Suntikan PMN Tembus Rp 14,41 Triliun

Selasa, 09 Desember 2025 | 06:48 WIB
Suntikan PMN Tembus Rp 14,41 Triliun
[ILUSTRASI. Proyek pembangunan infrastruktur gedung di Jakarta, Jumat (5/7/2024). (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)]
Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah dan Komisi XI DPR RI menyepakati alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam APBN 2025 sebesar Rp 14,41 triliun. Kesepakatan tersebut diambil dalam rapat kerja antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Komisi XI DPR, Senin (8/12).

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menjelaskan, total PMN tersebut terdiri dari PMN tunai sebesar Rp 11,45 triliun dan PMN non tunai sebesar Rp 2,95 triliun. Seluruh alokasi diarahkan untuk memperkuat layanan publik, meningkatkan kapasitas industri nasional, dan mendukung program perumahan rakyat.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Asing Jual Bersih Rp 631,7 Miliar, Saham AMMN Justru Melonjak 26%, Apa Pendorongnya?
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:26 WIB

Asing Jual Bersih Rp 631,7 Miliar, Saham AMMN Justru Melonjak 26%, Apa Pendorongnya?

Aksi jual investor asing di saham AMMN lebih dipengaruhi faktor eksternal dibandingkan perubahan fundamental perusahaan.

TPIA Memetik Hasil Diversifikasi Bisnis, Simak Rekomendasi Sahamnya
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:22 WIB

TPIA Memetik Hasil Diversifikasi Bisnis, Simak Rekomendasi Sahamnya

Kontribusi bisnis kilang minyak menopang kinerja PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) di tengah kondisi industri petrokimia yang masih menantang.

Cuan Emiten-Emiten Konglomerat Mulai Melambat
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:15 WIB

Cuan Emiten-Emiten Konglomerat Mulai Melambat

Pertumbuhan pendapatan yang dibukukan emiten konglomerasi tidak otomatis berujung pada pertumbuhan laba.

Strategi Genjot Penjualan EV Tanpa Insentif
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:55 WIB

Strategi Genjot Penjualan EV Tanpa Insentif

Permintaan kendaraan selama beberapa hari penyelenggaraan GIIAS 2026 masih relatif stabil. Untuk menarik minat pembeli,

Kapasitas Pusat Data Nasional Meningkat
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:50 WIB

Kapasitas Pusat Data Nasional Meningkat

Hingga Juni 2026 kapasitas fasilitas data center di Indonesia telah mencapai sekitar 520 MW dan akan terus meningkat

RI Akan Bangun 1,45 Juta Sambungan Jargas
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:46 WIB

RI Akan Bangun 1,45 Juta Sambungan Jargas

Kebutuhan LPG nasional mencapai sekitar 5 juta metrik ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru sekitar 1,4 juta metrik ton.

Pembiayaan Paylater Perbankan Masih Melaju Kencang
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:45 WIB

Pembiayaan Paylater Perbankan Masih Melaju Kencang

Saat daya beli tertekan, paylater justru tumbuh. Pembiayaan BNPL perbankan naik 33,54% seiring kebutuhan likuiditas jangka pendek.​

Kontrak Jangka Panjang Pembelian Minyak Rusia
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:43 WIB

Kontrak Jangka Panjang Pembelian Minyak Rusia

kehadiran negara secara langsung dalam proses pengadaan modal energi ini bertujuan untuk memastikan independensi serta kedaulatan pasokan energi

Tata Kelola Kelistrikan Dipertanyakan
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:39 WIB

Tata Kelola Kelistrikan Dipertanyakan

Rangkaian pemadaman di berbagai wilayah menunjukkan masih lemahnya tata kelola sistem kelistrikan nasional,

Kebijakan Relaksasi RKAB  Harus Adil & Transparan
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:34 WIB

Kebijakan Relaksasi RKAB Harus Adil & Transparan

Pemerintah memprioritaskan relaksasi kuota RKAB 2026 kepada penyetor royalti yang lebih tinggi karena memberiiikan manfaat besarr ke negara

INDEKS BERITA

Terpopuler