Sumberdaya Sewatama Buyback Obligasi dan Sukuk, Investor Cuma Terima 45%

Selasa, 23 Agustus 2022 | 14:15 WIB
Sumberdaya Sewatama Buyback Obligasi dan Sukuk, Investor Cuma Terima 45%
[ILUSTRASI. Sumberdaya Investama menggelar pelunasan dipercepat atas obligasi dan sukuk ijarah melalui pembelian kembali.]
Reporter: Herry Prasetyo | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumberdaya Sewatama tengah menggelar penawaran untuk membeli kembali obligasi dan sukuk ijarah yang berdasarkan restrukturisasi kedua pada 2020 lalu baru akan jatuh tempo pada 2034 mendatang. 

Melalui pembelian kembali tersebut, perusahaan yang menjadi bagian dari Grup Trakindo ini akan melunasi seluruh pokok obligasi dan sukuk ijarahnya. Namun, pemegang obligasi dan sukuk ijarah Sumberdaya Sewatama tidak akan memperoleh pelunasan sebesar 100%. 

Seperti diketahui, Sumberdaya Sewatama memiliki dua surat utang. Pertama, Obligasi Sumberdaya Sewatama I Tahun 2012 Seri B. Kedua, Sukuk Ijarah Sumberdaya Sewatama I Tahun 2012. 

Baca Juga: Sejumlah Analis Kompak Kerek Target Harga Saham Bukalapak (BUKA), Ini Pendorongnya

Pada 2012 silam, perusahaan yang dulu merupakan anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM) ini menerbitkan Obligasi Sumberdaya Sewatama I Tahun 2012 sebesar Rp 800 miliar. Obligasi tersebut dibagi menjadi dua seri. Seri A memiliki jumlah pokok sebesar Rp 219 miliar. Sementara jumlah pokok Seri B sebesar Rp 581 miliar. 

Obligasi Seri A telah jatuh tempo pada 30 November 2015. Sementara obligasi Seri B dengan tingkat kupon 9,6% per tahun semestinya jatuh tempo pada 30 November 2017. 

Pada saat bersamaan, Sumberdaya Sewatama menerbitkan Sukuk Ijarah I Tahun 2012 sebesar Rp 200 miliar. Sukuk tersebut semestinya juga jatuh tempo pada 30 November 2017. 

Sebelum obligasi Seri B dan sukuk ijarah jatuh tempo, Sumberdaya Sewatama menggelar restrukturisasi atas kedua surat utang tersebut. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk Ijarah (RUPSI) yang digelar pada 23 Mei 2017, jatuh tempo obligasi Seri B maupun sukuk ijarah diperpanjang menjadi 31 Maret 2024. 

Pada 2020 lalu, Sumberdaya Sewatama kembali menggelar restrukturisasi atas obligasi dan sukuk ijarahnya. Berdasarkan keputusan RUPO dan RUPSI yang digelar pada 15 Mei 2020, jatuh tempo Obligasi I Tahun 2012 Seri B dan Sukuk Ijarah I Tahun 2012 diperpanjang menjadi 31 Desember 2034. 

Nilai pokok obligasi yang direstrukturisasi sebesar Rp 556,99 miliar. Sementara nilai pokok sukuk ijarah yang direstrukturisasi sebesar Rp 191,74 miliar.

Setelah pembayaran amortisasi sesuai ketentuan restrukturisasi, per akhir Juni lalu, jumlah pokok Obligasi I Tahun 2012 Seri B masih sebesar Rp 515,47 miliar. Sementara sisa pokok Sukuk Ijarah I Tahun 2012 masih sebesar Rp 177,44 miliar.

Nah, berdasarkan hasil RUPO dan RUPSI yang digelar pada 28 Juli 2022 lalu, pemegang obligasi dan pemegang sukuk ijarah memberikan restu atas rencana Sumberdaya Sewatama untuk menggelar pelunasan dipercepat atas kewajiban Obligasi I Tahun 2012 Seri B dan Sukuk Ijarah I Tahun 2012. 

Baca Juga: Lama Tak Bersuara, CEO Jouska Beberkan Perkara yang Membelitnya

Corporate Secretary Sumberdaya Sewatama Rengga Tumenggung dalam keterbukaan informasi mengatakan, pelunasan dipercepat digelar melalui mekanisme pembelian kembali alias buyback berdasarkan syarat dan ketentuan pelunasan dipercepat. Periode penawaran pembelian kembali dimulai kemarin, Senin (22/8), hingga hai ini, Selasa (23/8).

Untuk pembelian kembali obligasi, Sumberdaya Sewatama menyisihkan dana sebesar Rp 231,96 miliar yang digunakan untuk membayar pelunasan pokok obligasi sebesar 100% dari pokok obligasi yang belum dilunasi. 

Dengan demikian, pemegang obligasi yang menerima penawaran pembelian kembali hanya akan menerima pelunasan atas obligasi yang dimiliki dengan nilai sebesar 45% dari nilai pokok obligasi. Dengan kata lain, harga pembelian kembali obligasi hanya sebesar 45%. 

