Tahu Tempe Minimalis

Senin, 18 Mei 2026 | 06:14 WIB
Tahu Tempe Minimalis
[ILUSTRASI. Adi Wikanto (KONTAN/Indra Surya)]
Adi Wikanto | Senior Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden RI Prabowo Subianto meminta masyarakat, terutama warga desa tidak khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang melewati Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS), terendah dalam sejarah. Saat berpidato di Peresmian Museum Marsinah, Sabtu (16/5/2026) Prabowo menyebut "orang desa enggak pakai dollar" sehingga pelemahan rupiah hanya dirasakan kalangan atas yang sering bepergian dan belanja ke luar negeri.

Logikanya unik. Seolah-olah dampak pelemahan rupiah baru terasa kalau tiap pagi sarapan croissant di Paris atau ngopi sambil lihat salju di Swiss. Padahal warga desa yang tiap hari makan tempe, tahu, kerupuk, mie instan, gorengan, dan nasi kucing justru diam-diam ikut "berlangganan dollar".

Tempe dan tahu adalah makanan rakyat sejuta umat, dari warung sederhana sampai meja pejabat pas kampanye. Bahannya? Kedelai impor. Total kebutuhan kedelai di Indonesia mencapai 2,7 juta-2,9 juta ton per tahun. Pada tahun 2025, volume impor kedelai sebanyak 2,56 juta ton dengan 2,2 juta ton dari Amerika Serikat. Tentu, bayarnya pakai dollar!

Begitu dollar naik, harga kedelai ikut terkerek. Akibatnya tempe makin tipis seperti harapan dapat harga murah, sementara tahu ukurannya makin minimalis seperti konsep rumah subsidi. Memperkecil ukuran adalah strategi jamak para perajin tahu dan tempe di banyak wilayah.

Belum lagi tepung terigu yang bahan bakunya gandum impor. Dari terigu lahir mie instan, gorengan, kerupuk, roti murah, dan aneka jajanan yang banyak dikonsumsi masyarakat desa. Ketika rupiah melemah, harga mie hingga jajanan pasar ikut terkerek naik. 

Minyak goreng? Walau sawit tumbuh subur di Indonesia, harga CPO tetap ikut pasar global yang pakai dollar. Jadi rakyat kecil tetap kena efeknya. Laman Info Pangan Jakarta Minggu 17 Mei 2026 mendata harga minyak goreng curah naik Rp 2.520 menjadi Rp 24.500 per kilogram.

Jadi benar, warga desa mungkin tidak menyimpan dollar di dompet. Tapi dollar itu hadir di dapur mereka, di warung mereka, di penggorengan mereka, bahkan mungkin di setiap gigitan tempe goreng yang makin tipis.

Semoga saja, pidato Presiden Prabowo adalah bagian strategi untuk menenangkan masyarakat agar tidak panik dengan kondisi ekonomi yang sulit. Karena, meremehkan dampak pelemahan rupiah terhadap rakyat kecil justru berisiko membuat pemerintah terlihat jauh dari realitas dapur masyarakat.

 

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

BI Agresif dan Posisi RI di MSCI Bertahan, tapi Rupiah Sulit Menjauh dari Rp 18.000
| Senin, 29 Juni 2026 | 08:28 WIB

BI Agresif dan Posisi RI di MSCI Bertahan, tapi Rupiah Sulit Menjauh dari Rp 18.000

Kenaikan suku bunga dan intervensi pasar belum cukup memulihkan minat investor lantaran persoalan utamanya berkaitan dengan kepercayaan pasar.

Risiko Shortfall Pajak Masih Mengintai APBN
| Senin, 29 Juni 2026 | 08:00 WIB

Risiko Shortfall Pajak Masih Mengintai APBN

Target penerimaan pajak 2026 sulit tercapai meski realisasi mulai menunjukkan perbaikan.                      

Prospek Rupiah di Juli 2026: Dibayangi Dolar AS, Geopolitik, dan Nasib Dana Asing
| Senin, 29 Juni 2026 | 07:39 WIB

Prospek Rupiah di Juli 2026: Dibayangi Dolar AS, Geopolitik, dan Nasib Dana Asing

Permintaan dolar AS di dalam negeri seharusnya mulai menurun menjelang pergantian bulan, seiring meredanya musim pembagian dividen.

Antara Pengumuman MSCI dan Sentimen Pasar Saham Indonesia
| Senin, 29 Juni 2026 | 07:38 WIB

Antara Pengumuman MSCI dan Sentimen Pasar Saham Indonesia

Saat ini Indonesia memiliki 11 saham yang memenuhi syarat kualifikasi ukuran dan likuiditas yang melampaui ambang minimum.

KAEF Tancap Gas Garap Bahan Baku Obat
| Senin, 29 Juni 2026 | 07:27 WIB

KAEF Tancap Gas Garap Bahan Baku Obat

KAEF telah mengembangkan dan memproduksi bahan baku obat lokal untuk berbagai kategori terapi prioritas

Berharap Bisa Rebound, Berikut Proyeksi IHSG Hari Ini, Senin (29/6)
| Senin, 29 Juni 2026 | 07:26 WIB

Berharap Bisa Rebound, Berikut Proyeksi IHSG Hari Ini, Senin (29/6)

Dari dalam negeri pasar menantikan rilis data inflasi periode Juni 2026 yang diperkirakan tumbuh 3,1% year on year (yoy).

Insentif LPG Buka Peluang Industri Plastik
| Senin, 29 Juni 2026 | 07:22 WIB

Insentif LPG Buka Peluang Industri Plastik

Namun pebisnis tetap menagih pasokan gas industri yang masih seret sehingga membebani dan menurunkan daya saing

PKPK Akuisisi Perusahaan Jasa Perkapalan dan Transportasi Laut, Aset Melesat 263%
| Senin, 29 Juni 2026 | 07:16 WIB

PKPK Akuisisi Perusahaan Jasa Perkapalan dan Transportasi Laut, Aset Melesat 263%

Integrasi PKPK dan Deli Pratama diharapkan tingkatkan efisiensi operasional. Aset perusahaan diproyeksikan naik 263%.

Tren Destinasi Berjarak Dekat saat Liburan Sekolah
| Senin, 29 Juni 2026 | 07:13 WIB

Tren Destinasi Berjarak Dekat saat Liburan Sekolah

Tiket.com mencatat destinasi hotel domestik yang paling diminati selama periode liburan sekolah adalah Bali, Bandung, Yogyakarta, Malang

PGEO Membidik Kapasitas Produksi 1 GW pada 2028
| Senin, 29 Juni 2026 | 07:10 WIB

PGEO Membidik Kapasitas Produksi 1 GW pada 2028

PGEO telah mengamankan komitmen pendanaan hijau dari beberapa lembaga keuangan internasional yang juga telah direstui oleh negara.

INDEKS BERITA

Terpopuler