlah Agen
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:55 WIB

Asuransi Syariah Tambah Jumlah Agen

AASI mencatat bahwa saat ini baru ada sekitar 113.000 orang agen yang memasarkan produk asuransi syariah.

Jejak Panjang Tekanan MSCI, dari Anomali IHSG hingga Ancaman Standalone Market
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Jejak Panjang Tekanan MSCI, dari Anomali IHSG hingga Ancaman Standalone Market

Sorotan terhadap pasar saham Indonesia sudah dimulai setidaknya sejak 2024, ketika kinerja indeks MSCI jauh di bawah IHSG.

INDEKS BERITA