Tak Kuasa Mengerek Harga, Margin Pebisnis Terkikis
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah yang berkepanjangan memantik tekanan ganda bagi pelaku industri. Di satu sisi, biaya bahan baku impor, kemasan, energi dan logistik terus meningkat. Di saat yang sama, pebisnis kesulitan menaikkan harga jual karena daya beli masyarakat masih lemah dan persaingan pasar semakin ketat. Akibatnya, banyak perusahaan terpaksa mengorbankan margin keuntungan demi mempertahankan kelangsungan usaha.
Selain rupiah yang telah melemah 8% sejak awal tahun, sejumlah indikator lain turut menambah kecemasan pelaku usaha. Harga solar industri, misalnya, melonjak 25% sejak awal tahun. Tekanan juga datang dari inflasi. Hingga akhir Mei 2026, inflasi kalender atau year-to-date (ytd) tercatat mencapai 1,35%. Padahal, tidak semua pelaku usaha memiliki ruang untuk menaikkan harga jual produknya.
Baca Juga: Rupiah Anjlok ke 17.967 per Dolar AS, Apa Pemicu Pelemahan Terburuk Ini?
