Hedging untukMenyiasati Koreksi Rupiah
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai memberi tekanan pada sejumlah sektor industri, terutama yang masih bergantung pada bahan baku impor dan memiliki utang dalam denominasi dolar AS.Sektor yang dinilai paling terpapar antara lain farmasi dan alat kesehatan, properti, manufaktur, otomotif, hingga penerbangan.
Rupiah pada Senin (18/5) ditutup di level Rp 17.668 per dolar AS, melemah sekitar 0,4% dibandingkan posisi penutupan Jumat (15/5) di level Rp 17.597 per dolar AS. Posisi itu menjadi level terlemah rupiah sejak krisis moneter 1997–1998. Untuk menekan dampak kerugian akibat pelemahan rupiah, sejumlah perusahaan mulai menjalankan strategi lindung nilai atau hedging.
Baca Juga: Efek Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Kian Meluas