Sumberdaya Sewatama juga akan membayar bunga obligasi berjalan yang dihitung hingga 30 Agustus 2022, sebesar Rp 1,75 miliar. Pemegang obligasi akan menerima pembayaran bunga sejak tanggal pembayaran terakhir hingga 30 Agustus 2022. Namun, bunga yang ditangguhkan alias payment in kind (PIK) dihapuskan. 

Total, nilai pembayaran pokok dan bunga obligasi yang Sumberdaya Sewatama beli kembali sebesar Rp 233,71 miliar. 

Baca Juga: Meraih Tambahan Kontrak Baru, Prospek Bisnis PP Presisi (PPRE) Kian Kokoh

Begitu pula dengan pembelian kembali Sukuk Ijarah I Tahun 2012. Sumberdaya Sewatama akan membayar sebesar Rp 79,85 miliar untuk pelunasan sisa cicilan imbalan sukuk ijarah sebesar 100% dari sisa cicilan imbalan sukuk ijarah yang belum dilunasi. 

Dengan begitu, pemegang sukuk ijarah hanya akan menerima pelunasan atas sukuk ijarah yang dimiliki dengan nilai sebesar 45% dari nilai cicilan sisa imbalan sukuk ijarah. Dengan kata lain, seperti halnya obligasi, harga pembelian kembali sukuk ijarah juga cuma 45%. 

Pemegang sukuk ijarah juga akan menerima pembayaran cicilan imbalan sukuk ijarah alias bunga sejak pembayaran terakhir hingga 30 Agustus 2022. Nilainya sebesar Rp 601,33 juta. Dengan demikian, total pembayaran pembelian kembali Sukuk Ijarah I Tahun 2012 besarta bunganya adalah sebesar Rp 80,45 miliar. 

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek NCKL Tetap Cerah di Tengah Fluktuasi Harga Nikel
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Prospek NCKL Tetap Cerah di Tengah Fluktuasi Harga Nikel

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) mengantongi kenaikan pendapatan 21,28% year-on-year (yoy) menjadi Rp 17,10 triliun pada semester I-2026.

Masuk Fase Normalisasi, Pasien Non-BPJS Jadi Penopang Margin MIKA dan SILO
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:10 WIB

Masuk Fase Normalisasi, Pasien Non-BPJS Jadi Penopang Margin MIKA dan SILO

Cara paling efektif untuk menopang profitabilitas emiten rumah sakit adalah dengan meningkatkan porsi pasien non-BPJS.

Industri Manufaktur Mulai Pulih
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:01 WIB

Industri Manufaktur Mulai Pulih

PMI Manufaktur Indonesia pada bulan Juli 2026 kembali ke level 50,2 atau kembali ke level ekspansi setelah sempat turun di bulan sebelumnya.

Erajaya Swasembada (ERAA) Menjaga Momentum Pertumbuhan
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Erajaya Swasembada (ERAA) Menjaga Momentum Pertumbuhan

ERAA bukukan penjualan sebesar Rp 42,90 triliun pada semester I-2026, naik 22,39% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp 35,05 triliun 

Air Bersih dan Mimpi Anak Muda Papua
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Air Bersih dan Mimpi Anak Muda Papua

Fasilitas air bersih yang dibangun PT Pertamina EP Papua Field melalui Program Peningkatan Sarana Air Bersih Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Kinerja GOTO, BUKA, BELI Beragam, Analis Jagokan Saham Ini
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Kinerja GOTO, BUKA, BELI Beragam, Analis Jagokan Saham Ini

GOTO berhasil berbalik mencetak laba, BELI masih merugi tetapi nilainya menyusut, sedangkan BUKA justru berbalik mencatat kerugian.

Prospek INCO Semester II-2026 Masih Positif, Harga Nikel dan Hilirisasi Jadi Penopang
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Prospek INCO Semester II-2026 Masih Positif, Harga Nikel dan Hilirisasi Jadi Penopang

Pada semester I-2026, produksi nikel matte INCO tercatat 29.800 ton, turun -16% YoY karena perusahaan menjalankan program rebuild furnace.

ISAT Kerek Target Pendapatan dan EBITDA, Capex Rp 23 Triliun Jadi Taruhan Baru
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:30 WIB

ISAT Kerek Target Pendapatan dan EBITDA, Capex Rp 23 Triliun Jadi Taruhan Baru

Analis BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Kafi Ananta sepakat, bahkan menaikkan proyeksi pendapatan ISAT 2026 sebesar 3,4% menjadi Rp 61,35 triliun.

Investor Asing Rajin Borong Saham BRPT, Ditopang TPIA hingga Proyek Waste to Energy
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:17 WIB

Investor Asing Rajin Borong Saham BRPT, Ditopang TPIA hingga Proyek Waste to Energy

Tekanan yang sempat muncul akibat faktor MSCI telah membuat sebagian besar risiko tercermin dalam harga saham BRPT.

Rupiah Masih Akan Cermati Data Ekonomi pada Selasa (4/8)
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:55 WIB

Rupiah Masih Akan Cermati Data Ekonomi pada Selasa (4/8)

Melansir Bloomberg, di pasar spot rupiah ditutup menguat 0,14% per hari ke level Rp 17.997 per dolar AS, Senin (3/8).

INDEKS BERITA

Terpopuler